Mimpi dari Pelosok Mamasa, Jejak Avdal Saputra Menuju Panggung Asia
- account_circle Ancha
- calendar_month Ming, 12 Apr 2026
- visibility 1.006
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Di balik rimbunnya perbukitan Desa Salutambun, Kecamatan Buntu Malangka, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) sebuah harapan besar sedang mekar.
Avdal Saputra, seorang remaja berbakat asli putra daerah Kabupaten Mamasa, kini tengah menapaki jalan sunyi menuju kejayaan sepak bola nasional.
Tanpa hiruk-pukuk publikasi, sang “Mutiara Hitam” dari Mamasa ini resmi mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi pembentukan Timnas Pelajar Indonesia U-16.
Langkah besar ini bermula dari dedikasi Avdal di kancah sepak bola profesional bersama Persiba Balikpapan.
Penampilannya yang impresif di klub berjuluk Beruang Madu tersebut sukses memikat mata Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI).
Melalui surat resmi bernomor 24A/timNAS-Blispi/III/2026, Avdal dipanggil untuk mengikuti Seleksi Nasional dan Training Camp (TC) sebagai persiapan menghadapi turnamen internasional bergengsi, Kuala Lumpur Youth Cup 2026.
Kisah Avdal bukan sekadar tentang talenta, melainkan tentang resiliensi. Lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sederhana, ia membuktikan bahwa garis kemiskinan bukanlah garis finis bagi sebuah cita-cita.
Keringat dan kerja keras yang ia tumpahkan di lapangan hijau kini membawanya ke Bina Centra Football Academy, Cirebon, tempat di mana nasibnya akan ditentukan hingga 14 April 2026 mendatang.
Keberhasilan Avdal menembus level nasional membawa pesan mendalam bagi tanah kelahirannya. Sang ayah, Adrianus, dengan nada rendah hati namun penuh harap, menitipkan doa bagi perjuangan putranya.
”Kami memohon doa yang tulus dari seluruh keluarga dan masyarakat Kabupaten Mamasa. Semoga putra kita diberikan kelancaran dan mampu melampaui seleksi Timnas U-16 ini dengan hasil terbaik,” ujar Adrianus saat ditemui di kediamannya, Minggu (12/4/2026).
Di sisi lain, momentum ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah. Keluarga Avdal sangat berharap adanya uluran tangan dan atensi nyata dari Pemerintah Kabupaten Mamasa, khususnya melalui Dispora, untuk hadir memberikan dukungan moral maupun materil.
Dukungan ini dinilai krusial, bukan hanya bagi Avdal, melainkan sebagai bentuk pembinaan bagi generasi muda Mamasa lainnya agar tidak layu sebelum berkembang.
Kini, seluruh mata tertuju pada Cirebon.
Avdal Saputra sedang membawa nama Mamasa di ujung sepatunya. Jika ia berhasil, ia bukan hanya menjadi kebanggaan Salutambun, tapi juga simbol bahwa dari pelosok terdalam sekalipun, seorang putra daerah mampu mengetuk pintu dunia.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
- Sumber: Jupran Panandang
