Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat

Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat

  • account_circle SARMAN SAHUDING
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 616
  • comment 0 komentar

Polman, Sulbarupdate.id – Ada pemandangan baru di dekat pintu masuk area Masjid Nuruttaubah atau masjid Imam Lapeo di Campalagian, Polewali Mandar, paling tidak sejak Rabu kemarin.

Pemandangan secara kasat yang agak beda dari sebelumnya itu, sebuah baliho berukuran agak besar tersampir di dinding depan jalan.

Baliho ini menampilkan tiga sosok dalam foto besar: Dr. H. Buya Arrazy Hasyim, Lc, MA.Hum, Dr. Dalilul Falihin, dan Dr. KH Ahmad Multazam.

Dua nama terakhir sehari-harinya adalah Imam Besar Masjid Nuruttaubah Lapeo dan pimpinan Pondok Pesantren serta pimpinan Majelis Zikir Attahiriyyah Imam Lapeo.

Kehadiran Da’i kondang dari Payakumbuh, Sumatera Barat, di Lapeo, Campalagian, kali ini merupakan muhibah hari keduanya di Provinsi Sulawesi Barat.

Dijadwalkan, pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 Wita, Buya Arrazy akan mengisi tauziyah Tabligh Akbar di Masjid Imam Lapeo.

Sebelumnya, di hari Sabtu, 13 Desember, doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu akan mengisi ceramah agama di dua tempat terpisah.

Ceramah pertamanya akan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Mamuju Tengah (Mateng), di Tobadak, dimulai sekitar pukul 15.30 Wita.

Seterusnya di hari yang sama, Sabtu malam, kiai Arrazy akan mengisi ceramah di Masjid Jami’ Nurul Muttahidah Mamuju. Masjid dengan tiang tengah 48 ini adalah salah satu masjid tua yang dibangun Imam Lapeo atau KH Muhammad Thahir sebelum Indonesia Merdeka.

Jika tak ada aral, malam nanti Buya Arrazy bersama rombongan akan bergerak dari Mamuju ke Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.

Minggu esok, 14 Desember di masjid Nuruttaubah, masjid yang dibangun Imam Lapeo 120-an tahun silam, Dr. Buya Arrazy akan mengupas tuntas sebuah tema penting: Meneladani Sifat Rasulullah SAW, Jalan Mudah Menuju Syurga.

Setelah dari Lapeo di waktu siang, pakar ilmu dan ahli Hadis ini akan memutar balik menuju kota Majene. Ia akan mengisi tauziyah bareng seorang Ulama kenamaan, Syekh Dr. KH Ilham Shaleh, M.Ag di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Al Asy’ariyah Saleppa, Majene.

Kembali ke titik kedatangan pendaratan yakni di Kalukku, Mamuju. Tak jauh dari Bandar Udara (Bandara) Tampa Padang, Buya akan menyampaikan ceramah agama di Ponpes Attahiriyah Annahdhiyah Lombang-Lombang, Mamuju — sebuah pondok yang diasuh oleh Dr. KH Ahmad Multazam, cicit KH Muhammad Thahir Imam Lapeo.

  • Penulis: SARMAN SAHUDING

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKL Kembali Menjamur, Pemkab Majene Siapkan Penertiban Rutin

    PKL Kembali Menjamur, Pemkab Majene Siapkan Penertiban Rutin

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menyiapkan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) secara rutin setiap dua minggu. Langkah tersebut dilakukan menyusul kembali maraknya aktivitas PKL yang menggunakan trotoar dan sejumlah fasilitas umum sebagai lokasi berjualan. Rencana penertiban dibahas dalam rapat evaluasi penertiban PKL sekaligus pembahasan Gerakan Majene Mappacing 2 di ruang Wakil Bupati […]

  • SPPG Mambi Rantebulahan Salurkan MBG ke 2.520 Penerima Manfaat, Ini Menunya!

    SPPG Mambi Rantebulahan Salurkan MBG ke 2.520 Penerima Manfaat, Ini Menunya!

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rantebulahan, Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, laksanakan pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat. Sebanyak 2.520 penerima manfaat menjadi sasaran penyaluran MBG yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wita tersebut. Penerima manfaat terdiri atas peserta didik, tenaga pendidik, serta kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu […]

  • Seorang Montir di Makassar Tewas Tersengat Listrik

    Seorang Montir di Makassar Tewas Tersengat Listrik

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Insiden maut menimpa seorang pekerja di Jalan Bung Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Jumat (30/1/2026) siang. Korban bernama Djufri (43), seorang montir bengkel, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat sedang mengecat atap sebuah indekos. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf mengatakan, peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya, […]

  • Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id– Jelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sebanyak 1.435 botol minuman keras (miras) pabrikan dan 200 liter minuman tradisional jenis ballo dimusnahkan di halaman Mapolsek Mamuju, Selasa (24/2/2026). ​Barang bukti yang dihancurkan tersebut merupakan hasil sitaan dari Operasi Pekat Marano 2026. Operasi ini difokuskan […]

  • Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki hari keempat pada Minggu (01/2/2026). Namun hingga saat ini keberadaan korban belum ditemukan dan upaya penyisiran terus diintensifkan. Diketahui korban bernama Muh. Rifai (32), seorang warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Ia […]

  • Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    Kalaksa BPBD Sulbar Tekankan Kesiapsiagaan TRC Hadapi Cuaca yang Fluktuatif

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan fokus penuh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sulbar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, mengingat kondisi cuaca yang masih sering berubah-ubah (Fluktuatif) dan berpotensi menimbulkan bencana. “Saya berharap seluruh personel tetap fokus, […]

expand_less