Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 515
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Matahari di ufuk Mamasa seolah bersinar lebih redup dari biasanya pada Senin, 29 Desember 2015. Di antara ratusan derap langkah pegawai yang bersuka cita, ada sepasang kaki yang melangkah dengan berat namun penuh martabat.

Dialah Nenni, seorang wanita yang menghabiskan dua dekade usianya dalam sunyi pengabdian di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa.

Selama dua puluh tahun, Nenni adalah saksi bisu pasang surutnya roda pemerintahan. Ia adalah personifikasi dari kesabaran yang tak bertepi, bekerja tanpa keluh meski statusnya hanya bergantung pada selembar kertas kontrak yang kerap tak menentu.

Namun pagi ini, sebuah takdir unik sekaligus getir telah digariskan untuknya.

Langkah Nenni menuju panggung utama bukan sekadar langkah biasa. Itu adalah langkah menuju puncak penantian panjangnya untuk menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Sebuah pengakuan negara yang telah lama ia impikan dalam setiap sujud dan doa-doanya. Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip sebuah kenyataan yang mengiris kalbu. SK yang ia terima hari ini bukan sekadar gerbang menuju status baru, melainkan juga sebuah tanda perpisahan.

Di hari yang sama saat ia resmi menyandang status PPPK, di detik itu pula Nenni harus memasuki masa purnabakti (Pensiun).Ia diangkat untuk langsung dipensiunkan.

Saat namanya menggema di pengeras suara, suasana lapangan yang riuh seketika berubah hening. Nenni tidak sendiri namun ia melangkah bersama Nurdin, rekan seperjuangan dari PKM Mambi yang juga merasakan takdir serupa.

Keduanya berdiri di panggung, menjadi pusat gravitasi dari ribuan pasang mata yang mulai berkaca-kaca.

Isak tangis Nenni pecah seketika saat ia berdiri di panggung disaksikan puluhan ribu mata. Bukan tangis kesedihan karena kehilangan pekerjaan, melainkan tangis haru atas sebuah kehormatan yang akhirnya tiba di penghujung jalan.

Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, yang berdiri di hadapannya pun tak kuasa membendung air mata. Ketegaran seorang pemimpin luruh seketika melihat betapa besar cinta seorang abdi negara terhadap profesinya.

Tangan sang Wakil Bupati tampak bergetar saat menyerahkan bingkisan penghargaan kepada dua pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Bupati Mamasa yang berada di samping kedua pahlawan itu pun tertunduk, menyeka sudut matanya yang basah. Di atas panggung itu, bukan lagi tentang birokrasi atau angka-angka statistik, melainkan tentang penghargaan setinggi-tingginya terhadap kemanusiaan dan loyalitas yang melampaui logika.

“Jangan lihat nilainya. Ini adalah bentuk apresiasi terdalam dari Pemerintah Daerah Mamasa atas pengabdian tanpa pamrih yang telah kalian berikan selama puluhan tahun.” ungkap Sudirman.

Setiap kata yang terucap dari bibir sang Wakil Bupati seolah menjadi melodi melankolis yang menyayat hati siapa pun yang mendengar.

Ribuan pegawai yang hadir terdiam. Banyak di antaranya yang tertunduk lesu dengan air mata yang mengalir deras di pipi mereka.

Bagi Nenni, momen yang paling sakral bukanlah gaji atau tunjangan yang akan ia terima sebagai pensiunan, melainkan kain bermotif batik biru yang ia kenakan. Sebuah identitas yang selama dua puluh tahun hanya bisa ia pandang dari kejauhan dengan rasa rindu yang mendalam.

“Saya sangat senang, Pak. Meski harus langsung pensiun, keinginan saya untuk mengenakan baju Korpri ini akhirnya kesampaian juga. Saya ingin pulang dengan rasa bangga sebagai bagian resmi dari korps ini,” bisik Nenni di antara sisa isak tangisnya saat ditemui usai prosesi.

