Cerita IPTU Jafaruddin dan Seratus Penjahat Narkoba yang Diringkusnya
- account_circle Juita
- calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
- visibility 720
- comment 0 komentar

IPTU Jafaruddin. (dok. Istimewa)
MAJENE, Sulbarupdate.id – Udara di Kabupaten Majene terasa sedikit berbeda pekan ini. Ada rasa haru yang menyelip di antara rutinitas warga, menyusul kabar bergesernya tugas IPTU Jafaruddin.
Pria yang selama ini dikenal sebagai “momok” bagi para bandar narkoba namun menjadi kawan bagi masyarakat itu, kini harus mengemasi perlengkapannya di Satresnarkoba Polres Majene untuk melanjutkan pengabdian di Polres Polewali Mandar.
Bagi masyarakat Majene, IPTU Safaruddin bukan sekadar nama dalam struktur organisasi kepolisian. Ia adalah sosok yang berhasil mengubah kecemasan orang tua menjadi ketenangan.
Di bawah kepemimpinannya, pemberantasan barang haram di Kota Pendidikan ini tidak lagi hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan aksi nyata yang menyentuh akar rumput.
Selama masa jabatannya, IPTU Jafaruddin mencatatkan rekor yang impresif. Kurang lebih seratus pelaku penyalahgunaan narkotika berhasil ia jebloskan ke balik jeruji besi. Namun, yang membuat masyarakat terkesan bukanlah sekadar jumlah penangkapan, melainkan bagaimana ia memperlakukan tugasnya sebagai sebuah amanah moral.
Ia tidak hanya datang dengan borgol, tetapi juga dengan dialog. Jafaruddin dikenal aktif menyisir gang-gang sempit, berdiskusi dengan tokoh pemuda, dan merangkul para orang tua untuk bersama-sama menjaga “benteng” masa depan Majene.
“Peredaran narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan daerah kita. Karena itu, perlu kerja sama semua pihak untuk mencegah dan memberantasnya,” tegas Jafaruddin dalam satu kesempatan, kalimat yang kini membekas sebagai warisan semangat bagi warga.
Sebagai salah satu pusat pendidikan di Sulawesi Barat, Majene memang menjadi sasaran empuk peredaran obat-obatan terlarang. Menyadari hal itu, Jafaruddin tidak hanya fokus pada penindakan.
Ia gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, memastikan para pelajar paham bahwa sekali mencoba narkoba, masa depan taruhannya.
Kini, tugas di tempat baru telah menanti di Polewali Mandar. Meski langkah kakinya berpindah, jejak dedikasi yang ditinggalkan di Majene sulit untuk dihapus.
Masyarakat kini hanya bisa berharap, semangat “perang total” terhadap narkoba yang telah ia nyalakan tidak akan redup sepeninggalannya.
Selamat bertugas di tempat baru, IPTU Jafaruddin. Majene melepasmu dengan doa, Polman menantimu dengan harapan.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
