Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sab, 5 Sep 2026
  • visibility 289
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite.

Keluhan tersebut mencuat setelah terjadinya keributan di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang sehari-hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas, termasuk nelayan dan petani.

Pasca-kejadian tersebut, pihak SPBU Rangas mengaku mengambil kebijakan untuk sementara menghentikan pelayanan pembelian BBM menggunakan jeriken.

Pengawas lapangan SPBU Rangas, Eko, mengatakan kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi dari pimpinan.

“Saat ini kami hentikan melayani jeriken karena perintah dari pimpinan,” ujar Eko.

Menurut Eko, penghentian pelayanan menggunakan jeriken tersebut juga berlaku bagi masyarakat yang membawa surat rekomendasi, baik untuk kebutuhan nelayan maupun pertanian.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diambil karena pihak SPBU menemukan adanya dugaan penyalahgunaan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi.

Eko mencontohkan, terdapat oknum yang menggunakan surat rekomendasi nelayan untuk membeli BBM dalam jumlah tertentu. Dari empat jeriken yang dibawa, menurutnya, tidak seluruhnya digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Terkadang ada juga oknum nelayan membawa surat rekomendasi mengambil empat jeriken. Dua untuk pemakaian pribadi, sementara dua lainnya diduga dijual kembali kepada orang lain,” jelasnya.

Menurut Eko, kondisi seperti itu menjadi salah satu persoalan yang dihadapi dalam penyaluran BBM bersubsidi. Pihak SPBU, kata dia, harus berhati-hati agar penyaluran BBM sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya.

“Bahan bakar minyak seperti solar maupun pertalite ready di Pertamina setiap hari dan adanya kelangkaan di pengecer karena pihak kami tidak melayani jerigen saat ini,” ucapnya kepada wartawan Sulbarupdate.id melalui via WhatsApp, Sabtu (5/9/2026) siang 

Di sisi lain, kelangkaan Pertalite dikeluhkan masyarakat karena berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Nelayan membutuhkan solar untuk melaut, sementara sebagian masyarakat lainnya bergantung pada BBM untuk aktivitas ekonomi dan transportasi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mencari solusi atas persoalan tersebut, termasuk memastikan ketersediaan BBM dan melakukan pengawasan terhadap distribusinya.

Penyaluran BBM bersubsidi diharapkan tetap dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya kelompok nelayan dan petani yang telah memenuhi persyaratan.

Sementara itu, Eko juga mengimbau kepada para jurnalis agar dalam memberitakan persoalan kelangkaan maupun penyaluran BBM tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.

Ia berharap setiap informasi yang disampaikan kepada publik terlebih dahulu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Pemberitaan sebaiknya berimbang dan sesuai dengan kode etik jurnalistik,” katanya.

Lalu, oknum media mengangkat berita terkait jerigen makanya kami hentikan.

Persoalan kelangkaan BBM di Majene kini menjadi perhatian masyarakat. Publik berharap adanya keterbukaan mengenai kondisi pasokan BBM, mekanisme penyaluran, serta pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi sehingga tidak merugikan masyarakat yang memang berhak mendapatkannya.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

    Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahman Tona, melayangkan desakan keras kepada Menteri Keuangan untuk segera menarik kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025. Ia berpendapat bahwa regulasi tersebut diterbitkan secara tergesa-gesa, mengabaikan realitas lapangan di desa, dan justru menjadi penghalang dalam pemenuhan […]

  • Dugaan LPJ Fiktif Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Masih Bungkam

    Dugaan LPJ Fiktif Dana Hibah di STT Arastamar Mamasa, Rektor Masih Bungkam

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Penggunaan dana hibah sebesar Rp700 juta untuk pembangunan gedung Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa terus menuai sorotan publik.  Kali ini, muncul dugaan bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) proyek tersebut bersifat fiktif karena realisasi fisik di lapangan diduga tidak sesuai dengan dokumen pertanggungjawaban. ​Dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah […]

  • Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Tabir gelap yang menyelimuti proyek pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan (Sulsel), kian tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tidak lagi sekadar membidik pelaksana teknis; kini, bidikan tajam penyidik mulai mengarah ke jantung kekuasaan legislatif. ​Setelah menetapkan enam tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji, korps adhyaksa mulai menelisik “pintu masuk” anggaran fantastis […]

  • Memori Kolektif di Manakarra, Last Child Hipnotis Ribuan Pasang Mata

    Memori Kolektif di Manakarra, Last Child Hipnotis Ribuan Pasang Mata

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Stadion Manakarra Mamuju, menjadi saksi bisu atas sebuah perhelatan musikalitas yang monumental pada Sabtu malam, 17 Januari 2026. Grup band papan atas, Last Child, sukses menghentak panggung Sulawesi Barat dalam sebuah konser spektakuler yang mengumpulkan tidak kurang dari 6.000 penonton, menjadikannya salah satu gelaran hiburan dengan eskalasi massa terbesar dalam sejarah Kota […]

  • IMM Majene Desak Evaluasi Total Kepolisian Pasca Dugaan Represif terhadap Ketua DPD IMM Sulbar

    IMM Majene Desak Evaluasi Total Kepolisian Pasca Dugaan Represif terhadap Ketua DPD IMM Sulbar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Majene menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor (Polres) Majene, Kamis (25/6/2026).  Massa mengecam dugaan tindakan represif aparat kepolisian yang menimpa Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Sulawesi Barat (Sulbar) saat berdemonstrasi di Kantor DPRD Provinsi Sulbar, beberapa waktu lalu. Dalam orasinya, […]

  • Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id  – Puluhan warga di Desa Tapua dan Desa Ba’ba Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, bahu-membahu membangun jalan limpas (lintasan batu) di aliran sungai setempat, Senin (20/4/2026). ​Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai jalur alternatif lantaran jembatan utama sepanjang 20 meter yang menjadi tumpuan warga telah putus akibat terjangan banjir […]

expand_less