Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Akses Jalan di Aralle Makin Buruk, Warga Sakit Ditandu Sejauh 10 KM

Akses Jalan di Aralle Makin Buruk, Warga Sakit Ditandu Sejauh 10 KM

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
  • visibility 458
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kondisi infrastruktur jalan penghubung Desa Pamoseang Pangga menuju Desa Uhaidao, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, kian mencapai titik nadir.

Minimnya atensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat memicu kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat.

​Kondisi jalan yang dinilai sudah tidak layak lalui tersebut baru-baru ini memicu keprihatinan publik setelah sebuah video viral menunjukkan seorang warga yang tengah sakit harus ditandu sejauh 10 kilometer menuju Puskesmas terdekat.

Kondisi Akses Jalan di penghujung Desa Pamoseang Pangga dan Uhaidao, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamuju kian mempertahankan. (Dok. Riskul).

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa aksesibilitas kendaraan di wilayah tersebut lumpuh total akibat kerusakan jalan yang ekstrem.

​Seorang tokoh pemuda Desa Ralleanak Utara, Riskul Tona, melayangkan sorotan keras terhadap ketimpangan pembangunan yang terjadi.

Menurutnya, Desa Pamoseang Pangga seolah menjadi wilayah yang dianaktirikan di tengah deru pembangunan daerah lain.

Riskul katakan, ​saat ini Indonesia telah berumur 80 tahun merdeka dan Kabupaten Mamasa sudah berdiri selama 23 tahun, namun masyarakat di Pamoseang Pangga itu masih terjebak dalam penderitaan infrastruktur yang primitif.

“Desa tetangga telah menikmati aspal dan beton, jalan kami seolah tidak tersentuh tangan pemerintah,” tegas Riskul, kepada Sulbarupdate.id, Jumat 9 Januari 2026.

​Riskul juga mengkritisi pola komunikasi para politisi yang dinilai hanya menjadikan perbaikan jalan sebagai komoditas politik menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pilkada. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak lagi membutuhkan janji-janji manis, melainkan realisasi anggaran yang konkret.

​Dengan demikian pihaknya desak Pemkab Mamasa dan Pemprov Sulbar untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan jalan poros Desa Pamoseang Pangga pada tahun anggaran berjalan.

Ia juga meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap status “desa terpencil” yang disematkan, agar tidak ada lagi nyawa warga yang terancam karena hambatan akses kesehatan.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih menantikan langkah nyata dari pemangku kebijakan agar isolasi geografis yang mereka alami segera berakhir.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • SK 365 PPPK Kesehatan dan Pendidikan di Mamasa Diperpanjang 2 Tahun

    SK 365 PPPK Kesehatan dan Pendidikan di Mamasa Diperpanjang 2 Tahun

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa resmi perpanjang masa bakti 365 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) formasi tenaga kesehatan dan pendidikan selama dua tahun. Penyerahan Surat Keputusan (SK) perpanjangan perjanjian kerja untuk periode 2027/2028 ini dilaksanakan dalam upacara apel pagi di Lapangan Kantor Bupati Mamasa, Senin (9/2/2026). ​Penandatanganan dan penyerahan kontrak dilakukan langsung oleh […]

  • Napas Baru SMSI Sulbar, Dari Vakum Menuju Karya Nyata

    Napas Baru SMSI Sulbar, Dari Vakum Menuju Karya Nyata

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Babak baru bagi ekosistem media siber di Sulawesi Barat (Sulbar) terpancar jelas saat puluhan pemilik media berkumpul untuk menyatukan visi dalam rapat perdana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulbar. Rapat sakral ini dilaksanakan menyusul terbitnya mandat resmi dari DPP SMSI, yang memberikan kepercayaan kepada Sarman Sahuding sebagai Ketua Pelaksana Tugas (Plt) SMSI […]

  • Residivis Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Polman bersama 23,4 Gram Sabu

    Residivis Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Polman bersama 23,4 Gram Sabu

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id — Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar kembali menggagalkan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.  Seorang pria berinisial B yang berusia 29 tahun diringkus polisi karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dengan berat total 23,4 gram.  Tersangka merupakan warga Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. ​Kasus pengungkapan ini […]

  • Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

    Aktivis Mamasa Ultimatum Pelaksana Proyek RSUD Kondosapata

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata’ di Kabupaten Mamasa akhirnya mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Proyek strategis yang disebut sebagai “hadiah” dari Presiden Joko Widodo saat kunjungannya ke Mamasa itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Mamasa beberapa waktu lalu. Namun, di balik dimulainya pembangunan tersebut, muncul peringatan keras dari […]

  • Ironis, Camat di Mamasa Keluhkan Anggaran Minim Hingga Berkantor di Bangunan Pasar

    Ironis, Camat di Mamasa Keluhkan Anggaran Minim Hingga Berkantor di Bangunan Pasar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada Jumat, 17 April 2026. Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, dengan agenda khusus membedah Laporan Realisasi Anggaran (LRA) kecamatan se-Kabupaten Mamasa. ​Dalam pertemuan yang dihadiri […]

  • Perkuat Perkebunan, Pemprov Sulbar Percepat Penetapan Kebun Sumber Benih Kakao

    Perkuat Perkebunan, Pemprov Sulbar Percepat Penetapan Kebun Sumber Benih Kakao

    • 0Komentar

    Mamuju, sulbarupdate.id – Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mutu hasil panen sektor perkebunan, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus mengakselerasi penetapan kebun sumber benih kakao di wilayah Sulbar. Langkah ini diambil untuk memastikan petani mendapatkan akses terhadap benih unggul dan bersertifikat guna mendukung program pengembangan tanaman perkebunan. Hal […]

expand_less