Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Tim Khusus Dibentuk, Usut Tuntas Anak Putus Sekolah di Sulbar

Tim Khusus Dibentuk, Usut Tuntas Anak Putus Sekolah di Sulbar

  • account_circle Amr
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • visibility 355
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Angka anak putus sekolah (APS) di Sulawesi Barat masih jadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki layanan pendidikan, tapi grafik penurunannya belum terlihat signifikan.

Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) mengatakan persoalan ini harus dibenahi dari akarnya. Ia ingin penyebab anak putus sekolah atau anak tidak sekolah digali lebih rinci.

“Pertama kita cari akar masalahnya, bisa saja banyak terjadi, saya belum mendapatkan laporan berapa bangku yang tersedia di SMP kelas 3 dengan bangku yang tersedia di SMA dan SMK, nah kalau itu selisih berarti itu salah satu akibatnya adalah sarana, tapi kalau ternyata seimbang berarti ada masalah apakah persoalan ekonomi, ataukah persoalan mental, bisa juga persoalan tenaga kerja,” tutur Suhardi Duka, Selasa 13 Januari 2026.

Kalau gambaran dasarnya sudah jelas, kata dia, intervensi program yang dijalankan dipastikan lebih tepat sasaran.

“Kalau semua itu bisa ketahui barulah di situ kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan apa yang kita intervensi,” jelas SDK.

SDK mengatakan, anak putus sekolah bukan persoalan kecil. Masalah itu tak boleh dibiarkan berlarut, olehnya itu ia telah memerintahkan dinas terkait untuk segera menelusuri penyebab anak putus sekolah.

“APS, Anak putus sekolah, itu adalah masalah dan tak boleh dibiarkan terus menerus seperti itu, dengan demikian upaya untuk meningkatkan IPM kita bisa kita naikkan,” jelasnya.

Tahun 2025 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar memang naik satu poin, tapi SDK bilang capaian itu bisa lebih baik kalau APS ditangani serius. Ia menargetkan angka IPM bisa bergerak ke kisaran 75–76.

Baru-baru ini, dalam pertemuan bersama Komisi IV DPRD Sulbar dan Dinas Pendidikan, muncul usulan pembentukan tim khusus untuk mengusut penyebab utama APS.

Suhardi Duka menerima ide tersebut dan menilai langkah ini bisa mempercepat temuan di lapangan mulai dari situasi sekolah, kondisi ekonomi keluarga, hingga faktor sosial yang membuat anak tak melanjutkan pendidikan.

“Boleh, boleh kita bentuk itu tim, apakah tim terpadu pemerintah atau melibatkan kabupaten, melibatkan lembaga sosial bisa juga, saya sambut baik,” ujarnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pencarian Nelayan Hilang di Majene Meluas hingga 50 Mil, Hasil Masih Nihil

    Pencarian Nelayan Hilang di Majene Meluas hingga 50 Mil, Hasil Masih Nihil

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Memasuki hari kelima pencarian, tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran terhadap Muh. Rifai (32), nelayan asal Desa Onang yang dilaporkan jatuh dari kapalnya di perairan Majene, Sulawesi Barat. Meski area pencarian kini mencapai 50 mil laut, keberadaan korban belum juga ditemukan hingga Senin (2/2/2026) petang. Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mamuju mengerahkan […]

  • Ribuan Penerima Manfaat Nikmati Makan Bergizi Gratis di Sumarorong

    Ribuan Penerima Manfaat Nikmati Makan Bergizi Gratis di Sumarorong

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumarorong Batang Uru, Kabupaten Mamasa, kembali menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat. Penyaluran dipusatkan di Aula Tondok Tallu, Kelurahan Sumarorong, Kecamatan Sumarorong, Selasa (8/9/2026). Sebanyak 2.913 penerima manfaat menikmati MBG tersebut. Mulai dari anak sekolah, pendidik, hingga kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan […]

  • Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id  – Puluhan warga di Desa Tapua dan Desa Ba’ba Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, bahu-membahu membangun jalan limpas (lintasan batu) di aliran sungai setempat, Senin (20/4/2026). ​Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai jalur alternatif lantaran jembatan utama sepanjang 20 meter yang menjadi tumpuan warga telah putus akibat terjangan banjir […]

  • Rawat Kedamaian, Densus 88 Sulbar Hadirkan Aksi Sosial di Pepana Mambi

    Rawat Kedamaian, Densus 88 Sulbar Hadirkan Aksi Sosial di Pepana Mambi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kehadiran Korps Burung Hantu di Sulawesi Barat kini tidak lagi melulu diidentikkan dengan penegakan hukum yang kaku.  Melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Barat Densus 88 Antiteror Polri, negara hadir membawa kedamaian dan kepedulian nyata yang menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan sosial masyarakat. Kehangatan itu kembali singgah di Lingkungan Pepana, Kelurahan […]

  • Dinilai Kebal Hukum, Aktivis Bakal Laporkan Hotel Nusantara Grup ke Polda Sulbar

    Dinilai Kebal Hukum, Aktivis Bakal Laporkan Hotel Nusantara Grup ke Polda Sulbar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Salah satu Aktivis Mamasa, Muhammad Akbar, menyatakan kekecewaannya atas lambannya respons aparat penegak hukum (APH) terkait dugaan pelanggaran operasional yang dilakukan oleh Hotel Nusantara Grup. Diketahui hotel Nusantara Grup tersebut terletak di Jalan Poros Mamasa-Polewali, Desa Osango, Kabupaten Mamasa. Akbar menduga hotel Nusantara Grup tersebut beroperasi tanpa kelengkapan izin yang jelas. Kepada […]

  • Bau Menyengat Selimuti DPRD Polman, Diduga Asal Limbah MBG

    Bau Menyengat Selimuti DPRD Polman, Diduga Asal Limbah MBG

    • 0Komentar

    Polewali Mandar – Sulbarupdate.id Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Takatidung II, Kabupaten Polewali Mandar, menuai keluhan. Limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur tersebut diduga memunculkan bau tidak sedap yang menyebar hingga ke Jalan Andi Depu, tepat di sekitar Gedung DPRD Polman. Informasi ini dilansir […]

expand_less