Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

Dana Non Kapitasi di Mamasa Tunggu Pergeseran Anggaran, Ini Penjelasan BPKD!

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 329
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa, berikan penjelasan terkait polemik keterlambatan pembayaran dana Non Kapitasi untuk Puskesmas dan Rumah Sakit.

Pihak Pemkab memastikan anggaran tersebut tersedia, namun terkendala masalah administrasi rekening.

​Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Mamasa, Catherine Dessaratu, menjelaskan bahwa alokasi dana Non Kapitasi periode Oktober–November 2025 terbagi menjadi dua peruntukan

60 persen untuk jasa medik dan 40 persen untuk biaya operasional.

​Menurut Catherine, hambatan muncul saat proses pencairan karena adanya ketidaksesuaian dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

​”Dana tersebut ditransfer melalui rekening kas umum daerah. Namun, saat pengajuan pembayaran, ternyata dalam DPA hanya tersedia satu rekening, yaitu rekening khusus jasa medik,” ujar Catherine kepada wartawan, Selasa 10 Februari 2026.

​Akibat kendala teknis tersebut, BPKD baru bisa mencairkan 60 persen dana yang diperuntukkan bagi jasa medik.

Sementara itu, 40 persen dana untuk operasional masih tertahan karena belum memiliki pos rekening yang sesuai dalam anggaran.

​Guna mengatasi hal ini, BPKD Mamasa tengah menyiapkan proses pergeseran anggaran yang direncanakan rampung dalam bulan ini.

Langkah ini dilakukan agar dana operasional 40 persen tersebut dapat segera disalurkan ke Puskesmas dan Rumah Sakit.

​”Kami sampaikan kepada seluruh pihak Puskesmas dan Rumah Sakit bahwa dananya ada. Kami hanya menunggu proses pergeseran agar pencairan memiliki payung hukum yang tepat,” tambahnya.

Nasib Tunggakan Tahun 2024

​Mengenai tunggakan dana Non Kapitasi tahun 2024 yang dikeluhkan tenaga kesehatan, Catherine menegaskan bahwa kewajiban tersebut telah dicatat sebagai utang daerah.

Ia menyebutkan bahwa manajemen saat ini sedang melakukan pembenahan administrasi keuangan secara menyeluruh.

​”Kami baru mulai bertugas pada Agustus 2025 dan sedang fokus membenahi sejumlah utang daerah. Pembayaran (tahun 2024) akan tetap dilakukan dengan mengacu pada kondisi kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.

​Diketahui belakangan ini isu keterlambatan pembayaran dana Non Kapitasi kepada Puskesmas dan RS, rami diperbincangkan.

Dengan adanya kepastian dari BPKD ini, diharapkan kekhawatiran terkait terganggunya layanan kesehatan dapat teratasi.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indikasi Pupuk Gratis Dijual, DPRD Mamasa Desak Pemda Lakukan Evaluasi Teknis

    Indikasi Pupuk Gratis Dijual, DPRD Mamasa Desak Pemda Lakukan Evaluasi Teknis

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program pupuk gratis Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun anggaran 2025 menyisakan catatan kritis. Meski bertujuan mendongkrak produktivitas pertanian, program ini diwarnai indikasi kebocoran berupa proses administrasi yang sulit hingga praktik jual beli pupuk oleh oknum penerima manfaat dan kelompok tani. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, mendesak Pemerintah Daerah […]

  • Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    Jelang Nataru, Harga Ayam Potong di Mamasa Meroket

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Jelang perhelatan akbar Hari Raya Natal tahun 2025 dan menyambut tahun 2026, Kabupaten Mamasa menyaksikan sebuah fenomena pasar yang cukup mencolok yakni meroketnya harga komoditas ayam potong. Eskalasi harga ini secara fundamental dipicu oleh lonjakan permintaan konsumen yang sangat tinggi, sebuah karakteristik lazim pada periode menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Data […]

  • BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang. Belum diketahui penyebab peristiwa tersebut. ​Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, api pertama kali terlihat membumbung tinggi dari salah satu rumah penduduk. Kondisi bangunan […]

  • Jejak Yudistira, Atlet Asal Mamasa Menaklukkan Tatami Nasional

    Jejak Yudistira, Atlet Asal Mamasa Menaklukkan Tatami Nasional

    • 0Komentar

    BALIKPAPAN, Sulbarupdate.id — Di bawah atap megah Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), aroma persaingan terasa begitu tajam. Di tengah riuh rendah teriakan suporter dan deru napas para petarung, seorang putra asli Mamasa berdiri dengan tegak. Dia adalah Briptu Yudistira Batukarang. Dengan sorot mata setajam elang, membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi prestasi yang […]

  • Demi Keadilan Sang Ayah, 2 Mahasiswi di Mamuju Layangkan Surat Terbuka untuk Presiden

    Demi Keadilan Sang Ayah, 2 Mahasiswi di Mamuju Layangkan Surat Terbuka untuk Presiden

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Dua mahasiswi asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Qaila Bilqiza Fahmi dan Aqila Balqiza Fahmi, melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia serta sejumlah pimpinan lembaga negara.  Langkah ini diambil guna mencari keadilan bagi ayah mereka, Muhammad Zulfahmi AB alias Andis, yang saat ini tengah terjerat kasus hukum pidana korupsi. Melalui […]

  • Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Dari PUS, Nyala semangat dan jejak kepemimpinan di Bumi Sulbar, Gema harapan berpadu dengan nyanyian sejarah mengalir deras di momentum sakral Pelantikan Pengurus dan Milad ke-17 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulawesi Barat tahun 2025. Di hadapan generasi muda yang berhimpun, suara Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menjadi mercusuar yang […]

expand_less