Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Program Wanatani BPDAS Sulsel di Mamasa Diduga Gagal, ada Aroma Laporan Fiktif

Program Wanatani BPDAS Sulsel di Mamasa Diduga Gagal, ada Aroma Laporan Fiktif

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 434
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Wanatani yang digulirkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Selatan di Kabupaten Mamasa menuai kritik tajam.

Proyek yang berjalan sejak tahun 2023 dengan kucuran anggaran miliaran rupiah tersebut dinilai gagal total di lapangan.

​Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Desa Bubun Batu, Kecamatan Mamasa. Meski anggaran yang digelontorkan untuk setiap desa penerima melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) tergolong besar, fakta di lapangan menunjukkan hasil yang sangat minim.

​Menurut keterangan warga Dusun Rantelemo, Desa Bubun Batu, Yulianus M, keberhasilan penanaman bibit di wilayahnya bahkan tidak mencapai sepuluh persen.

​”Kalau angka pertumbuhannya, itu tidak sampai sepuluh persen, Pak,” ujar Yulianus kepada awak media, Kamis (26/2/2026).

​Yulianus membeberkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut, sperti minimnya varietas bibit, tidak ada biaya perawatan, boros bibit.

“Warga hanya menerima satu jenis bibit, yaitu Alpukat. Tidak ada alokasi untuk pupuk maupun biaya pemeliharaan setelah bibit diberikan,urainya.

​Kecurigaan muncul ketika pihak pemeriksa turun ke lapangan. Yulianus menduga adanya upaya manipulasi data atau laporan fiktif karena pemeriksaan hanya difokuskan pada titik tertentu yang dianggap berhasil sebagai sampel.

​”Setiap kali pemeriksa turun, tanaman di kebun saya yang dijadikan sampel karena ada sekitar 50 pohon yang tumbuh. Sementara di tempat lain gagal. Saya heran kenapa tidak ada temuan (pelanggaran), padahal fakta di lapangan tidak sesuai,” ungkapnya.

​Untuk diketahui, program KTH di Desa Bubun Batu mencakup lahan seluas kurang lebih 28 hektar. Berdasarkan rencana, area tersebut seharusnya ditanami bibit Alpukat, pohon induk Pinus, dan Setaria.

​Menanggapi tudingan tersebut, pihak BPDAS Sulsel mengklaim bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur pengawasan sesuai aturan.

​”Ya, kami sering turun melakukan pemeriksaan,” ujar Yosep, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPDAS Sulsel, saat dikonfirmasi singkat oleh wartawan.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya audit menyeluruh dari pihak berwenang terkait realisasi anggaran miliaran rupiah tersebut agar asas manfaat program lingkungan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan alam, bukan sekadar pemenuhan laporan administratif.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Basrizal Koto Taklukkan Nasib, Dari Pinjam Beras Hingga Bangun Imperium

    Jejak Basrizal Koto Taklukkan Nasib, Dari Pinjam Beras Hingga Bangun Imperium

    • 0Komentar

    PADANG, Sulbarupdate.id – Deru mesin Lamborghini dan kilau Richard Mille di pergelangan tangan Basrizal Koto hari ini adalah kontras yang tajam dari masa lalunya yang kelam. Pria yang akrab disapa “Babeh Basko” ini bukan sekadar potret Crazy Rich biasa melainkan ia adalah manifestasi dari keteguhan yang lahir dari rasa lapar. Lahir di Pariaman, Sumatera Barat […]

  • Bupati Mamuju Tengah Jagokan Francis dan Korsel di Piala Dunia, Ini Alasannya!

    Bupati Mamuju Tengah Jagokan Francis dan Korsel di Piala Dunia, Ini Alasannya!

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id,– Atmosfer Piala Dunia mulai menyelimuti Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Menariknya, euforia ajang sepak bola terbesar di dunia ini tidak hanya menjangkiti kalangan muda, tetapi juga melanda jajaran pejabat daerah. Salah satunya adalah Bupati Mateng, Dr. Arsal Aras. Ia secara terbuka mengungkapkan dua tim nasional favorit yang akan didukungnya selama turnamen berlangsung. […]

  • Jadwal Pelantikan Eselon III dan IV di Mamasa Belum Final, Ini Penjelasan Kepala BKD!

    Jadwal Pelantikan Eselon III dan IV di Mamasa Belum Final, Ini Penjelasan Kepala BKD!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Rencana perombakan struktur birokrasi di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga saat ini, jadwal pasti pelaksanaan pelantikan bagi pejabat Eselon III dan Eselon IV belum mencapai titik final. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamasa, Andi Baso Parjuni, saat dikonfirmasi tim Sulbarupdate.id pada Selasa (12/1/2026), belum dapat […]

  • Hashim: Miliaran Dollar Bakal Masuk Ke RI dari Pasar Carbon

    Hashim: Miliaran Dollar Bakal Masuk Ke RI dari Pasar Carbon

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Utusan Khusus Presiden di Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menargetkan pasar karbon di Indonesia bisa berjalan pada Juli 2026. Adapun ditargetkan perdagangan karbon ini bisa mencapai miliaran dolar. Hashim menyampaikan, bahwa Indonesia sejatinya sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas […]

  • Standar Baru Proses Seleksi Jabatan Publik

    Standar Baru Proses Seleksi Jabatan Publik

    • 0Komentar

    Oleh: Suhardi Duka Sulbarupdate.id – Seperti yang sering disuarakan oleh Pak Wakil Gubernur, Salim S Mengga. Bahwa daerah ini sangat membutuhkan sosok pejabat yang tak sekadar punya kualifikasi dan kompetensi profesional. Jauh lebih mendesak untuk saat ini, kita membutuhkan figur dengan rentang moral yang juga baik. Bukan berarti kualitas serta kemampuan individu tak penting, tapi […]

  • Pemekaran Provinsi Luwu Kembali Menggema

    Pemekaran Provinsi Luwu Kembali Menggema

    • 0Komentar

    Makassar – Sulbarupdate.id – Wacana pemekaran Provinsi Luwu kembali menguat dan menggema di berbagai penjuru Sulawesi hingga ke Jakarta. Aspirasi yang telah lama diperjuangkan masyarakat Tana Luwu itu kini kembali menjadi perbincangan serius di ruang publik, baik di tingkat lokal maupun nasional, Makassar 17 Januari 2026. Gelombang dukungan terus bermunculan dari berbagai elemen masyarakat, tokoh […]

expand_less