Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 164
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki hari keempat pada Minggu (01/2/2026).
Namun hingga saat ini keberadaan korban belum ditemukan dan upaya penyisiran terus diintensifkan.
Diketahui korban bernama Muh. Rifai (32), seorang warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Ia dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapalnya saat tengah melaut di perairan tersebut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju memulai kembali operasi sejak pukul 07.00 WITA dengan memperluas radius pencarian hingga mencapai 40 mil laut.
Dalam upaya efisiensi operasional, Tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).
SRU I & II Melakukan penyisiran mendalam menggunakan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB) pada titik-titik koordinat yang telah dipetakan berdasarkan arah arus laut.
Operasi ini didukung oleh kolaborasi dari berbagai unsur, yang merefleksikan soliditas koordinasi di lapangan.
Instansi yang terlibat meliputi Unit Siaga SAR Majene Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Relawan Mapala Unsulbar dan masyarakat setempat dan nelayan lokal.
Berdasarkan pantauan meteorologi di lokasi, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan dengan kecepatan angin berkisar antara 1 hingga 20 km/jam. Kondisi ini dinilai cukup kondusif bagi pergerakan armada laut dan personel lapangan.
Pihak Kansar Mamuju menegaskan bahwa seluruh alutsista, mulai dari peralatan navigasi mutakhir hingga perlengkapan medis evakuasi, telah disiagakan secara optimal.
Operasi dipastikan akan terus berlanjut dengan prioritas utama pada efektivitas pencarian tanpa mengabaikan aspek keselamatan seluruh personel yang bertugas.(*)
- Penulis: Ancha
