Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Polisi Pastikan Isu Penculikan Anak di Tabang Mamasa Adalah Kesalahpahaman

Polisi Pastikan Isu Penculikan Anak di Tabang Mamasa Adalah Kesalahpahaman

  • account_circle Whelson
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamasa memastikan bahwa kabar mengenai dugaan penculikan anak di Kecamatan Tabang yang sempat viral di media sosial adalah murni kesalahpahaman.

Hal ini disampaikan langsung dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Mamasa, Rabu (13/5/2026).

​Kasat Reskrim Polres Mamasa, IPTU Drones Ma’dika, menjelaskan bahwa isu yang meresahkan warga tersebut bermula dari insiden yang terjadi di Dusun Rea, Desa Tabang Barat, pada Minggu (10/5/2026).

Setelah dilakukan penyidikan mendalam dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi menemukan fakta bahwa tidak ada unsur pidana penculikan dalam peristiwa tersebut.

​Laporan awalnya diterima oleh personel Polsek Pana terkait dugaan penculikan anak di bawah umur berinisial R (10).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Mamasa sempat mengamankan seorang pria bernama Suprianto sebagai terduga terlapor untuk dimintai keterangan.

Namun menurut Kasat Reskrim, hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi mengungkap fakta yang berbeda.

​Suprianto, yang datang dari Mamuju Tengah untuk mengunjungi kerabatnya di Tabang Barat, melihat anak tersebut sedang berjalan kaki sehingga ia berniat baik untuk mengantarkan R pulang ke rumahnya.

Terjadi kekeliruan komunikasi antara pihak pelapor dan terlapor yang memicu kecurigaan warga sekitar.

​Pihak kepolisian juga menyoroti kondisi psikologis keluarga korban yang saat itu sedang tidak stabil. Pada hari yang sama dengan kejadian, keluarga R baru saja tertimpa musibah tanah lonsor yang mengakibatkan rumah mereka rusak berat.

​”Ibu korban mengalami trauma berat bukan karena aksi penculikan yang nyata, melainkan akibat informasi simpang siur dari masyarakat yang menyebut anaknya akan diculik di tengah kondisi mereka yang baru saja terkena bencana alam,” ujar Kasat Reskrim.

​Mengingat adanya fakta bahwa insiden tersebut adalah kesalahpahaman, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Penyelesaian masalah ini ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan yang disaksikan oleh tokoh masyarakat dan pemerintah setempat.

​Pihak keluarga korban secara resmi meminta kepolisian untuk tidak melanjutkan perkara ini. Saat ini, keluarga fokus pada pemulihan trauma psikologis sang anak dan ibunya pasca-musibah longsor dan kegaduhan informasi yang terjadi.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Rapim Terarah, Bapenda Sulbar Satukan Strategi Pendapatan Daerah

    Menuju Rapim Terarah, Bapenda Sulbar Satukan Strategi Pendapatan Daerah

    • 0Komentar

    Mamuju  Sulbarupdate.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat internal dalam rangka mematangkan persiapan bahan Rapat Pimpinan (Rapim) sektor pendapatan. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Bapenda Sulbar, Rabu, 14 Januari 2026, dan dipimpin langsung oleh Plt. Sekretaris Bapenda Sulbar, Fahri Yusuf. Langkah ini sejalan dengan upaya mewujudkan misi Gubernur Sulawesi […]

  • Setahun Membangun, Mateng Bertransformasi Menuju Daerah Agropolitan

    Setahun Membangun, Mateng Bertransformasi Menuju Daerah Agropolitan

    • 0Komentar

    ​TOBADAK, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Pemkab Mateng) menunjukkan tren kinerja positif sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Di bawah visi besar menjadi daerah agropolitan yang maju dan berkelanjutan, kabupaten berjuluk “Bumi Manakarra” ini berhasil mencatatkan rapor hijau pada berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga reformasi birokrasi. ​Berdasarkan data capaian pembangunan, ekonomi Mamuju […]

  • PUPR Majene Tekankan Prioritas Program Urgen di Tengah Keterbatasan Anggaran

    PUPR Majene Tekankan Prioritas Program Urgen di Tengah Keterbatasan Anggaran

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, H. Mufly, menegaskan pentingnya penentuan skala prioritas dalam pelaksanaan program kerja Tahun Anggaran (TA) 2026. Hal tersebut disampaikan menyusul kondisi anggaran yang dinilai terbatas pada awal tahun ini. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya, […]

  • Pemuda Asal Mamasa Dilaporkan Hilang Sejak April

    Pemuda Asal Mamasa Dilaporkan Hilang Sejak April

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Seorang pemuda asal Rante Katoan, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, dilaporkan hilang misterius. Korban bernama Jun Palangi (24), hingga kini belum kembali ke rumah sejak meninggalkan kediamannya pada akhir April lalu. Pencarian kini tengah diintensifkan guna menemukan keberadaan pemuda tersebut pada Rabu, (13/5/2026). ​Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Jun Palangi terakhir […]

  • Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat

    Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat

    • 0Komentar

    Polman, Sulbarupdate.id – Ada pemandangan baru di dekat pintu masuk area Masjid Nuruttaubah atau masjid Imam Lapeo di Campalagian, Polewali Mandar, paling tidak sejak Rabu kemarin. Pemandangan secara kasat yang agak beda dari sebelumnya itu, sebuah baliho berukuran agak besar tersampir di dinding depan jalan. Baliho ini menampilkan tiga sosok dalam foto besar: Dr. H. […]

  • Pencarian Nelayan Hilang di Majene Meluas hingga 50 Mil, Hasil Masih Nihil

    Pencarian Nelayan Hilang di Majene Meluas hingga 50 Mil, Hasil Masih Nihil

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Memasuki hari kelima pencarian, tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran terhadap Muh. Rifai (32), nelayan asal Desa Onang yang dilaporkan jatuh dari kapalnya di perairan Majene, Sulawesi Barat. Meski area pencarian kini mencapai 50 mil laut, keberadaan korban belum juga ditemukan hingga Senin (2/2/2026) petang. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju mengerahkan […]

expand_less