Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 391
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa, berikan penjelasan terkait polemik keterlambatan pembayaran dana Non Kapitasi untuk Puskesmas dan Rumah Sakit.

Pihak Pemkab memastikan anggaran tersebut tersedia, namun terkendala masalah administrasi rekening.

​Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Mamasa, Catherine Dessaratu, menjelaskan bahwa alokasi dana Non Kapitasi periode Oktober–November 2025 terbagi menjadi dua peruntukan

60 persen untuk jasa medik dan 40 persen untuk biaya operasional.

​Menurut Catherine, hambatan muncul saat proses pencairan karena adanya ketidaksesuaian dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

​”Dana tersebut ditransfer melalui rekening kas umum daerah. Namun, saat pengajuan pembayaran, ternyata dalam DPA hanya tersedia satu rekening, yaitu rekening khusus jasa medik,” ujar Catherine kepada wartawan, Selasa 10 Februari 2026.

​Akibat kendala teknis tersebut, BPKD baru bisa mencairkan 60 persen dana yang diperuntukkan bagi jasa medik.

Sementara itu, 40 persen dana untuk operasional masih tertahan karena belum memiliki pos rekening yang sesuai dalam anggaran.

​Guna mengatasi hal ini, BPKD Mamasa tengah menyiapkan proses pergeseran anggaran yang direncanakan rampung dalam bulan ini.

Langkah ini dilakukan agar dana operasional 40 persen tersebut dapat segera disalurkan ke Puskesmas dan Rumah Sakit.

​”Kami sampaikan kepada seluruh pihak Puskesmas dan Rumah Sakit bahwa dananya ada. Kami hanya menunggu proses pergeseran agar pencairan memiliki payung hukum yang tepat,” tambahnya.

Nasib Tunggakan Tahun 2024

​Mengenai tunggakan dana Non Kapitasi tahun 2024 yang dikeluhkan tenaga kesehatan, Catherine menegaskan bahwa kewajiban tersebut telah dicatat sebagai utang daerah.

Ia menyebutkan bahwa manajemen saat ini sedang melakukan pembenahan administrasi keuangan secara menyeluruh.

​”Kami baru mulai bertugas pada Agustus 2025 dan sedang fokus membenahi sejumlah utang daerah. Pembayaran (tahun 2024) akan tetap dilakukan dengan mengacu pada kondisi kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.

​Diketahui belakangan ini isu keterlambatan pembayaran dana Non Kapitasi kepada Puskesmas dan RS, rami diperbincangkan.

Dengan adanya kepastian dari BPKD ini, diharapkan kekhawatiran terkait terganggunya layanan kesehatan dapat teratasi.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivis “Warning” BPD Sulselbar Mamasa: “KUR; Modus Pinjam Nama, Aturan Main Yang Dipermainkan”

    Aktivis “Warning” BPD Sulselbar Mamasa: “KUR; Modus Pinjam Nama, Aturan Main Yang Dipermainkan”

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Sorotan terhadap tata kelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Mamasa kembali mengemuka. Kali ini, kritik keras datang dari salah satu aktivis muda Sulawesi Barat, Akbar, yang merupakan Ketua Bidang Hukum dan HAM PKC PMII Sulawesi Barat. Ia menyoroti dugaan adanya penyaluran KUR di Bank Sulselbar Cabang Mamasa yang dinilai tidak […]

  • Viral! Sepasang Kekasih di Mamasa Ucap Janji Suci di Ruang Perawatan RS

    Viral! Sepasang Kekasih di Mamasa Ucap Janji Suci di Ruang Perawatan RS

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id– Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus luar biasa menggemparkan jagat media sosial di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Demi membuktikan bahwa cinta tak mengenal batas kondisi, sepasang kekasih memilih untuk melangsungkan pemberkatan nikah di dalam ruang perawatan Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM), Kabupaten Mamasa, Selasa (13/1/2026). Momen sakral tersebut menjadi perbincangan hangat setelah akun Facebook Mamasa.id […]

  • Bupati Mamasa Gelar Buka Puasa Bersama demi Eratkan Silaturahmi

    Bupati Mamasa Gelar Buka Puasa Bersama demi Eratkan Silaturahmi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menandai satu tahun masa kepemimpinan mereka, Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama Wakil Bupati H. Sudirman menyelenggarakan agenda buka puasa bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Jumat (20/2/2026). ​Acara yang berlangsung khidmat ini mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Meningkatkan Kebersamaan dan Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan untuk Mewujudkan Mamasa Menuju Mamase.” ​Sejak pukul 16.00 […]

  • DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arwin menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pemenuhan gizi pelajar. ​Arwin menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 31 titik wilayah di Mamasa yang hingga saat ini […]

  • 200 Warga Dikukuhkan Jadi Sabuk Kamtibmas Polres Mamuju Tengah

    200 Warga Dikukuhkan Jadi Sabuk Kamtibmas Polres Mamuju Tengah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Sebanyak 200 warga dari berbagai unsur masyarakat dikukuhkan sebagai bagian dari Sabuk Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Polres Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat. Pengukuhan tersebut ditandai dengan Apel Sabuk Kamtibmas yang digelar di halaman Markas Polres Mamuju Tengah, Jalan H. Aras Tammauni, Desa Tobadak, Rabu (26/8/2026). Kegiatan itu melibatkan berbagai unsur […]

  • Sulbar Peringkat Tiga Nasional SPM TBC 2025, Capaian 126 Persen Lampaui Target Nasional

    Sulbar Peringkat Tiga Nasional SPM TBC 2025, Capaian 126 Persen Lampaui Target Nasional

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Provinsi Sulawesi Barat mencatatkan prestasi nasional di bidang kesehatan dengan meraih peringkat ketiga nasional dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) penanggulangan tuberkulosis (TBC) tahun 2025. Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah pusat dalam percepatan eliminasi TBC, sekaligus sejalan dengan visi pembangunan daerah “Sulawesi Barat Maju […]

expand_less