BBM Diduga Mengalir ke Kendaraan Pribadi di SPBU Rangas
- account_circle Juita
- calendar_month Rab, 2 Sep 2026
- visibility 235
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Dugaan ketidaktepatan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mulai menjadi sorotan publik.
Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan penjualan BBM solar yang disebut sebagai BBM emergency kepada kendaraan pribadi yang diduga tidak sedang berada dalam kondisi darurat
Menurut Ayyub mengatakan yang menjadi perhatian, penyaluran tersebut diduga dilakukan berdasarkan rekomendasi dari seseorang yang disebut-sebut sebagai anak pemilik SPBU.
Jika dugaan tersebut benar, praktik ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme, dasar pemberian rekomendasi, serta standar pelayanan dan penyaluran BBM yang diterapkan di SPBU tersebut.
Iapun menyebut penjualan BBM dengan alasan kondisi emergency pada prinsipnya perlu memiliki mekanisme dan dasar yang jelas agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan khusus terhadap konsumen tertentu.
Apalagi ketika BBM jenis solar sedang menjadi kebutuhan penting masyarakat tentunya pada nelayan dan pelaku transportasi. Distribusi yang tidak transparan berpotensi menimbulkan kecemburuan di tengah masyarakat, khususnya bagi konsumen yang harus mengikuti antrean dan prosedur pembelian secara normal.
Lanjutnya, dugaan tersebut semakin menarik perhatian karena kendaraan yang disebut menerima BBM emergency diduga merupakan kendaraan pribadi, bukan kendaraan yang secara kasatmata sedang mengalami kondisi darurat seperti Ambulance, Damkar dan pengangkutan sampah.
“Persoalan lain yang perlu mendapat penjelasan adalah mengenai dugaan adanya rekomendasi dari anak pemilik SPBU,” ucapnya kepada Sulbarupdate.id, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu pihak SPBU Rangas Ilham mengatakan itu mobil pribadi minta tolong untuk di isikan BBM emergency untuk membantu masyarakat yang mau pergi berobat ke Makassar Sulawesi Selatan.
Iapun menyebut minta tolong ke Alfian (anak pemilik SPBU Rangas) pada saat mengisi BBM emergency karena jiwa kemanusiaan.
Jika ada isu-isu diluar bukan dari pernyataan pihak SPBU Rangas jangan dipercaya.
” Ayyub itu pada 1 September 2026, meminta BBM emergency namun emergency dalam keadaan kosong di SPBU Rangas,” tutupnya.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
