Antrean Mengular di SPBU Lembang Majene, Warga Keluhkan Prioritas Pengisian Jeriken
- account_circle Juita
- calendar_month Sab, 13 Jun 2026
- visibility 167
- comment 0 komentar

Aktivitas dugaan pengisian Jerigen di SPBU Lembang Majene, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).Foto/Juita.
MAJENE, Sulbarupdate.id – Antrean kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan poros di SPBU Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menuai sorotan tajam dari para pengguna jalan.
Kemacetan panjang ini diduga dipicu oleh pihak SPBU yang lebih memprioritaskan pengisian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken ketimbang kendaraan bermotor.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (14/6/2026), antrean kendaraan roda empat tampak memanjang keluar dari area SPBU pada jam-jam tertentu.
Kondisi ini tidak hanya menghambat efisiensi waktu para pengendara, tetapi juga mulai mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur poros tersebut.
Salah seorang pengendara yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa masyarakat tidak melarang pengisian BBM menggunakan jeriken untuk keperluan tertentu. Namun, ia menyayangkan buruknya manajemen antrean dari pihak SPBU.
”Kami tidak melarang pengisian menggunakan jeriken. Tetapi kalau bisa, kendaraan yang sudah mengantre panjang didahulukan. Antrean mobil sampai keluar ke jalan poros sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).
Keluhan senada disampaikan oleh sejumlah pengemudi lain. Mereka merasa waktu tunggu menjadi jauh lebih lama ketika beberapa jeriken diisi secara bersamaan di pom yang sama. Pengendara berharap manajemen SPBU dapat menerapkan sistem pengaturan yang lebih efektif dan adil.
Dugaan Praktik Pungli oleh Oknum Petugas
Di sisi lain, mencuat keresahan di tengah masyarakat mengenai akar masalah yang terus berulang di SPBU Lembang ini. Muncul dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) atau “jatah tembak” sebesar Rp10.000 per jeriken yang diberikan kepada oknum pegawai SPBU demi memuluskan pengisian skala besar tersebut.
Warga mendesak adanya pengawasan ketat, penjadwalan khusus untuk pengisian jeriken, serta evaluasi menyeluruh dari pihak pengelola bersama instansi terkait agar hak konsumen pengguna kendaraan tetap terlindungi.
Pihak SPBU Belum Memberikan Keterangan
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU Lembang belum memberikan respons atau keterangan resmi terkait keluhan kemacetan serta dugaan miring mengenai pengisian jeriken tersebut.
Kondisi arus lalu lintas di sekitar jalan poros SPBU Lembang masih terus dipantau oleh pengguna jalan yang berharap ada tindakan penertiban segera agar pelayanan dapat berlangsung lebih tertib dan cepat.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
