Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
  • visibility 470
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang mencuat di Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Diketahui, kasus ini dialami seorang anak berusia 15 tahun di Kabupaten Mamasa. Mirisnya, pelaku diduga oknum Pegawai Negeri Sipil di salah satu Kantor Kecamatan di Kabupaten Mamasa.

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Mamasa secara tegas mengutuk aksi tersebut dan menuntut keadilan bagi korban.

Ketua Kopri PMII Mamasa, Nur Asri, menyatakan bahwa tindakan kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat serius karena berdampak pada kerusakan masa depan generasi muda.

“Ini bukan sekadar khilaf, ini adalah kejahatan kemanusiaan. Pelaku bertindak atas nafsu yang merusak masa depan generasi kita. Kami menuntut hukuman seberat-beratnya tanpa celah untuk diringankan,” tegas Nur Asri, kepada Sulbarupdate.id, Kamis (7)5)2026).

Selain menuntut sanksi maksimal bagi pelaku, Kopri PMII Mamasa juga memberikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum (APH). Mereka mendesak agar penanganan perkara ini dilakukan secara profesional tanpa ada intervensi dari pihak luar.

Kopri PMII Mamasa meminta proses hukum dilakukan secara terbuka agar publik dapat memantau perkembangan kasus.

Pihaknya juga mendesak APH agar tidak memberikan ruang negosiasi atau peringanan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual anak.

Nur Asri mengaku aka terus memastikan penyidikan berjalan murni tanpa campur tangan atau intervensi dari pihak manapun.

Nur Asri menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau jalannya proses hukum hingga vonis dijatuhkan.

Menurutnya, respons cepat dan tegas dari pihak kepolisian dan kejaksaan sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Mamasa, khususnya kaum perempuan dan anak-anak.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik di Mamasa. Kemarahan warga kian memuncak seiring desakan agar pemerintah daerah dan lembaga terkait memberikan pendampingan trauma yang intensif bagi korban.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rawat Tradisi, Ngaben Massal di Tommo Diikuti 63 Sawo

    Rawat Tradisi, Ngaben Massal di Tommo Diikuti 63 Sawo

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Ngaben Massal umat Hindu di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (10/8/2026). Sebanyak 63 sawo mengikuti rangkaian prosesi Ngaben Massal tersebut. Kegiatan ini diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah yang datang untuk menjalankan rangkaian kewajiban keagamaan sekaligus mempererat tali persaudaraan. Pelaksanaan Ngaben […]

  • Tolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: Saya Lebih Baik Jadi Petani

    Tolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: Saya Lebih Baik Jadi Petani

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Sigit menyatakan dirinya lebih memilih pensiun dan menjadi petani ketimbang harus menjabat sebagai Menteri Kepolisian jika struktur tersebut dipaksakan. Pernyataan keras tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks […]

  • Dorong Pembebasan KHL, Pemda Mamasa dan DPRD Provinsi Temui Pemprov Sulbar, Ini Hasilnya!

    Dorong Pembebasan KHL, Pemda Mamasa dan DPRD Provinsi Temui Pemprov Sulbar, Ini Hasilnya!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Barat menemui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sulawesi Barat, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut membahas persoalan kawasan hutan lindung yang berada di sejumlah wilayah Kabupaten Mamasa. Pertemuan yang berlangsung di Kantor DLHK Sulbar itu dihadiri perwakilan Pemkab Mamasa, Wakil Bupati Mamasa Sudirman, […]

  • NICOLAS MADURO

    NICOLAS MADURO

    • 0Komentar

    Oleh: Zacky Antony *CARACAS*, Kota berpenduduk sekitar 3 juta jiwa, menjelang tengah malam Sabtu (3/1) mati lampu. Bukan sedang ada pemadaman bergilir, tapi itu adalah bagian dari strategi intelijen AS. Kota dengan tingkat pembunuhan salah satu yang tertinggi di dunia itu gelap gulita. Saat itulah operasi rahasia CIA dimulai. Pukul 22.10 waktu Amerika, Presiden AS […]

  • DKPPKB Sulbar Perkuat Sistem Kesehatan 2026 Lewat Pendampingan Kemenkes

    DKPPKB Sulbar Perkuat Sistem Kesehatan 2026 Lewat Pendampingan Kemenkes

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan melalui partisipasi dalam kegiatan Penjajakan dan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, Tangerang, pada 3–7 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perencanaan, penganggaran, pengelolaan data, dan kinerja […]

  • Dua Titik Api Picu Kepanikan Warga Majene

    Dua Titik Api Picu Kepanikan Warga Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kemunculan dua titik api dalam skenario simulasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) membuat suasana di wilayah Kabupaten Majene seolah berada dalam kondisi darurat. Skenario tersebut menjadi bagian dari Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Karhutlah yang digelar Kodim 1401/Majene untuk menguji kesiapan personel serta koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman kebakaran di musim kemarau. Kegiatan […]

expand_less