Gus Kikin Resmi Nahkodai PBNU 2026–2031, Dipilih Melalui Musyawarah AHWA
- account_circle Ancha
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 19
- comment 0 komentar

JATIM, Sulbarupdate.id — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak kepemimpinan baru. KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Gus Kikin, resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Gus Kikin dipilih melalui mekanisme musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sembilan ulama yang tergabung dalam AHWA bermusyawarah untuk menentukan sosok yang akan memimpin organisasi Nahdlatul Ulama untuk lima tahun mendatang.
Keputusan itu kemudian diumumkan dalam forum muktamar setelah proses musyawarah yang berlangsung pada Senin pagi.
Nama Gus Kikin sebelumnya memang telah menempati posisi teratas dalam tahap penjaringan calon Ketua Umum PBNU. Dari 2.397 suara yang masuk, ia memperoleh 472 suara.
Perolehan tersebut membuat Gus Kikin menjadi salah satu dari lima nama yang melanjutkan proses pemilihan. Kelima nama itu selanjutnya mendapat persetujuan Rais Aam PBNU terpilih sebelum diserahkan kepada AHWA untuk diputuskan melalui musyawarah.
Proses tersebut merupakan bagian dari mekanisme baru pemilihan Ketua Umum PBNU yang disepakati dalam Muktamar ke-35 NU. Sebelumnya, mayoritas peserta muktamar menyetujui perubahan mekanisme pemilihan dari pola pemungutan suara langsung menjadi mekanisme yang melibatkan AHWA.
Dengan terpilihnya Gus Kikin, kepemimpinan PBNU untuk periode 2026–2031 resmi terbentuk. Pada periode yang sama, KH Miftachul Akhyar ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU.
Gus Kikin bukan sosok baru dalam struktur Nahdlatul Ulama. Ia dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, dan sebelumnya dipercaya memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.
Selain memiliki latar belakang kuat dalam lingkungan pesantren, Gus Kikin juga merupakan bagian dari keluarga besar pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy’ari.
Terpilihnya Gus Kikin kini membuka fase baru bagi PBNU. Tantangan kepemimpinan lima tahun ke depan tidak hanya berkaitan dengan konsolidasi internal organisasi, tetapi juga bagaimana NU tetap mampu menjawab persoalan keumatan, pendidikan, sosial, ekonomi, serta dinamika kebangsaan.
Muktamar ke-35 NU selanjutnya akan melanjutkan agenda penyusunan kepengurusan PBNU masa khidmat 2026–2031.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
