Dugaan Pemangkasan Anggaran Media, RDP DPRD Jeneponto Berlangsung Alot
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- visibility 187
- comment 0 komentar

JENEPONTO – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Jeneponto bersama puluhan jurnalis pada Rabu (28/1) berakhir memanas.
Pertemuan tersebut menyoroti dugaan “penyunatan” anggaran publikasi media di Sekretariat DPRD Jeneponto tahun anggaran 2026 yang dinilai tidak transparan.
Ketegangan bermula saat terungkap bahwa dari sekian banyak media yang menjalin kemitraan, hanya empat media yang diakomodasi tahun ini.
Hal ini memicu protes keras dari para insan pers yang menganggap kebijakan tersebut tebang pilih dan merugikan keberlangsungan informasi publik.
Kasubag Program Jadi Sorotan
Dalam forum tersebut, Kasubag Program Sekretariat DPRD Jeneponto, Nurliana Syamsul, menjadi pusat perhatian.
Ia mengakui bahwa penyusunan anggaran dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).
“Penyusunan (anggaran) memang saya yang susun langsung,” ujar Nurliana di hadapan peserta rapat.
Lebih lanjut, terungkap adanya pengalihan alokasi dana yang seharusnya diperuntukkan bagi jasa kerja sama media ke pos anggaran pembuatan website internal DPRD.
Pengakuan ini memperkuat dugaan adanya pergeseran anggaran sepihak yang tidak sesuai dengan perencanaan awal.
Komisi I Janji Investigasi Transparansi Anggaran
Menanggapi situasi yang memanas, Komisi I DPRD Jeneponto menyatakan akan mengambil langkah tegas. Pihak legislatif berjanji akan melakukan penelusuran lebih dalam terkait mekanisme pengalihan anggaran tersebut.
Ketua Komisi I menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Sekretariat DPRD harus ditegakkan.
Pihaknya tidak ingin ada kesan bahwa anggaran media dimanipulasi untuk kepentingan tertentu yang justru menghambat kemitraan antara pemerintah dan pers.
Hingga berita ini diturunkan, para jurnalis masih menunggu kejelasan mengenai evaluasi anggaran tersebut agar distribusi kerja sama media dapat dilakukan secara adil dan terbuka.(*)
- Penulis: Ancha
