Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • visibility 718
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Wahana rumah hantu yang beroperasi di lantai dua pusat pertokoan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan memakan korban pada malam hari.

Insiden tersebut mengakibatkan dua pengunjung menjadi korban, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki.

Salah satu korban bahkan mengalami luka berat pada bagian wajah dan dikabarkan harus menjalani tindakan operasi medis.

Informasi mengenai kejadian itu pertama kali beredar melalui grup WhatsApp dan disampaikan oleh Ketua PSC Majene, Aslan, Senin (25/5/2026).

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat para pengunjung berada di area wahana rumah hantu yang sedang ramai dikunjungi masyarakat.

“Korban ada dua orang semalam, perempuan dan laki-laki. Yang laki-laki mengalami luka berat di wajah dan akan dilakukan operasi,” ungkap Aslan.

Ia juga berharap pihak panitia penyelenggara wahana segera memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut dan bertanggung jawab atas insiden yang menimpa para korban.

Menurut Aslan, salah satu persoalan serius di lokasi wahana adalah minimnya penerangan menuju lantai dua pusat pertokoan tempat rumah hantu itu beroperasi.

Kondisi gelap dinilai sangat berbahaya bagi pengunjung, terlebih saat situasi ramai dan panik.

“Kami minta panitia memperhatikan penerangan. Akses menuju lantai dua sangat gelap dan itu berisiko membahayakan pengunjung,” tambahnya.

Sementara itu, saat wartawan melakukan konfirmasi langsung di lokasi wahana rumah hantu tersebut, situasi terlihat sepi dan mencekam.

Tidak tampak satu pun panitia maupun pengelola berada di tempat.

Area wahana bahkan terlihat gelap dan menimbulkan suasana menyeramkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait penyebab insiden maupun bentuk pertanggungjawaban terhadap korban.
Peristiwa ini pun memicu perhatian masyarakat Majene.

Banyak warga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap standar keamanan wahana hiburan musiman yang beroperasi di pusat keramaian.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pengelola wahana hiburan dapat lebih mengutamakan keselamatan pengunjung dibanding sekadar mengejar keuntungan semata.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    Pemkesra Sulbar Pastikan Seluruh Pendukung Pelaksanaan MTQ 2026 Telah Rampung 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, memastikan bahwa Petunjuk Teknis dan seluruh dokumen pendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat XI Tahun 2026 telah diajukan kepada Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana. Hal tersebut disampaikan Murdanil saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (12/2/2026). Ia menjelaskan bahwa secara substansi, […]

  • Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

    Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

    • 0Komentar

    MAJENE, SULBARUPDATE.ID — Seorang wanita asal Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berinisial SW, diduga menjadi korban kekerasan oleh mantan pacarnya di sebuah rumah kos di lingkungan Tunda, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Minggu malam (23/8/2026). Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah terdengar suara teriakan dari lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya berada […]

  • Palongaan Jadi Kampung Donor Darah di Mamuju Tengah 

    Palongaan Jadi Kampung Donor Darah di Mamuju Tengah 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, membentuk Kampung Donor Darah di Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Selasa (29/9/2026). Pembentukan Kampung Donor Darah dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan golongan darah secara gratis bagi masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kantor Desa Palongaan itu dibuka langsung […]

  • Sektor Wisata Minim Ekspos, Pemuda Desak Bhayangkara Off-Road Expedition 2026 Digelar di Wilayah 3 Mamasa

    Sektor Wisata Minim Ekspos, Pemuda Desak Bhayangkara Off-Road Expedition 2026 Digelar di Wilayah 3 Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Aktivis kepemudaan Kabupaten Mamasa, Riskul, mendesak Indonesia Off-road Federation (IOF) Pengurus Cabang (Pengcab) Mamasa untuk memindahkan lokasi penyelenggaraan Bhayangkara Off-Road Expedition 2026 ke Wilayah 3 Kabupaten Mamasa. ​Langkah ini dinilai strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata di tujuh kecamatan yang berada di Wilayah 3, yang dinilai masih minim ekspos. ​Menurut Riskul, event nasional […]

  • SPPG Mehalaan Mamasa, Salurkan MBG ke 2.073 Penerima Manfaat

    SPPG Mehalaan Mamasa, Salurkan MBG ke 2.073 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sebanyak 2.073 penerima manfaat mendapatkan Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Yayasan Pallawa Lipu Grup melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, Selasa (8/9/2026). Penyaluran MBG menyasar anak sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, anak tidak sekolah, serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program MBG ini […]

  • Kader Dikeroyok di Mamuju, PMII Cabang Mamasa Desak Polisi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

    Kader Dikeroyok di Mamuju, PMII Cabang Mamasa Desak Polisi Usut Tuntas hingga Akar Masalah

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamasa mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa dua orang kadernya. Insiden tersebut terjadi di Jalan Dahlia, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, pada Kamis (28/5/2026) malam. Peristiwa pengeroyokan dilaporkan berlangsung di Sekretariat Perjuangan Mahasiswa Vendetta, salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat […]

expand_less