Khamenei Tuding AS dan Zionis di Balik Kerusuhan Iran
- account_circle Ancha
- calendar_month Sab, 17 Jan 2026
- visibility 275
- comment 0 komentar

TEHERAN, Sulbarupdate.id – Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Imam Ali Khamenei, melontarkan pernyataan keras terkait situasi keamanan dalam negeri.
Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) dan rezim Zionis merupakan dalang di balik rangkaian “fitnah” dan kerusuhan terbaru yang melanda Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei saat berpidato di hadapan ribuan warga dalam peringatan Idul Mab’ats di Teheran, Jumat (16/1/2026).
Tudingan Terhadap AS dan Zionis
Dalam pidatonya, Khamenei secara terbuka melabeli Presiden Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas timbulnya korban jiwa dan kerusakan fasilitas publik.
Ia membantah narasi internasional yang menyudutkan pemerintah Iran terkait penanganan kerusuhan tersebut.
“Amerika dan rezim Zionis adalah pihak yang bersalah. Tuduhan yang diarahkan kepada rakyat Iran merupakan kebohongan besar,” tegas Khamenei di hadapan massa yang hadir.
Khamenei menjelaskan bahwa aksi kekerasan, pembakaran, dan perusakan di jalanan bukanlah representasi dari aspirasi rakyat, melainkan kejahatan terorganisasi yang dirancang oleh pihak asing.
Apresiasi Aparat Keamanan dan Persatuan Rakyat
Lebih lanjut, ia memberikan apresiasi tinggi kepada aparat keamanan dan kepolisian Iran yang dinilai telah berkorban demi meredam gejolak. Menurutnya, sinergi antara pejabat negara dan dukungan rakyat menjadi kunci gagalnya konspirasi musuh.
“Para pejabat negara, termasuk presiden, turun langsung ke lapangan. Rakyat Iran, dengan persatuan mereka, berhasil menyelesaikan semua ini,” ujarnya.
Soroti Tekanan Ekonomi
Meski mengklaim stabilitas keamanan telah terkendali, Khamenei tidak menutup mata terhadap kondisi internal. Ia mengakui bahwa masyarakat Iran saat ini tengah berada dalam tekanan ekonomi yang berat.
Ia pun menginstruksikan pemerintah untuk segera mengambil langkah nyata dan bekerja lebih keras dalam mengatasi kesulitan hidup yang dirasakan warga.
Menutup pidatonya, Khamenei menegaskan posisi diplomasi Iran yang tetap mengutamakan perdamaian.
Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa setiap tindakan kriminal yang mengancam kedaulatan Iran tidak akan dibiarkan begitu saja.
“Kami tidak menginginkan perang. Tetapi kejahatan, dari siapa pun dan dari mana pun asalnya, tidak akan dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Ancha
