Maros dan Mamuju Tengah Jajaki Kolaborasi Sektor Pangan
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Maros Sulsel dan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Sulbar jajaki kolaborasi lintas sektor yang berfokus pada penguatan kedaulatan pangan dan efisiensi birokrasi.
Langkah ini diambil sebagai respons strategis terhadap dinamika ekonomi nasional serta persiapan menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN).
Langkah dua kabupaten berbeda provinsi tersebut ditandai saat Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, menerima kunjungan kerja formal Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, beserta delegasi Komisi III DPRD Maros di Kompleks Perkantoran Bupati Mateng, Desa Tobadak, Senin (4/5/2026).
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengungkapkan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya mendalami pola manajerial keuangan daerah yang diterapkan di Mamuju Tengah. Ia menilai Mateng memiliki keunggulan dalam pengelolaan finansial di tengah tren efisiensi anggaran nasional.
“Kami melihat pola pengelolaan finansial di Mamuju Tengah memiliki distingsi (perbedaan kualitas) yang mumpuni. Hal ini sangat layak menjadi referensi komparatif bagi daerah lain, termasuk Maros,” ujar Chaidir.
Selain urusan administratif, Chaidir memproyeksikan adanya integrasi sektor pangan yang komprehensif. Dengan kapasitas logistik Maros yang signifikan, sinergi ini diharapkan mampu memperkuat stabilitas pangan di Sulawesi, sekaligus memposisikan kedua daerah sebagai penyokong kebutuhan logistik bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Askary Anwar, menyambut baik proyeksi kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antardaerah kini menjadi syarat mutlak untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal, terutama dalam menekan laju inflasi.
“Esensi dari pertemuan ini melampaui batas formalitas birokrasi. Ini adalah langkah fundamental dalam membangun kolaborasi konkret demi kemaslahatan masyarakat luas, khususnya pada penguatan kedaulatan pangan,” tegas Askary.
Signifikansi pertemuan ini dipertegas dengan hadirnya jajaran pejabat teras dari kedua belah pihak.
Dari pihak tuan rumah, turut hadir Sekda Mateng, Litha Febriani, Wakil Ketua DPRD Mateng, Hamka serta jajaran asisten dan anggota DPRD Mateng, Kepala Bappeda Mateng, Zulkifli.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan kedua daerah untuk terus memformulasikan kebijakan publik yang lintas sektoral guna menghadapi kompleksitas tantangan pemerintahan di masa depan.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
