Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, kini tereduksi menjadi bangunan mati yang terbelit rantai sengketa.

Tepat eforia perayaan Hardiknas menggema di mana-mana, justru sebuah baliho bertuliskan penegasan klaim ahli waris terpampang di gerbang sekolah, memutus seketika hak konstitusional para siswa untuk mengenyam pendidikan.

Penyegelan ini bukan sekadar konflik agraria biasa tetap ia merupakan manifestasi dari rapuhnya perlindungan hukum terhadap aset pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majene yang kerap dijuluki kota pendidikan itu.

Pihak ahli waris menyatakan bahwa langkah drastis ini diambil sebagai kulminasi dari ketidakpastian penyelesaian status lahan yang telah ditempati selama berdekade.

Ironi visual terekam jelas saat para siswa berpakaian Pramuka hanya mampu berdiri di balik pagar besi, menatap nanar ke arah luar. Bagi mereka, sekolah bukan sekadar gedung tetapi ia adalah ruang aman untuk bertumbuh di tengah keterbatasan.

Namun, ruang aman itu kini tersandera oleh kelalaian administratif birokrasi yang membiarkan api sengketa tetap membara di bawah permukaan selama puluhan tahun.

Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kebijakan pendidikan di Kabupaten Majene.

Di saat narasi “Pendidikan Inklusif” dan “Merdeka Belajar” gencar dipromosikan, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa kelompok rentan—anak-anak berkebutuhan khusus—menjadi pihak pertama yang dikorbankan ketika benturan kepentingan properti terjadi.

Bagaimana mungkin sebuah institusi pendidikan publik dibiarkan beroperasi selama puluhan tahun tanpa legalitas lahan yang tuntas?

Kelambanan dalam merespons tuntutan ahli waris menunjukkan lemahnya mitigasi konflik terhadap aset-aset strategis negara.

Terhentinya aktivitas belajar mengajar secara mendadak adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga negara yang dijamin oleh UUD 1945.

Hardiknas yang seharusnya menjadi momentum refleksi atas kemajuan intelektual bangsa, justru diwarnai oleh drama penyegelan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Jika di tingkat fundamental seperti kepastian lahan saja pemerintah gagal memberikan jaminan, maka visi besar pendidikan nasional akan terus terganjal oleh persoalan-persoalan klasik yang bersifat struktural.

Pemerintah Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat kini dituntut untuk segera mengambil langkah taktis—bukan sekadar retorika janji—untuk memastikan para siswa SDLB Lutang tidak kehilangan masa depan mereka hanya karena urusan sengketa tanah yang tak kunjung usai.

Pendidikan adalah investasi peradaban, namun di Majene hari ini, investasi itu sedang digadaikan oleh sengketa lahan yang memilukan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragedi Berdarah di Mamuju Tengah, Seorang Pria Tewas Dibacok Kerabat Sendiri

    Tragedi Berdarah di Mamuju Tengah, Seorang Pria Tewas Dibacok Kerabat Sendiri

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Tragedi berdarah terjadi di kompleks Pasar Salugatta, Desa Salugatta, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 07.15 Wita. Seorang pria bernama Iwan dilaporkan tewas di tempat setelah menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh kerabatnya sendiri. ​Kepala Desa Salugatta, Alimuddin, membenarkan adanya insiden maut yang menggemparkan warga pasar […]

  • Ini Persiapan Pemprov Sulbar Menyongsong Transisi 2026

    Ini Persiapan Pemprov Sulbar Menyongsong Transisi 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Jelang pergantian tahun dari 2025 menuju 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK) telah mengonstruksi serangkaian agenda strategis. Fokus utama dalam perayaan kali ini tidak sekadar seremoni, melainkan penguatan fondasi spiritualitas dan manifestasi kerukunan antar umat beragama di Tanah Mandar. Hal disampaikan Gubernur Sulawesi Barat, […]

  • Kadis PUPR Majene Apresiasi TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda

    Kadis PUPR Majene Apresiasi TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene memberikan apresiasi tinggi kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Korem 142/Tatag, atas keberhasilan membangun Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan kawasan Sungai Samalio, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda.  Kehadiran jembatan sepanjang 50 meter tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus membuka keterisolasian masyarakat di wilayah pelosok. Apresiasi tersebut […]

  • Cegah Kriminalitas, Sat Samapta Polres Mamuju Tengah Intensifkan Patroli

    Cegah Kriminalitas, Sat Samapta Polres Mamuju Tengah Intensifkan Patroli

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Mamuju Tengah mengintensifkan patroli siang di sejumlah titik strategis pada Sabtu (30/5/2026). Langkah ini diambil guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut tetap kondusif. Dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Mamuju Tengah, IPTU Saiful, patroli menyasar kawasan pertokoan, perkantoran, permukiman warga, hingga […]

  • Angin Kencang Terjang Mamasa, Terowongan Halaman Rujab Bupati Ambruk

    Angin Kencang Terjang Mamasa, Terowongan Halaman Rujab Bupati Ambruk

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Angin kencang yang melanda Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) memicu kerusakan infrastruktur. Sebuah struktur terowongan di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa dilaporkan runtuh pada Kamis 22 Januari 2026 siang tadi. Meski tidak memakan korban jiwa, insiden yang terjadi sekitar pukul 12.00 WITA tersebut sempat memicu kepanikan di area perkantoran Rujab Bupati […]

  • BREAKING NEWS: Tanah Longsor Terjang Pemukiman di Aralle, Satu Rumah Tertimbun

    BREAKING NEWS: Tanah Longsor Terjang Pemukiman di Aralle, Satu Rumah Tertimbun

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bencana tanah longsor dilaporkan menerjang wilayah Dusun Kasampoang, Desa Uhailanu, Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa. Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA, Sabtu (9/5/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu unit rumah warga tertimbun longsor hingga rusak parah. Belum diketahui identitas pemilik rumah tersebut. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait […]

expand_less