Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 417
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Matahari di ufuk Mamasa seolah bersinar lebih redup dari biasanya pada Senin, 29 Desember 2015. Di antara ratusan derap langkah pegawai yang bersuka cita, ada sepasang kaki yang melangkah dengan berat namun penuh martabat.

Dialah Nenni, seorang wanita yang menghabiskan dua dekade usianya dalam sunyi pengabdian di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa.

Selama dua puluh tahun, Nenni adalah saksi bisu pasang surutnya roda pemerintahan. Ia adalah personifikasi dari kesabaran yang tak bertepi, bekerja tanpa keluh meski statusnya hanya bergantung pada selembar kertas kontrak yang kerap tak menentu.

Namun pagi ini, sebuah takdir unik sekaligus getir telah digariskan untuknya.

Langkah Nenni menuju panggung utama bukan sekadar langkah biasa. Itu adalah langkah menuju puncak penantian panjangnya untuk menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Sebuah pengakuan negara yang telah lama ia impikan dalam setiap sujud dan doa-doanya. Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip sebuah kenyataan yang mengiris kalbu. SK yang ia terima hari ini bukan sekadar gerbang menuju status baru, melainkan juga sebuah tanda perpisahan.

Di hari yang sama saat ia resmi menyandang status PPPK, di detik itu pula Nenni harus memasuki masa purnabakti (Pensiun).Ia diangkat untuk langsung dipensiunkan.

Saat namanya menggema di pengeras suara, suasana lapangan yang riuh seketika berubah hening. Nenni tidak sendiri namun ia melangkah bersama Nurdin, rekan seperjuangan dari PKM Mambi yang juga merasakan takdir serupa.

Keduanya berdiri di panggung, menjadi pusat gravitasi dari ribuan pasang mata yang mulai berkaca-kaca.

Isak tangis Nenni pecah seketika saat ia berdiri di panggung disaksikan puluhan ribu mata. Bukan tangis kesedihan karena kehilangan pekerjaan, melainkan tangis haru atas sebuah kehormatan yang akhirnya tiba di penghujung jalan.

Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, yang berdiri di hadapannya pun tak kuasa membendung air mata. Ketegaran seorang pemimpin luruh seketika melihat betapa besar cinta seorang abdi negara terhadap profesinya.

Tangan sang Wakil Bupati tampak bergetar saat menyerahkan bingkisan penghargaan kepada dua pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Bupati Mamasa yang berada di samping kedua pahlawan itu pun tertunduk, menyeka sudut matanya yang basah. Di atas panggung itu, bukan lagi tentang birokrasi atau angka-angka statistik, melainkan tentang penghargaan setinggi-tingginya terhadap kemanusiaan dan loyalitas yang melampaui logika.

“Jangan lihat nilainya. Ini adalah bentuk apresiasi terdalam dari Pemerintah Daerah Mamasa atas pengabdian tanpa pamrih yang telah kalian berikan selama puluhan tahun.” ungkap Sudirman.

Setiap kata yang terucap dari bibir sang Wakil Bupati seolah menjadi melodi melankolis yang menyayat hati siapa pun yang mendengar.

Ribuan pegawai yang hadir terdiam. Banyak di antaranya yang tertunduk lesu dengan air mata yang mengalir deras di pipi mereka.

Bagi Nenni, momen yang paling sakral bukanlah gaji atau tunjangan yang akan ia terima sebagai pensiunan, melainkan kain bermotif batik biru yang ia kenakan. Sebuah identitas yang selama dua puluh tahun hanya bisa ia pandang dari kejauhan dengan rasa rindu yang mendalam.

“Saya sangat senang, Pak. Meski harus langsung pensiun, keinginan saya untuk mengenakan baju Korpri ini akhirnya kesampaian juga. Saya ingin pulang dengan rasa bangga sebagai bagian resmi dari korps ini,” bisik Nenni di antara sisa isak tangisnya saat ditemui usai prosesi.

Ada sebuah keikhlasan yang luar biasa dalam senyum getirnya. Nenni membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu tentang berapa lama kita menjabat, tetapi tentang seberapa besar cinta yang kita berikan hingga garis finis ditentukan oleh waktu.

Senin itu, Lapangan Kondosapata menjadi saksi sebuah drama kehidupan yang paripurna. Nenni dan Nurdin pulang dengan seragam biru mereka, bukan menuju meja kerja, melainkan menuju masa tua yang penuh dengan kenangan manis tentang sebuah penantian yang berakhir indah, meski hanya sekejap mata.

Dua puluh tahun untuk satu hari yang abadi. Di Mamasa, sejarah mencatat bahwa kesetiaan adalah mata uang yang takkan pernah lekang oleh waktu, meski hanya dibayar dengan sebuah perpisahan di puncak pencapaian.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • WASPADA! Penipuan Catut Nama Wagub Sulbar Modus Bantuan Masjid

    WASPADA! Penipuan Catut Nama Wagub Sulbar Modus Bantuan Masjid

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Modus operandi penipuan dengan mencatut nama pejabat publik kembali menggemparkan masyarakat di Sulawesi Barat (Sulbar). Kali ini, nama Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan berkedok penyaluran dana bantuan pembangunan masjid. Peristiwa ini terungkap pada Jumat, 12 Desember 2025. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku […]

  • Pemkab Majene Angkat 5.749 PPPK Paruh Waktu, Gaji Tak Berubah

    Pemkab Majene Angkat 5.749 PPPK Paruh Waktu, Gaji Tak Berubah

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene resmi memberikan kepastian status bagi ribuan tenaga honorer melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Sebanyak 5.749 pegawai menerima SK tersebut dalam upacara di halaman rumah jabatan Bupati Majene, pada akhir tahun lalu. Meski telah beralih status menjadi PPPK Paruh Waktu (PW), besaran […]

  • Dari Natal hingga Isra Mi’raj, Suhardi Duka: Sulbar Rumah Toleransi

    Dari Natal hingga Isra Mi’raj, Suhardi Duka: Sulbar Rumah Toleransi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadirannya dalam dua momentum keagamaan berbeda, yakni perayaan Natal Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Kabupaten Mamuju dan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kamis, 15 Januari 2026. Pada pukul 19.00 Wita, Gubernur Suhardi […]

  • Perkuat Tata Kelola dan SDM, Pemprov Sulbar Gandeng UGM Lewat Kesepahaman Strategis

    Perkuat Tata Kelola dan SDM, Pemprov Sulbar Gandeng UGM Lewat Kesepahaman Strategis

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara Malam Ramah Tamah di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam (17/01/2026). Sinergi ini difokuskan pada penguatan empat sektor utama: pendidikan, riset, pengembangan sumber daya manusia […]

  • Kinerja Perdagangan Luar Negeri Sulbar Menguat, Ekspor Dominan Sawit dan Produk Turunannya   

    Kinerja Perdagangan Luar Negeri Sulbar Menguat, Ekspor Dominan Sawit dan Produk Turunannya  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Nilai ekspor Sulbar tercatat mencapai US$643,00 juta atau naik 46,41 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Hal ini juga sebagai upaya mewujudkan visi dan misi Pancadaya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakilnya Salim S Mengga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Berdasarkan data terbaru capaian tingkat provinsi, Mamuju Tengah sukses menempati posisi puncak di antara kabupaten lainnya di Sulawesi Barat dengan raihan skor 63,82. Angka tersebut menempatkan Mamuju Tengah dalam kategori “Inovatif” dan menjadikannya satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut […]

expand_less