Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Aktivis Mamasa Minta Publik Tak Bangun Narasi Keliru Terkait Temuan Rp81 Miliar di Kejari

Aktivis Mamasa Minta Publik Tak Bangun Narasi Keliru Terkait Temuan Rp81 Miliar di Kejari

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • visibility 1.234
  • comment 1 komentar

​MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis muda Kabupaten Mamasa, Zul, meminta seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti membangun narasi yang menyesatkan terkait temuan dana sebesar Rp81 miliar di lingkungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa.

Zul menegaskan bahwa perkara tersebut bukanlah kasus korupsi, melainkan murni persoalan bantuan hukum.

​Pernyataan ini muncul sebagai bentuk apresiasi terhadap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Mamasa.

Menurut Zul, publik perlu diedukasi agar bisa membedakan antara penanganan perkara pidana korupsi dengan fungsi perdata dan tata usaha negara.

​Zul menjelaskan bahwa berdasarkan klarifikasi resmi dari pihak Kejaksaan, angka tersebut berkaitan dengan pemberian bantuan hukum melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).

​”Pernyataan kejaksaan sudah sangat jelas. Temuan 81 miliar ini bukan perkara korupsi, melainkan pemberian bantuan hukum. Ini adalah dua hal yang jelas-jelas berbeda secara hukum,” ujar Zul kepada Sulbar update.id, Kamsi (23/04/2026).

​Ia menambahkan bahwa peran Bidang Datun dalam memberikan pendampingan hukum merupakan instrumen legal yang dimiliki kejaksaan untuk menyelamatkan atau memulihkan kekayaan negara, bukan indikasi adanya penyelewengan.

​Lebih lanjut, Zul menyayangkan adanya opini yang berkembang di media sosial maupun pembicaraan publik yang seolah-olah menggiring isu ini ke arah tindak pidana korupsi.

Dengan demikian Zul, menilai narasi tersebut dapat merugikan kredibilitas institusi penegak hukum yang sedang bekerja.

​”Saya berharap semua pihak berhenti membangun narasi yang menyesatkan. Kejaksaan saat ini tidak sedang dalam penanganan kasus korupsi terkait dana tersebut, melainkan menjalankan fungsinya dalam memberikan bantuan hukum,” tegasnya.

​Zul juga mengapresiasi langkah transparan Kejari Mamasa dalam menjelaskan duduk perkara tersebut kepada publik. Menurutnya, kejelasan status hukum ini penting agar fokus pembangunan di Kabupaten Mamasa tidak terganggu oleh isu-isu yang tidak berdasar.

​”Kita harus objektif melihat kinerja aparat penegak hukum. Jika itu prestasi dalam bantuan hukum, ya harus kita apresiasi, bukan malah dibelokkan menjadi isu negatif,” tutup Zul.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, secara resmi memperpanjang masa kerja ratusan tenaga kesehatan(Nakes) hingga tahun 2028 mendatang. Berjumlah 368 Nakes berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi menerima surat keputusan (SK) perpanjangan kontrak di Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (7/5/2026). SK itu diserahkan langsung Bupati Mateng, H. Arsal […]

  • Rawat Tradisi, Ngaben Massal di Tommo Diikuti 63 Sawo

    Rawat Tradisi, Ngaben Massal di Tommo Diikuti 63 Sawo

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ngaben Massal umat Hindu di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (10/8/2026). Sebanyak 63 sawo mengikuti rangkaian prosesi Ngaben Massal tersebut. Kegiatan ini diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah yang datang untuk menjalankan rangkaian kewajiban keagamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan. Pelaksanaan Ngaben […]

  • Air Sungai Budong-Budong Menghitam, DLHK Turun Ambil Sampel 

    Air Sungai Budong-Budong Menghitam, DLHK Turun Ambil Sampel 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tindaklanjuti laporan masyarakat terkait perubahan warna air Sungai Budong-Budong yang mendadak menghitam. Karena itu, DLHK Mateng turun langsung ke lokasi untuk ambil sampel air sungai pada, Rabu (12/8/2026). Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui kondisi air […]

  • Lindungi Konsumen, Satgas Saber Siap Tindak Pelanggaran Harga HET/HAP dan Peredaran Pangan Tidak Aman, Hubungi Hotline Emergency

    Lindungi Konsumen, Satgas Saber Siap Tindak Pelanggaran Harga HET/HAP dan Peredaran Pangan Tidak Aman, Hubungi Hotline Emergency

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang dibentuk oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga mulai mengintensifkan pengawasan harga serta pasokan pangan di daerah. Kepala Biro Organisasi, SDM, dan Hukum Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rachmad Firdaus, yang ditugaskan di Posko Satgas Saber Sulawesi Barat, bersama […]

  • DPP Perindo Resmi Pecat Anggota DPRD Polman Rudi Fair, Ini Alasannya

    DPP Perindo Resmi Pecat Anggota DPRD Polman Rudi Fair, Ini Alasannya

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) resmi memberhentikan Rudi Fair dari keanggotaan partai. Keputusan ini berdampak langsung pada posisinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Pemberhentian tersebut dikonfirmasi oleh Ketua DPD Perindo Polman, Arham. Ia menyatakan bahwa tindakan tegas ini diambil karena Rudi dinilai tidak […]

  • Update Terbaru Titik Karhutla Mamasa, Luas Lahan Terdampak Capai 230 Hektare

    Update Terbaru Titik Karhutla Mamasa, Luas Lahan Terdampak Capai 230 Hektare

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) terus bertambah. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, hingga kini tercatat 73 kejadian karhutla dengan total luas wilayah terdampak mencapai 230,955 hektare. Data ini disampaikan Kepala BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredy, kepada Sulbarupdate.id, saat dikonfirmasi via WhatsApp Rabu, […]

expand_less