Tragedi di Pasangkayu, Dua Pelajar Tewas Terhempas Ombak
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
- visibility 298
- comment 0 komentar

Dok. Istimewa
PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Keceriaan sore di pesisir Dusun Sempo Selatan, Desa Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) berubah menjadi duka mendalam.
Dua remaja putri dilaporkan tewas setelah terseret ombak besar saat sedang berenang di Pantai Sempo Selatan sekitar pukul 17.00 WITA, Jumat 2 Januari 2026 sekira pukul 17:00 WITA.
Identitas kedua korban yakni Anna Sapiani (14), seorang siswi SMP, dan Nurmanisa (15), siswi SMA. Keduanya merupakan warga setempat yang tak kuasa melawan kuatnya arus laut saat cuaca ekstrem tiba-tiba datang.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat empat orang anak menghabiskan waktu sore dengan mandi di tepi laut. Menurut keterangan saksi mata, saat para korban sedang asyik bermain air, gelombang tinggi mendadak datang menghempas dan menarik mereka ke arah palung laut yang lebih dalam.
Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut. Dari empat korban yang terseret, dua korban tewas yakni Anna dan Nurmanisa dievakuasi dalam kondisi kritis.
Pihak Puskesmas Sarudu 1 menyatakan keduanya telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Sementara Nuralvaiki (14) dan Nuraila Nur Fatin (10) berhasil diselamatkan warga. Namun, akibat kondisi fisik yang sangat lemah, keduanya kini menjalani perawatan intensif di RS Ako Pasangkayu.
Respons Kepolisian dan Keluarga
Aparat Polsek Sarudu tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA setelah menerima laporan warga. Kapolsek Sarudu, IPTU Sofian Safrudin, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni.
“Keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas dan memastikan tidak akan menuntut secara hukum karena ini murni kecelakaan akibat faktor alam,” ujar IPTU Sofian, saat dikonfirmasi Minggu 4 Januari 2026.
Menurutnya, jenazah kedua korban telah dipulangkan ke rumah duka pada pukul 19.00 WITA dan dimakamkan pada Sabtu pagi (3/1/2026) pukul 10.00 WITA.
Menanggapi tragedi ini, IPTU Sofian mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya para orang tua di wilayah pesisir.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak, mengingat kondisi cuaca dan gelombang laut yang seringkali tidak terprediksi.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga akan risiko besar di balik keindahan garis pantai Pasangkayu, terutama saat kondisi alam sedang tidak bersahabat.(*)
- Penulis: Ancha
