Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
  • visibility 163
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Setahun sudah berlalu sejak Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melontarkan janji di ujung Jembatan Gantung Sungai Kalukku.

Namun, hingga kini, infrastruktur vital yang menghubungkan warga Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan tersebut tetap dalam kondisi memprihatinkan dan mengancam nyawa.

​Tepat pada 27 Maret 2025 lalu, di hadapan rombongan dan masyarakat setempat, Bupati sempat menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian serius terhadap renovasi jembatan tersebut.

Sayangnya, waktu setahun nyatanya belum cukup bagi pemerintah daerah untuk merealisasikan janji tersebut menjadi aksi nyata.

​Berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, kondisi jembatan dengan bentang 30 meter ini masih jauh dari standar keamanan.

Berada di ketinggian 20 meter di atas dasar sungai, jembatan ini masih melompong tanpa dinding pengaman.

​Upaya perbaikan yang dilakukan selama ini dinilai hanya bersifat formalitas dan tambal sulam. Warga terpaksa melintasi lantai jembatan yang rapuh setiap hari karena tidak adanya akses alternatif.

​”Belum ada perbaikan menyeluruh dari Pemerintah Daerah,” ungkap Nisam, salah seorang warga Pangandaran, Jumat (1/5/2026).

​Mirisnya, kondisi ini dikabarkan telah memakan korban. Tercatat sejumlah warga sempat terjatuh akibat kerusakan lantai jembatan.

Ini membuktikan bahwa persoalan Jembatan Kalukku bukan lagi sekadar hambatan logistik, melainkan ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa publik.

​Jembatan Gantung Kalukku merupakan infrastruktur strategis yang menjadi urat nadi bagi warga Desa Burana, Desa Pangandaran dan Desa Lakahang.

​Jalur alternatif menuju Desa Baruru
​Fungsinya sangat krusial bagi perputaran ekonomi, akses pendidikan anak sekolah, hingga layanan kesehatan darurat.

Pengabaian terhadap jembatan ini dinilai sebagai bentuk lemahnya komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan warganya.

​Kini, masyarakat hanya bisa menanti kepastian di tengah risiko yang terus mengintai. Publik tidak butuh imbauan untuk “berhati-hati”, melainkan langkah konkret rehabilitasi total sebelum jembatan ini benar-benar memakan korban jiwa lebih lanjut.

Hingga berita ini dirilis belum ada respon dari pihak Pemda Mamasa terkait janji tersebut. (*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • JK Ungkap Kunci Damai Aceh, Kalau Mualem Tak Mau, Senjata Tetap Meletus

    JK Ungkap Kunci Damai Aceh, Kalau Mualem Tak Mau, Senjata Tetap Meletus

    • 0Komentar

    ACEH UTARA, Sulbarupdate.id – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), membongkar rahasia di balik layar tercapainya perdamaian antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). JK menegaskan bahwa sosok Muzakir Manaf alias Mualem, yang saat itu menjabat Panglima Komando Pusat Operasi GAM, merupakan pemegang kunci utama penghentian kontak senjata di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan […]

  • Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

    Survei Indikator: Kejaksaan Agung Menjadi Lembaga Paling Dipercaya Publik, Tertinggi 2 Tahun Terakhir

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengukuhkan posisinya sebagai lembaga penegak hukum yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia berdasarkan survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026. Dalam survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Adhyaksa ini mencapai angka tertinggi dalam dua tahun terakhir, mencapai 80 persen. Angka tersebut melampaui lembaga hukum lainnya seperti […]

  • Dok. Ilustrasi

    Tragedi Berdarah Kembali Terjadi di Mamuju Tengah, Dua Pria Terluka Akibat Tikaman

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH – SULBARUPDATE.ID, – Sebuah insiden kekerasan berdarah kembali nyaris merenggut nyawa di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar). Peristiwa ini melibatkan tiga pria dewasa di salah satu kafe di Topoyo, Mateng pada Jumat, (5 /6/2026) subuh. Meski tidak ada korban jiwa, tajamnya bilah senjata tajam sempat membanjiri lokasi kejadian dengan darah. Berdasarkan informasi […]

  • Jelang Nataru, Wakil Ketua DPRD Mamasa Minta Dinas Terkait Pantau Stok Pangan

    Jelang Nataru, Wakil Ketua DPRD Mamasa Minta Dinas Terkait Pantau Stok Pangan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menyongsong momentum Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, instruksikan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk melakukan akselerasi pengawasan di lapangan. Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan komoditas bahan pokok sekaligus menekan fluktuasi harga yang mulai meresahkan masyarakat. Arwin […]

  • Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    Surat Edaran Gubernur Sulbar: Tahun Baru 2026 Tanpa Petasan, Tanpa Balapan Liar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 59 Tahun 2025 tentang Panduan Perayaan Menyambut Tahun Baru 2026 di Provinsi Sulawesi Barat. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kekhidmatan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026. Surat edaran tersebut ditujukan kepada para bupati se-Sulawesi Barat, pimpinan instansi […]

  • Optimalkan PAD dan Layanan Publik, Bupati Mamasa Sidak di Tujuh Titik

    Optimalkan PAD dan Layanan Publik, Bupati Mamasa Sidak di Tujuh Titik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menanggapi keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan dan tata kelola daerah, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tujuh titik layanan publik dan sektor usaha pada Selasa (27/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) bekerja optimal sekaligus mengevaluasi kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi daerah. Sidak dimulai di Museum […]

expand_less