Ada sebuah keikhlasan yang luar biasa dalam senyum getirnya. Nenni membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu tentang berapa lama kita menjabat, tetapi tentang seberapa besar cinta yang kita berikan hingga garis finis ditentukan oleh waktu.

Senin itu, Lapangan Kondosapata menjadi saksi sebuah drama kehidupan yang paripurna. Nenni dan Nurdin pulang dengan seragam biru mereka, bukan menuju meja kerja, melainkan menuju masa tua yang penuh dengan kenangan manis tentang sebuah penantian yang berakhir indah, meski hanya sekejap mata.

Dua puluh tahun untuk satu hari yang abadi. Di Mamasa, sejarah mencatat bahwa kesetiaan adalah mata uang yang takkan pernah lekang oleh waktu, meski hanya dibayar dengan sebuah perpisahan di puncak pencapaian.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Pj Bupati Polman Ditahan Kejari Terkait Kasus Penipuan Seragam Linmas

    Mantan Pj Bupati Polman Ditahan Kejari Terkait Kasus Penipuan Seragam Linmas

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar resmi menahan mantan Penjabat (Pj) Bupati Polewali Mandar, Muhammad Ilham Borahima, Kamis 18 Desember 2025. Ilham Borahima ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan pengadaan seragam Linmas untuk Pemilu dan Pilkada 2024. Penahanan dilakukan setelah Kejari Polman menerima pelimpahan tahap II (tersangka dan barang bukti) […]

  • 2 Pekan Hilang di Hutan Botteng, Sakir Masih Dicari

    2 Pekan Hilang di Hutan Botteng, Sakir Masih Dicari

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian intensif terhadap Sakir (14), seorang remaja asal Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, yang dilaporkan hilang di kawasan hutan sejak Minggu (29/3/2026) lalu. Hingga saat ini memasuki pekan kedua dikabarkan hilang, keberadaan korban masih misterius. ​Dari informasi yang dihimpun TIm Sulbarupdate.id, peristiwa bermula saat korban terakhir […]

  • Tingkatkan Pelayanan Publik, Polres Mamuju Tengah Gencarkan Layanan SIM Keliling

    Tingkatkan Pelayanan Publik, Polres Mamuju Tengah Gencarkan Layanan SIM Keliling

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terus mengoptimalkan kualitas pelayanan publik dengan menggencarkan program Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling.  Layanan jemput bola ini dioperasikan secara bergilir di berbagai lokasi strategis di wilayah kecamatan se-Kabupaten Mamuju Tengah. Program unggulan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin memperpanjang masa […]

  • Tim Khusus Dibentuk, Usut Tuntas Anak Putus Sekolah di Sulbar

    Tim Khusus Dibentuk, Usut Tuntas Anak Putus Sekolah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Angka anak putus sekolah (APS) di Sulawesi Barat masih jadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki layanan pendidikan, tapi grafik penurunannya belum terlihat signifikan. Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) mengatakan persoalan ini harus dibenahi dari akarnya. Ia ingin penyebab anak putus sekolah atau anak tidak sekolah digali lebih […]

  • Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, secara terbuka melayangkan kecaman terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah. ​Alim mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, ditemukan pola pengelolaan anggaran yang […]

  • Diduga Dianiaya Mertua Saat Jemput Anak, Wanita di Mamasa Lapor Polisi

    Diduga Dianiaya Mertua Saat Jemput Anak, Wanita di Mamasa Lapor Polisi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan penganiayaan dalam lingkup keluarga terjadi di Dusun Tusan, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa. Seorang perempuan bernama Wahyuni Wulan Dari melaporkan mertuanya sendiri ke pihak berwajib atas dugaan tindak kekerasan fisik. Kronologi Kejadian Peristiwa tersebut bermula pada Rabu (24/4/2024), saat korban mendatangi kediaman mertuanya dengan maksud menjemput sang anak yang sebelumnya […]

expand_less