Gubernur Sulbar Instruksikan Standarisasi Rujukan Stunting di Seluruh RSUD
- account_circle Ancha
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- visibility 395
- comment 0 komentar

Oplus_131072
MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara instruktif memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi untuk segera mereplikasi dan meluncurkan Pos Pelayanan Terpadu Rujukan Stunting di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada lima kabupaten di Sulbar.
Langkah strategis ini diambil guna memacu percepatan penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut.
Instruksi tegas ini disampaikan saat peresmian Pos Operasional Pelayanan Rujukan Stunting di RSUD Kabupaten Mamuju, Senin (22/12/2025).
Gubernur menekankan pentingnya pemerataan akses layanan berkualitas tinggi.
Ia mendesak agar kabupaten lain, seperti Polewali Mandar, Majene, dan Mamasa, segera menetapkan RSUD masing-masing sebagai sentra rujukan.
“Penanganan terpadu ini harus berjalan simultan dan selaras dengan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat,” tegas Suhardi Duka.
Dalam upaya memperkuat urgensi penanganan, Gubernur melakukan restrukturisasi komando lapangan. Ia menegaskan bahwa urusan krusial seperti stunting dan kemiskinan ekstrem tidak lagi hanya dibebankan kepada kepala OPD secara sektoral.
Gubernur secara khusus menugaskan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga, untuk memegang kendali koordinasi.
“Saya meminta kesediaan Pak Wakil Gubernur untuk memimpin langsung, menggerakkan, serta mengarahkan seluruh instrumen yang ada agar penanganan ini mencapai target yang konkret,” tambahnya.
Pos Rujukan Stunting di level RSUD ini diproyeksikan menjadi episentrum pelayanan dan pendampingan terintegrasi.
Fokus utamanya adalah menyinergikan intervensi spesifik dan sensitif gizi secara holistik demi menjamin lahirnya generasi masa depan Sulawesi Barat yang unggul dan bebas stunting.(*)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
