Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » 4 Rumah Warga di Majene Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

4 Rumah Warga di Majene Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp1 Miliar

  • account_circle Juita
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 45
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Empat unit rumah milik warga di Lingkungan Galung Utara, Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene Sulawesi Barat dilalap api pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 10.30 Wita.

Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga berawal dari rumah milik As’ad (Acca), seorang warga setempat yang saat kejadian sedang tidak berada di rumah.

Saat itu, di dalam rumah hanya terdapat istrinya, Hasriati, bersama anaknya yang sedang memasak kue sambusa dan nasi menggunakan tungku berbahan bakar kayu di bagian dapur.

Menurut keterangan yang diperoleh, api diduga berasal dari tungku masak yang kemudian menyambar bagian dapur rumah.

Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan sulit dikendalikan akibat kondisi cuaca yang panas, hembusan angin yang cukup kencang, serta konstruksi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.

Posisi rumah warga yang saling berdempetan membuat api dengan cepat merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

Sebagian besar rumah yang terdampak diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan pemilik rumah asal munculnya api.

Saksi mata, Hasnawi (32), mengaku pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat sedang melakukan pembersihan di depan masjid yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Ia melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari arah permukiman warga.

“Saya melihat asap hitam tebal dari arah rumah warga. Setelah itu saya langsung memberitahukan kepada masyarakat sekitar bahwa telah terjadi kebakaran,” ungkap Hasnawi.

Mendapat informasi tersebut, warga sekitar bergegas menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman dengan menggunakan peralatan seadanya. 

Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju kobaran api yang semakin membesar.

Api terus menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya karena material bangunan yang mudah terbakar dan terpaan angin yang cukup kuat. 

Dalam kurun waktu kurang lebih satu jam, sebagian besar bangunan yang terdampak telah hangus dilalap si jago merah.

Hasriati, istri dari As’ad, menjelaskan bahwa dirinya sempat berusaha mengendalikan api yang muncul di area dapur. 

 

Namun kobaran api berkembang sangat cepat sehingga dirinya bersama anaknya memilih menyelamatkan diri keluar rumah.

“Saat api mulai membesar dan menyambar bagian dapur, saya langsung membawa anak keluar rumah dan meminta pertolongan kepada warga,” tuturnya.

Sekitar pukul 11.20 Wita, tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Daerah Kabupaten Majene tiba di lokasi kejadian dan segera melakukan upaya pemadaman. 

Petugas pemadam menghadapi kendala cukup serius karena akses menuju titik kebakaran hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Akibat kondisi tersebut, petugas harus membentangkan selang pemadam sepanjang kurang lebih 100 meter dari jalan utama menuju lokasi kebakaran. 

Meski menghadapi berbagai hambatan, petugas bersama warga terus berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya.

Setelah melakukan pemadaman secara intensif selama hampir satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada pukul 12.10 Wita. 

Berkat kesigapan petugas dan bantuan masyarakat, penyebaran api berhasil dihentikan sebelum menjangkau lebih banyak rumah warga.

Tidak lama setelah api berhasil dipadamkan, personel Polres Majene memasang garis polisi (Police Line) di sekitar lokasi kejadian pada pukul 12.15 Wita.

Pemasangan garis polisi dilakukan guna mendukung proses penyelidikan serta mengamankan area kebakaran.

Selanjutnya, pada pukul 12.40 Wita seluruh armada pemadam kebakaran meninggalkan lokasi setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Akibat kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. 

Seluruh penghuni rumah yang terdampak berhasil menyelamatkan diri sebelum api menghanguskan bangunan.

Meski demikian, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar. Tiga unit rumah panggung berbahan kayu dilaporkan hangus terbakar hingga 100 persen. 

Sementara satu unit rumah lainnya mengalami kerusakan pada bagian depan bangunan akibat terdampak kobaran api.

Selain bangunan rumah, sejumlah perabot rumah tangga, dokumen penting, pakaian, serta berbagai barang berharga milik korban juga tidak berhasil diselamatkan dan ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.

Adapun identitas pemilik rumah yang terdampak kebakaran yakni Suardi (40), Bahril (42), As’ad (50), dan Abadi (56), yang seluruhnya merupakan warga Kelurahan Galung, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. 

