Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026
- account_circle Whelson
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi membuka kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan bagi lembaga PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF).
Kegiatan yang fokus pada optimalisasi aplikasi ARKAS, SIPlah, dan Dapodik ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (12-13 Mei 2026), bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Mamasa.
Pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, sekaligus menjadi perhelatan perdana di tahun anggaran 2026. Peserta yang hadir meliputi perwakilan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang tersebar di tiga wilayah besar Kabupaten Mamasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa, Yohanis, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital bagi tenaga pendidik saat ini bersifat wajib. Ia berharap pelatihan ini mampu menciptakan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan dinas terkait.
”Melalui pelatihan ini, kita targetkan adanya peningkatan kompetensi digital di lingkungan sekolah. Pengelolaan data pendidikan harus berjalan secara akurat, akuntabel, dan transparan,” ujar Yohanis.
Lebih lanjut, Yohanis mengingatkan arahan strategis dari BAPPENAS bahwa seluruh skema bantuan pemerintah—baik untuk satuan pendidikan formal maupun non-formal—kini sepenuhnya berbasis pada data Dapodik. Tanpa data yang valid, satuan pendidikan akan sulit mengakses dukungan program dari pusat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang PAUD Disdikbud Mamasa, Elisabeth, menyebutkan bahwa pemahaman terhadap ketiga aplikasi tersebut merupakan aspek fundamental dalam keberlangsungan operasional lembaga pendidikan.
”Pelatihan ini dipandang sangat mendesak bagi setiap lembaga PAUD dan PNF di seluruh kecamatan. Bisa dikatakan, ini adalah urat nadi dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, baik dari sisi implementasi kurikulum maupun administrasi Dapodik,” jelas Elisabeth.
Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Elisabeth mengklaim bahwa pelatihan intensif seperti ini telah membuahkan hasil maksimal. Pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan dan melihat adanya dampak positif yang signifikan terhadap tata kelola administrasi di tingkat lembaga.
Adapun aplikasi yang dilatihkan adalah ARKAS yakni Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (pengelolaan dana BOS/BOP), SIPlah, Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (pengadaan barang dan jasa) dan Dapodik, Data Pokok Pendidikan (sumber data utama pendidikan nasional).
Dengan adanya pelatihan ini, Disdikbud Mamasa berharap seluruh lembaga PAUD dan PNF di Kabupaten Mamasa dapat lebih mandiri dan profesional dalam melaporkan serta merencanakan program kerja sekolah demi kemajuan mutu pendidikan di Bumi Kondosapata.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
