Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Dugaan Monopoli Proyek Disdikpora Majene, Aparat Didesak Turun Tangan

Dugaan Monopoli Proyek Disdikpora Majene, Aparat Didesak Turun Tangan

  • account_circle Juita
  • calendar_month Kam, 21 Mei 2026
  • visibility 864
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Dugaan praktik monopoli proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene tahun anggaran 2025 dan dilelang tahun 2025 mulai menjadi sorotan publik.

Pegiat hukum, Muh. Falar Anwar, meminta aparat penegak hukum segera melakukan pengusutan terhadap dugaan adanya satu perusahaan yang mendominasi sejumlah paket proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah.

Menurut Falar, dominasi proyek oleh satu perusahaan dalam jumlah besar patut dipertanyakan karena berpotensi menimbulkan praktik persaingan usaha tidak sehat dalam proses tender pengadaan pemerintah.

“Jika benar satu perusahaan menguasai hingga 12 titik proyek pembangunan maupun rehabilitasi sekolah yang melekat pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, maka hal tersebut harus menjadi perhatian serius. Karena ini berpotensi melanggar prinsip persaingan sehat dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah,” ujarnya kepada awak media, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, praktik semacam itu dapat dikategorikan sebagai bentuk monopoli ataupun persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Menurutnya, pengadaan barang dan jasa pemerintah seharusnya dilaksanakan secara terbuka, transparan, kompetitif, dan akuntabel agar seluruh pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama dalam mengikuti proses tender proyek pemerintah.

“Ketika satu perusahaan mendominasi proyek dalam jumlah besar di satu instansi dan dalam satu tahun anggaran yang sama, tentu publik berhak mempertanyakan bagaimana mekanisme tender itu berjalan. Apakah benar-benar profesional atau justru ada pengondisian tertentu,” tegasnya.

Falar juga menduga adanya potensi penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power yang melibatkan oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan bersama pihak panitia tender untuk memenangkan perusahaan tertentu.

Ia menilai dugaan tersebut harus diusut secara menyeluruh guna memastikan tidak adanya benturan kepentingan maupun praktik kolusi dalam proses pengadaan proyek pemerintah.

“Kalau memang ada indikasi pengaturan pemenang tender, maka itu bukan lagi persoalan administratif biasa. Itu sudah masuk ranah serius yang harus diusut aparat penegak hukum,” katanya.

Karena itu, ia mendesak Polres Majene untuk segera melakukan penyelidikan terhadap seluruh proses tender proyek pembangunan dan rehabilitasi sekolah tahun anggaran 2026 yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Majene.

Selain kepolisian, Falar juga meminta Kejaksaan Negeri Majene agar melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah di daerah tersebut.

Menurutnya, pengawasan dari aparat penegak hukum sangat penting guna mencegah potensi kerugian negara serta memastikan proyek pendidikan benar-benar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan sampai proyek-proyek pendidikan yang seharusnya meningkatkan kualitas sarana belajar siswa justru dijadikan ladang kepentingan kelompok tertentu. Ini menyangkut masa depan pendidikan dan penggunaan uang rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta kelompok masyarakat sipil, lembaga pengawas, dan media untuk ikut mengawal proses pengadaan proyek pemerintah agar berjalan secara transparan dan bebas dari dugaan praktik monopoli.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majene belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.

Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan berimbang atas mencuatnya sorotan publik tersebut.

Masyarakat kini berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, independen, dan transparan dalam menelusuri dugaan praktik monopoli proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kabupaten Majene agar tidak menimbulkan keresahan serta menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melalui APBD 2027, RSUD Majene Harapkan Penguatan Sarana dan Prasarana Kesehatan

    Melalui APBD 2027, RSUD Majene Harapkan Penguatan Sarana dan Prasarana Kesehatan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – RSUD Majene menghadiri rapat paripurna DPRD Majene dengan agenda kegiatan penjelasan Bupati Majene sebagai Pengantar Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027 dan Jawaban Bupati Majene atas Pemandangan Fraksi DPRD terhadap Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027, di Gedung DPRD Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Kamis (8/10/2026). Dihadiri langsung oleh Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri […]

  • HUT Mateng ke-13, Sekda Sulbar Tekankan Kolaborasi dan Visi Agropolitan

    HUT Mateng ke-13, Sekda Sulbar Tekankan Kolaborasi dan Visi Agropolitan

    • 0Komentar

    Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dan pengembangan potensi agropolitan merupakan kunci akselerasi pembangunan Kabupaten Mamuju Tengah. Penegasan ini disampaikan Junda saat mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Mamuju Tengah di Aula Kantor Bupati, Minggu 14 […]

  • Tekan Inflasi Daerah, Wabup Mamasa Minta TPID Rumuskan Langkah Konkret dan Terukur

    Tekan Inflasi Daerah, Wabup Mamasa Minta TPID Rumuskan Langkah Konkret dan Terukur

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menegaskan pentingnya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mamasa untuk segera merumuskan langkah-langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan. Strategi ini dinilai krusial guna menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan laju inflasi di wilayah Kabupaten Mamasa. ​Hal itu disampaikan Sudirman saat membuka rapat High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Mamasa […]

  • Tragis, Lansia Tewas Usai Tabrakan di Depan Puskesmas Wonomulyo

    Tragis, Lansia Tewas Usai Tabrakan di Depan Puskesmas Wonomulyo

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Kecelakaan maut yang melibatkan mobil pick-up dan sebuah sepeda motor terjadi di Jalan Poros Trans Sulawesi, tepat di depan Puskesmas Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu (25/4/2026) pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Insiden tersebut merenggut nyawa Djamaluddin (87), pengendara sepeda motor Honda Beat merah dengan nomor polisi DD 2823 UJ. […]

  • Perkelahian Pemuda di Mambi Viral di Medsos, Diduga Oknum Aparat Terlibat

    Perkelahian Pemuda di Mambi Viral di Medsos, Diduga Oknum Aparat Terlibat

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Jagat maya di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), dihebohkan dengan beredarnya video pendek yang memperlihatkan aksi adu mulut antarkelompok pemuda pada Selasa (14/04/2026). Insiden tersebut disinyalir terjadi di wilayah Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi. ​Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, tampak situasi memanas di sebuah ruas jalan. Fokus utama video […]

  • PKC PMII Sulbar Apresiasi Aksi Kolaborasi Cegah Stunting di Majene

    PKC PMII Sulbar Apresiasi Aksi Kolaborasi Cegah Stunting di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Kanit Lantas Polres Majene bersama Korps HMI Wati (KOHATI) dan Korps PMII Putri (KOPRI).  Sinergi lintas sektor tersebut diwujudkan melalui aksi bakti sosial yang difokuskan pada upaya pencegahan stunting di wilayah Kabupaten […]

expand_less