Namun berdasarkan keterangan awal saksi dan korban, api diduga berasal dari aktivitas memasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu di dapur rumah milik As’ad.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan tungku maupun peralatan memasak tradisional, khususnya pada musim kemarau dan kondisi cuaca panas yang dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat memberikan bantuan darurat kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat musibah tersebut.

Data Korban Kebakaran

Suardi (40) – Wiraswasta.

Bahril (42) – Wiraswasta.

As’ad (50) – Wiraswasta.

Abadi (56) – Wiraswasta.

Kerugian Akibat Kebakaran

3 unit rumah panggung hangus terbakar 100 persen.

1 unit rumah mengalami kerusakan pada bagian depan.

Perabot rumah tangga dan dokumen penting ikut terbakar.

Tidak terdapat korban jiwa.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp1 miliar.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita IPTU Jafaruddin dan Seratus Penjahat Narkoba yang Diringkusnya

    Cerita IPTU Jafaruddin dan Seratus Penjahat Narkoba yang Diringkusnya

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Udara di Kabupaten Majene terasa sedikit berbeda pekan ini. Ada rasa haru yang menyelip di antara rutinitas warga, menyusul kabar bergesernya tugas IPTU Jafaruddin. Pria yang selama ini dikenal sebagai “momok” bagi para bandar narkoba namun menjadi kawan bagi masyarakat itu, kini harus mengemasi perlengkapannya di Satresnarkoba Polres Majene untuk melanjutkan pengabdian […]

  • Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong

    Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Peristiwa nahas menimpa seorang warga Desa Babana bernama Adi di aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (30/3/2026). Korban dilaporkan tenggelam setelah terjatuh dari perahu rakit penyeberangan (pincara) sekitar pukul 10.30 WITA. ​Peristiwa bermula saat Adi tengah mengantar mertuanya, Salmia, menyeberangi sungai yang menghubungkan Desa Babana dan Desa Budong-Budong […]

  • Viral Video Anak Diduga ‘Ngelem’ di Majene, Polisi Tempuh Langkah Pembinaan

    Viral Video Anak Diduga ‘Ngelem’ di Majene, Polisi Tempuh Langkah Pembinaan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video singkat memperlihatkan sekelompok anak di bawah umur diduga tengah menghisap lem (ngelem) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Belakangan diketahui perbuatan tak terpuji itu dilakukan di depan pintu gerbang Kampus STAIN Majene, Kecamatan Banggae, Majene. Video tersebut pertama kali diunggah di platform Facebook dan menunjukkan aktivitas […]

  • Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    Geruduk Rektorat, Mahasiswa Unsulbar Tagih Janji Kampus Inklusif

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang tergabung dalam aliansi mahasiswa menggelar unjuk rasa di halaman Rektorat, Selasa (5/5/2026). Mereka melayangkan rapor merah terhadap birokrasi kampus, menuntut kebebasan akademik hingga fasilitas pendidikan yang dianggap tidak layak. Dalam aksi tersebut, massa menyoroti lima poin krusial yang dinilai gagal dipenuhi pihak universitas. 1. Kebebasan […]

  • APBD Sulbar 2026 Disahkan, Pemprov Fokus Perkuat PAD di Tengah Tekanan Fiskal

    APBD Sulbar 2026 Disahkan, Pemprov Fokus Perkuat PAD di Tengah Tekanan Fiskal

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id- Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 resmi disahkan melalui rapat paripurna, Mamuju 31 Desember 2025. Hadir mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka, Wakil Gubernur Salim S Mengga bersama Sekprov Junda Maula, rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulbar St. Suraidah Suhardi. Wakil Gubernur Sulbar Salim S Mengga mengatakan Ranperda APBD 2026 […]

  • Bapenda Sulbar Terima SK Mutasi Staf, Langkah Penyesuaian Organisasi Pasca Pemekaran   

    Bapenda Sulbar Terima SK Mutasi Staf, Langkah Penyesuaian Organisasi Pasca Pemekaran  

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menerima Surat Keputusan (SK) Mutasi Staf sebagai bagian dari langkah penyesuaian organisasi pasca pemekaran. Penyerahan SK tersebut berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulawesi Barat. Penyerahan SK mutasi dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Bapenda […]

expand_less