Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

Kopri PMII Mamasa Desak Pelaku Predator Anak Dihukum Maksimal, Nur Asri:”Ini Kejahatan Kemanusiaan!”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 277
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang mencuat di Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat.

Diketahui, kasus ini dialami seorang anak berusia 15 tahun di Kabupaten Mamasa. Mirisnya, pelaku diduga oknum Pegawai Negeri Sipil di salah satu Kantor Kecamatan di Kabupaten Mamasa.

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Mamasa secara tegas mengutuk aksi tersebut dan menuntut keadilan bagi korban.

Ketua Kopri PMII Mamasa, Nur Asri, menyatakan bahwa tindakan kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat serius karena berdampak pada kerusakan masa depan generasi muda.

“Ini bukan sekadar khilaf, ini adalah kejahatan kemanusiaan. Pelaku bertindak atas nafsu yang merusak masa depan generasi kita. Kami menuntut hukuman seberat-beratnya tanpa celah untuk diringankan,” tegas Nur Asri, kepada Sulbarupdate.id, Kamis (7)5)2026).

Selain menuntut sanksi maksimal bagi pelaku, Kopri PMII Mamasa juga memberikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum (APH). Mereka mendesak agar penanganan perkara ini dilakukan secara profesional tanpa ada intervensi dari pihak luar.

Kopri PMII Mamasa meminta proses hukum dilakukan secara terbuka agar publik dapat memantau perkembangan kasus.

Pihaknya juga mendesak APH agar tidak memberikan ruang negosiasi atau peringanan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual anak.

Nur Asri mengaku aka terus memastikan penyidikan berjalan murni tanpa campur tangan atau intervensi dari pihak manapun.

Nur Asri menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau jalannya proses hukum hingga vonis dijatuhkan.

Menurutnya, respons cepat dan tegas dari pihak kepolisian dan kejaksaan sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat Mamasa, khususnya kaum perempuan dan anak-anak.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam publik di Mamasa. Kemarahan warga kian memuncak seiring desakan agar pemerintah daerah dan lembaga terkait memberikan pendampingan trauma yang intensif bagi korban.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MK Putuskan Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah Mulai 2029

    MK Putuskan Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah Mulai 2029

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Demokrasi Indonesia digemparkan oleh putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) yang resmi memisahkan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Nasional dan Pemilu Lokal. Kebijakan yang tertuang dalam Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 ini dijadwalkan mulai berlaku pada tahun 2029 mendatang. Dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (5/5/2026) tersebut, MK mengakhiri sistem “Pemilu 5 Kotak” yang selama ini […]

  • Puluhan Penerima PIP di Mamasa, Keluhkan Pelayanan Bank BNI

    Puluhan Penerima PIP di Mamasa, Keluhkan Pelayanan Bank BNI

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pelayanan Kantor Cabang BNI Mamasa, Kabupaten Mamasa, dikeluhkan puluhan penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Terpantau puluhan siswa yang berasal dari 17 kecamatan di Kabupaten Mamasa memadati kantor perbankan tersebut guna melakukan aktivasi rekening PIP, Senin 29 Desember 2025. Kekecewaan publik mencuat menyusul adanya pembatasan kuota pelayanan yang disebut-sebut hanya mampu melayani 50 […]

  • Tim Kerja DOB PUS Segera Bentuk Komite pada 30 Mei 2026

    Tim Kerja DOB PUS Segera Bentuk Komite pada 30 Mei 2026

    • 0Komentar

    MAMBI, SULBARUPDATE.ID – Tim Kerja Persiapan Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Pitu Ulunna Salu (PUS) bersama Panitia Rapat Akbar menggelar pertemuan di rumah Wakil Bupati Mamasa, Mambi, Senin (16/2/2026). Pertemuan tersebut membahas pemantapan pelaksanaan Rapat Akbar dalam rangka penetapan Komite Pembentukan DOB PUS. Dalam rapat itu, panitia menyepakati pelaksanaan pembentukan Komite DOB PUS pada 30 […]

  • Bupati Pasangkayu Segera Usulkan Pemberhentian Wakil Ketua DPRD

    Bupati Pasangkayu Segera Usulkan Pemberhentian Wakil Ketua DPRD

    • 0Komentar

    Pasangkayu – Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pasangkayu menggelar rapat paripurna dengan agenda pengusulan pemberhentian pimpinan DPRD Pasangkayu masa jabatan 2024–2029. Rapat paripurna tersebut berlangsung di ruang paripurna DPRD Pasangkayu, Jumat 19 Desember 2025. Rapat Paripurna DPRD tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua I DPRD Pasangkayu, Putu Purjaya. Ia menyampaikan bahwa agenda rapat paripurna […]

  • Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

    Aktivis Mamasa Kritik Keras Pernyataan Wakil Bupati Terkait Program MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto kini menuai polemik di tingkat daerah. Pasalnya, beredar kabar bahwa Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman menyebut, harga MBG per porsi berada di harga Rp. 5 ribu. Pernyataan ini menjadi sorotan sejumlah aktivis di Bumi Kondosapata. Aktivis Muda Mamasa, Tambrin, menyampaikan […]

  • Nelayan Jatuh Dari Kapal di Majene, Dua Hari Pencairan Hasil Masih Nihil

    Nelayan Jatuh Dari Kapal di Majene, Dua Hari Pencairan Hasil Masih Nihil

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Upaya pencarian terhadap Muh. Rifai (32), nelayan yang dilaporkan terjatuh dari kapal di perairan Desa Onang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, belum membuahkan hasil hingga memasuki hari kedua operasi, Jumat (30/1/2026). Tim SAR Gabungan telah memperluas area penyisiran, namun keberadaan korban masih menjadi misteri. Tim SAR membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue […]

expand_less