HUT Mateng ke-13, Sekda Sulbar Tekankan Kolaborasi dan Visi Agropolitan
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 254
- comment 0 komentar

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, saat hadiri HUT ke-13 Mamuju Tengah, Minggu 14/12/2025. Foto/Humas Pemprov Sulbar.
Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan pengembangan potensi agropolitan merupakan kunci akselerasi pembangunan Kabupaten Mamuju Tengah.
Penegasan ini disampaikan Junda saat mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Mamuju Tengah di Aula Kantor Bupati, Minggu 14 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Junda Maulana menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas HUT daerah yang berjuluk Bumi Lalla Tassisara itu.
Ia menekankan, momentum usia 13 tahun harus menjadi titik tolak penguatan kerja sama demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta memantapkan identitas Mamuju Tengah sebagai salah satu poros pertumbuhan ekonomi strategis di Sulbar.
“Perjalanan 13 tahun ini membuktikan dinamisme Mamuju Tengah. Pencapaian daerah ini merupakan kontribusi konkret terhadap visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, yakni Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,”ujar Junda.
Sinergi Pancadaya dan Agropolitan
Junda menjelaskan bahwa laju pembangunan Mamuju Tengah harus sejalan dengan Lima Misi Pembangunan Sulbar yang dikenal dengan Pancadaya.
Misi tersebut mencakup dorongan ekonomi inklusif, pengentasan kemiskinan, pembangunan SDM unggul, penguatan infrastruktur dan kelestarian lingkungan, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Kelima misi ini hanya dapat terakselerasi melalui kebersamaan dengan seluruh pemerintah kabupaten. Sinergi ini akan memastikan target pembangunan tercapai secara paripurna,”tegasnya.
Mengulas tema HUT ke-13, “Maju dalam Keberagaman, Kuat dalam Agropolitan”, Sekda Sulbar menyoroti dua pilar utama, diantaranya:
-Keberagaman sebagai kekuatan.
Menurut Junda, toleransi dan kearifan lokal adalah fondasi sosial yang kokoh untuk menopang pembangunan.
-Agropolitan sebagai Pengungkit Ekonomi
Junda katakan, potensi agropolitan Mamuju Tengah wajib dioptimalkan sebagai pusat inovasi, produksi, dan distribusi pertanian yang vital bagi perekonomian Sulbar.
Mantan Penjabat (Pj) Bupati Mamuju Tengah pertama pada tahun 2013 itu, secara personal mengenang optimisme awal pendirian daerah tersebut.
Ia menegaskan, filosofi Lalla Tassisara yang berarti kebersamaan dalam perbedaan, telah menjadi simbol integrasi tanpa sekat suku, agama, dan status sosial.
Kendati telah menunjukkan perubahan signifikan dalam 13 tahun, Junda mengingatkan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat tidak terlena.
Ia mengajak untuk memacu pembangunan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, menurunkan angka kemiskinan dan penanganan stunting, membangun infrastruktur dan mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Kata kunci percepatan adalah kolaborasi. Bukan seberapa hebat kemampuan individu, melainkan siapa yang mampu bekerja sama dengan baik, itulah pemenangnya,” pungkas Junda Maulana.
Mengakhiri sambutannya, Sekda Sulbar berharap Mamuju Tengah dapat terus maju dalam keberagaman, semakin kuat sebagai kawasan agropolitan, dan semakin sejahtera sebagai bagian integral dari Provinsi Sulawesi Barat.(**)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
