Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Nahas! Seorang Warga di Mamasa Takut Berobat Lantaran Tak Punya KTP

Nahas! Seorang Warga di Mamasa Takut Berobat Lantaran Tak Punya KTP

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • visibility 534
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di balik rimbunnya perbukitan Desa Lembana Salulo (Lemsa), Kecamatan Mamasa, seorang wanita bernama Bu Neli hanya bisa terbaring pasrah.

Bukan karena tidak ada obat, melainkan karena ia tidak memiliki selembar kartu yang krusial: Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tanpa identitas resmi itu, pintu rumah sakit terasa tertutup rapat baginya.

​Kisah memprihatinkan ini mencuat setelah akun Facebook Hajrawati Rara Calista mengunggah kondisi Bu Neli yang memilih diam menahan sakit di rumah.

Ia dibayangi ketakutan akan biaya dan prosedur administrasi yang rumit bagi warga tanpa identitas.

​Merespons kondisi tersebut, Plt. Ketua Gerindra Mamasa, Hj. Andi Faridha Fachri, turun tangan langsung.

Bersama aparat Desa Lemsa dan tenaga medis, mereka mengevakuasi Bu Neli menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun, niat baik ini membentur tembok birokrasi.

​”Kami sudah upayakan agar Bu Neli segera dirawat, namun hambatannya adalah pasien tidak punya KTP. Padahal, kondisi pasien saat ini sangat kritis dan membutuhkan transfusi darah segera,” ujar Andi Faridha saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).

​Masalah utama yang dihadapi adalah aktivasi BPJS Kesehatan. Tanpa KTP yang tervalidasi, layanan jaminan kesehatan tersebut tidak bisa diakses, sementara biaya pengobatan mandiri menjadi beban berat bagi warga kurang mampu seperti Bu Neli.

​Andi Faridha menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Mamasa agar identitas Bu Neli segera diproses secara darurat.

​”Kita berharap penanganan dari dinas terkait bisa secepat kilat. Ini soal nyawa, bukan sekadar administrasi,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dukcapil Mamasa belum memberikan respon resmi terkait langkah percepatan perekaman KTP bagi pasien darurat tersebut.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah tidak kaku dalam menangani kasus kemanusiaan yang mendesak seperti yang dialami warga Desa Lemsa ini.

​Kini, di tengah deru mesin ambulans dan harapan keluarga, Bu Neli hanya bisa menunggu. Menunggu apakah identitas kewarganegaraannya bisa hadir lebih cepat daripada rasa sakit yang terus menggerogoti tubuhnya.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Konfercab I, GMNI Mamuju Tengah Diharapkan Jadi Juru Pikir Pembangunan Daerah

    Gelar Konfercab I, GMNI Mamuju Tengah Diharapkan Jadi Juru Pikir Pembangunan Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, sukses menggelar Konferensi Cabang ke satu.  Acara yang menjadi momentum bersejarah ini berlangsung di Hotel Fadilah, Jalan Abdul Majid Pattaro Pura, Topoyo, pada Senin 29 Juni 2026. ​Konferensi luar biasa tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mamuju […]

  • Jembatan Utama di Desa Botteng Ambruk, BPBD Mamasa Segera Terjunkan Tim Asesmen

    Jembatan Utama di Desa Botteng Ambruk, BPBD Mamasa Segera Terjunkan Tim Asesmen

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa bergerak cepat merespons peristiwa ambruknya jembatan utama di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa. Tim segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan dan penilaian kerusakan (asesmen). ​Kepala BPBD Mamasa, Alfredi, mengatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan personel untuk meninjau langsung kondisi di titik lokasi pasca-kejadian yang […]

  • Janji Suci yang Tertinggal di Kabut Bulusaraung

    Janji Suci yang Tertinggal di Kabut Bulusaraung

    • 0Komentar

    MAROS, Sulbarupdate.id – Di atas kertas manifes penerbangan, namanya tercatat kaku yakni Florencia Lolita Wibisono. Namun, di puncak Gunung Bulusaraung yang berselimut kabut, nama itu menjelma menjadi sebuah duka mendalam yang tak terlukiskan. Bagi keluarga dan rekan sejawatnya, perempuan yang akrab disapa Ollen ini bukan sekadar pramugari yang sedang menjalankan tugas profesional. Ia adalah seorang […]

  • DPRD Mamasa Desak Dinas Terkait Lakukan Penertiban Parkir Dalam Kota Mamasa

    DPRD Mamasa Desak Dinas Terkait Lakukan Penertiban Parkir Dalam Kota Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa memberikan sorotan tajam terhadap semrawutnya tata kelola parkir di sejumlah titik vital pusat kota Mamasa. Berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, kondisi ini dinilai tidak hanya mencederai estetika kota, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Dalam keterangannya, pimpinan legislatif tersebut mengungkapkan bahwa hasil observasi […]

  • Mabuk Miras, Pemuda di Mamuju Ngamuk Pakai Parang dan Teror Warga

    Mabuk Miras, Pemuda di Mamuju Ngamuk Pakai Parang dan Teror Warga

    • 0Komentar

    ​MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Pamapta Polresta Mamuju mengamankan seorang pemuda berinisial RA (25) setelah kedapatan mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis parang di Jalan Angsa, samping Wisma Darussalam, Kabupaten Mamuju, Minggu (8/2/2026) dini hari. ​Aksi nekat pelaku sempat memicu kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya diringkus oleh pihak kepolisian. ​Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman […]

  • Maros dan Mamuju Tengah Jajaki Kolaborasi Sektor Pangan

    Maros dan Mamuju Tengah Jajaki Kolaborasi Sektor Pangan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Maros Sulsel dan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulbar jajaki kolaborasi lintas sektor yang berfokus pada penguatan kedaulatan pangan dan efisiensi birokrasi. Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap dinamika ekonomi nasional serta persiapan menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah dua kabupaten berbeda provinsi tersebut ditandai saat Wakil Bupati Mamuju […]

expand_less