Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » KAMRI Soroti Revitalisasi Sekolah di Majene

KAMRI Soroti Revitalisasi Sekolah di Majene

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
  • visibility 395
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) Kabupaten Majene meminta pelaksanaan program revitalisasi PAUD dan SD Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Majene diawasi secara ketat.

KAMRI secara khusus mengingatkan agar mekanisme swakelola yang telah ditetapkan pemerintah tidak dialihkan kepada pihak ketiga atau kontraktor tanpa dasar aturan yang jelas.

Ketua KAMRI Majene, Muh Firzam, menegaskan kepala sekolah sebagai penerima program harus menjalankan seluruh tahapan kegiatan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang mekanismenya swakelola, jangan kemudian dipihak-ketigakan. Semua harus kembali pada juknis dan aturan yang ditetapkan pemerintah,” tegas Firzam, Senin (24/8/2026). 

Menurutnya, nilai bantuan revitalisasi yang dapat mencapai sekitar Rp1,2 miliar hingga Rp1,6 miliar per sekolah membuat pengawasan publik menjadi sangat penting. Pengadaan barang, penggunaan anggaran, administrasi hingga pekerjaan fisik harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.

KAMRI juga menyoroti informasi mengenai adanya kepala sekolah yang disebut pernah mendapat tawaran dari pihak kontraktor untuk menyerahkan pekerjaan kepada pihak ketiga. Firzam meminta informasi tersebut diklarifikasi dan tidak dibiarkan berkembang tanpa kejelasan.

“Kalau ada pihak yang menawarkan atau mengarahkan kegiatan di luar mekanisme yang ditetapkan, harus ditanyakan dasar hukumnya. Jangan sampai kepala sekolah justru dirugikan di kemudian hari,” ujarnya.

Firzam mengingatkan agar program revitalisasi tidak disertai pungutan kepada sekolah, guru, komite, orang tua maupun masyarakat. Ia juga meminta masyarakat ikut mengawasi kualitas pekerjaan dan penggunaan anggaran, namun tetap mengedepankan bukti serta tidak membuat tuduhan tanpa dasar.

KAMRI menegaskan dukungannya terhadap program revitalisasi sekolah pemerintah. Namun, dukungan tersebut harus disertai pengawasan agar anggaran benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Ini uang negara dan tujuannya untuk kepentingan pendidikan. Jangan sampai program yang seharusnya memperbaiki sekolah justru menjadi ladang KKN,” pungkas Firzam.

KAMRI menyatakan akan terus memantau pelaksanaan revitalisasi PAUD dan SD di Kabupaten Majene serta mendorong masyarakat menyampaikan informasi dugaan pelanggaran kepada instansi yang berwenang.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • BREAKING NEWS:Kebakaran di Melahaan Barat, Api Mendekati Pemukiman Warga 

    BREAKING NEWS:Kebakaran di Melahaan Barat, Api Mendekati Pemukiman Warga 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kebakaran terjadi di wilayah Melahaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026) sore. Hingga pukul 20.40 WITA, api masih terlihat menyala di lokasi kejadian. Pantauan Sulbarupdate.id, nampak kobaran api bahkan susah mendekati pemukiman warga. Warga setempat bersama personel Polsek Mambi masih berupaya melakukan pemadaman dan mencegah api agar tidak meluas […]

  • Robinio Vaz, Berlian Baru Sepakbola Prancis yang Sedang Bersinar di Roma

    Robinio Vaz, Berlian Baru Sepakbola Prancis yang Sedang Bersinar di Roma

    • 0Komentar

    FRANCIS, SULBARUPDATE.ID – Di tengah derasnya arus talenta muda sepakbola Eropa, satu nama mulai mencuri perhatian publik sepakbola Prancis hingga Italia: Robinio Vaz. Penyerang muda kelahiran Mantes-la-Jolie itu kini disebut-sebut sebagai salah satu calon bintang besar generasi baru sepakbola Prancis, berkat kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, serta insting gol yang terus berkembang di usia yang masih […]

  • PPDI Mamasa Apresiasi Pemkab Atas Pencairan Siltab 5 Bulan, Tersisa 9 Bulan

    PPDI Mamasa Apresiasi Pemkab Atas Pencairan Siltab 5 Bulan, Tersisa 9 Bulan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Mamasa, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa atas pencairan penghasilan tetap (Siltab) perangkat desa selama lima bulan. Ketua PPDI Mamasa Elias menyebut, pencairan Siltab sebesar 40 persen atau lima bulan tersebut menjadi langkah positif bagi perangkat desa di Kabupaten Mamasa. Menurutnya, selama pemerintahan Bupati Mamasa Welem Sambolangi […]

  • Usai KKN, Mahasiswa UNIMAJU Siapkan Aksi, Soroti Fasilitas dan Transparansi Dana

    Usai KKN, Mahasiswa UNIMAJU Siapkan Aksi, Soroti Fasilitas dan Transparansi Dana

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Sejumlah persoalan fasilitas perkuliahan dan transparansi pengelolaan dana mahasiswa menjadi sorotan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU), Sulawesi Barat. Salah satu mahasiswa, Andi Anwar, menyatakan akan menyampaikan aspirasi tersebut melalui aksi demonstrasi setelah menyelesaikan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menurut Andi, rencana aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terkait kondisi fasilitas perkuliahan […]

  • Polres Polman Amankan Pria di Matakali Bersama 31 Paket Sabu

    Polres Polman Amankan Pria di Matakali Bersama 31 Paket Sabu

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id — Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Polewali Mandar (Polman) amankan seorang pria berinisial M, 29 tahun diduga terlibat kasus penyalahgunaan narkoba.  Pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika di wilayah Tonrolima, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Minggu (2/8/2026) lalu.  Penangkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas narkotika di wilayah Tonrolima. Menindaklanjuti […]

  • Dugaan Manipulasi Data PKH Jadi Sorotan, Warga Miskin Disebut Masuk Desil Tinggi

    Dugaan Manipulasi Data PKH Jadi Sorotan, Warga Miskin Disebut Masuk Desil Tinggi

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Data penerima bantuan sosial kembali menjadi sorotan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sejumlah warga mengeluhkan dugaan ketidaktepatan pendataan yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Keluhan tersebut muncul karena terdapat warga yang secara kondisi ekonomi dinilai masih tergolong tidak mampu, namun tercatat dalam kelompok kesejahteraan atau desil yang lebih tinggi. Di sisi lain, […]

expand_less