BBM Langka, Harga Pertalite Eceran di Majene Tembus Rp35 Ribu
- account_circle Juita
- calendar_month Ming, 6 Sep 2026
- visibility 176
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai membuat masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengeluh. Kondisi tersebut ditandai dengan antrean kendaraan yang memanjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), di antaranya SPBU Lembang dan SPBU Rangas.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan BBM, khususnya Pertalite. Kelangkaan pasokan disebut berdampak pada harga BBM yang dijual secara eceran di tengah masyarakat.
Udin mengatakan harga Pertalite eceran yang sebelumnya berada di kisaran Rp20 ribu per botol, kini disebut telah mencapai Rp35 ribu per botol. Kenaikan tersebut dikeluhkan masyarakat karena semakin menambah beban pengeluaran, terutama bagi warga yang sehari-hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas ekonomi.
“Biasanya sekitar Rp20 ribu, sekarang bisa sampai Rp35 ribu per botol. Kami berharap pemerintah segera mencari solusi karena masyarakat yang paling merasakan dampaknya,” ucapnya kepada wartawan Sulbar update, Minggu (6/9/2026).
Selain persoalan harga, panjangnya antrean di SPBU Lembang maupun Rangas juga menjadi perhatian masyarakat. Warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan BBM, sementara kebutuhan terhadap bahan bakar terus berjalan.
Situasi ini kemudian memunculkan sorotan terhadap pemerintah daerah dan DPRD Majene. Sejumlah masyarakat mempertanyakan sejauh mana langkah pemerintah dalam merespons kondisi kelangkaan BBM yang dinilai telah mulai memengaruhi kehidupan sehari-hari.
Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan BBM dan mencegah masyarakat semakin terbebani oleh kenaikan harga di tingkat eceran.
DPRD Majene juga diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta penjelasan pihak terkait mengenai penyebab antrean panjang dan terbatasnya ketersediaan BBM di sejumlah SPBU.
Masyarakat meminta persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius, terlebih BBM merupakan kebutuhan penting yang berkaitan langsung dengan aktivitas transportasi, perdagangan, nelayan, pekerja, serta perekonomian masyarakat secara umum.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti terjadinya antrean dan kenaikan harga Pertalite di tingkat eceran serta langkah resmi pemerintah daerah terkait kondisi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak berwenang.
Masyarakat berharap persoalan BBM di Majene tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pemerintah hadir memberikan solusi nyata sebelum kelangkaan semakin berdampak terhadap harga kebutuhan dan aktivitas ekonomi warga.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
