Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Polisi » Tolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: Saya Lebih Baik Jadi Petani

Tolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Kapolri: Saya Lebih Baik Jadi Petani

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian.

Sigit menyatakan dirinya lebih memilih pensiun dan menjadi petani ketimbang harus menjabat sebagai Menteri Kepolisian jika struktur tersebut dipaksakan.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Kapolri dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Sigit mengungkapkan bahwa dirinya sempat menerima pesan singkat yang menawarkan posisi menteri jika Polri bertransformasi di bawah kementerian. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga muruah institusi sesuai amanat reformasi.

“Hal ini saya tegaskan di hadapan Bapak/Ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian. Dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” tegas Sigit di depan anggota dewan.

Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk kehilangan jabatan demi mempertahankan posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah komando Presiden. Menurutnya, mengubah struktur tersebut justru akan berdampak sistemik pada stabilitas negara.

“Apabila ada pilihan, apakah polisi tetap berada di bawah Presiden atau ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot,” imbuhnya.

Mantan Kabareskrim ini menilai, meletakkan Polri di bawah kementerian—seperti usulan di bawah Kemendagri—hanya akan melemahkan institusi Polri, negara, bahkan posisi Presiden sendiri.

Sigit memaparkan beberapa poin krusial mengapa Polri harus tetap di bawah Kepala Negara ? Diantaranya:

-Komando langsung di bawah Presiden membuat pergerakan Polri lebih maksimal, fleksibel, dan efisien dalam menjaga keamanan nasional.

-Merujuk pada Pasal 30 ayat 4 UUD 1945, Polri adalah alat negara yang menjunjung keamanan. Hal ini diperkuat oleh TAP MPR Nomor VII Tahun 2000 yang mengatur kedudukan Polri di bawah Presiden.

-Pasca-reformasi 1998, Polri telah memisahkan diri dari TNI untuk membangun doktrin civilian police yang berfokus pada pelayanan (to serve and protect).

“Polri memiliki doktrin Tata Tentrem Kerta Raharja, bukan to kill and destroy. Inilah yang membedakan TNI dan Polri. Dengan kondisi yang ada, posisi Polri sangat ideal apabila tetap seperti saat ini,” pungkas Jenderal Sigit.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkesra Sulbar Perkuat Penyusunan dan Asistensi LKjIP dan LPPD Tahun 2025

    Pemkesra Sulbar Perkuat Penyusunan dan Asistensi LKjIP dan LPPD Tahun 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Biro Pemkesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Burahim, mengikuti Rapat Penyusunan dan Asistensi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Kerja Bagian Otonomi Daerah, Rabu (7/1/2025). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan akuntabilitas kinerja […]

  • Tim Resmob Polresta Mamuju Ringkus Komplotan Spesialis Pencurian Rumah Kosong

    Tim Resmob Polresta Mamuju Ringkus Komplotan Spesialis Pencurian Rumah Kosong

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Resmob Polresta Mamuju berhasil membongkar sindikat pencurian spesialis rumah kosong yang kerap meresahkan warga Sulawesi Barat. Tiga orang pemuda yang merupakan residivis berhasil diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP / B / 25 / I / 2026 / SPKT Polresta Mamuju pada Selasa (20/1/2026). Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir, […]

  • BREAKING NEWS:Pria di Mamasa Ditemukan Gantung diri di Pohon

    BREAKING NEWS:Pria di Mamasa Ditemukan Gantung diri di Pohon

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Warga Dusun Rante Koppe, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa digegerkan dengan penemuan sosok pria dalam keadaan gantung diri di pohon. Identitas korban bernama Obed (69). Diduga pria paruh baya tersebut nekat bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali. Korban ditemukan warga di pohon pada Senin, 29 Desember 2025 sekira pukul 21:00 Wita. […]

  • DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    DPRD Mamasa Soroti Inkonsistensi Data Dokumen LKPJ 2025

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa melayangkan kritik tajam terhadap kinerja Tim Penyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025. Hal ini dipicu oleh temuan adanya perbedaan angka yang signifikan antara data yang tersaji dalam dokumen LKPJ dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ​Wakil Ketua DPRD […]

  • 4 Pelajar Sulbar Unjuk Gigi di Ajang Duta Siswa Indonesia 2026, 2 dari Mamasa

    4 Pelajar Sulbar Unjuk Gigi di Ajang Duta Siswa Indonesia 2026, 2 dari Mamasa

    • 0Komentar

    SURABAYA, Sulbarupdate.id – Empat delegasi pelajar terbaik asal Provinsi Sulawesi Barat sukses menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional dalam ajang pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026. Kehadiran mereka menjadi representasi pemuda Bumi Manakarra yang berkarakter, inovatif, serta memiliki daya saing unggul di hadapan ratusan kontestan dari berbagai penjuru nusantara. ​Keempat pelajar yang terpilih membawa mandat daerah […]

  • Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Tabir gelap yang menyelimuti proyek pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan (Sulsel), kian tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tidak lagi sekadar membidik pelaksana teknis; kini, bidikan tajam penyidik mulai mengarah ke jantung kekuasaan legislatif. ​Setelah menetapkan enam tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji, korps adhyaksa mulai menelisik “pintu masuk” anggaran fantastis […]

expand_less