Idul Adha di Tammerodo, Bupati Majene Gaungkan Semangat “Siwaliparri”
- account_circle Juita
- calendar_month Rab, 27 Mei 2026
- visibility 360
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan warnai pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah 2026 Masehi di Lapangan Sport Center, Dusun Pande-Pandeng, Desa Tammerodo Utara, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (27/05/2026).
Momentum hari besar bagi seluruh umat Islam ini dihadiri Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Majene, Hj. Andi Najmah B. Fatta.

Suasana pelaksanaan Shalat Idul Adha di Tammerro’do Sendana, Kabupaten Majene, Rabu (27/5/2026). Foto/Juita
Pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini terselenggara melalui kolaborasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Tammerodo Sendana, Pemerintah Kecamatan Tammerodo Sendana, serta Pemerintah Desa Tammerodo Utara.
Sejak pagi hari, lapangan dipadati jemaah yang datang dari berbagai desa untuk bersama-sama menunaikan ibadah Salat Idul Adha.
Bertindak sebagai Imam salat yakni Dr. Muhammad Adil, sementara khutbah Idul Adha disampaikan oleh H. Tamrin.
Momentum hari Qurban tersebut H. Tamrin menyampaikan pesan-pesan religius tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial.
Dalam sambutan pembukanya, Camat Tammerodo Sendana, Edi Bastian, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Bupati Majene bersama rombongan di tengah masyarakat Tammerodo Sendana.
Menurutnya, momentum Idul Adha bukan hanya menjadi sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi ruang memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kehadiran Bapak Bupati di tengah-tengah masyarakat Tammerodo Sendana merupakan suatu kebanggaan dan berkah bagi kami semua.
Semoga momentum Idul Adha ini semakin mempererat tali silaturahmi, memperkokoh rasa persaudaraan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Edi Bastian.
Pada kesempatan tersebut, Edi juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para jemaah haji asal Majene yang saat ini sedang menunaikan ibadah di tanah suci agar diberikan kesehatan, keselamatan, dan kembali ke daerah sebagai haji yang mabrur.
Selain itu, ia turut melaporkan jumlah hewan kurban di wilayah Kecamatan Tammerodo Sendana pada Idul Adha tahun ini.
“Untuk pelaksanaan kurban tahun ini, jumlah hewan kurban di Kecamatan Tammerodo Sendana tercatat kurang lebih sebanyak 70 ekor sapi dan 15 ekor kambing,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, dalam sambutannya mengajak seluruh jemaah untuk terus meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Bupati menegaskan bahwa hakikat ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan semata, melainkan sebagai bentuk pengorbanan spiritual untuk membersihkan hati dari sifat egoisme, kebencian, dan perpecahan.
“Nilai utama yang ingin kita petik dari ibadah kurban ini adalah bagaimana kita mampu mengikis habis sifat saling membenci di antara sesama manusia. Semangat berbagi dan kepedulian sosial harus terus tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat Majene,” tutur Bupati.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Majene itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan membangun daerah dengan semangat kearifan lokal “Siwaliparri”.
Menurutnya, semangat kebersamaan, gotong royong, dan saling membantu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Mari kita bersama-sama menghidupkan kembali semangat ‘Majene Rumah Kita’ melalui pembangunan yang berkelanjutan. Visi kita jelas, yaitu menjadikan Majene sebagai daerah yang maju, mandiri, dan berbudaya dalam bingkai religius. Karena itu, saya memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar program-program pembangunan dapat berjalan dengan baik demi kemajuan daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.
Momentum Idul Adha di Tammerodo Sendana tahun ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat Majene dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
