Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
  • visibility 385
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, kini tereduksi menjadi bangunan mati yang terbelit rantai sengketa.

Tepat eforia perayaan Hardiknas menggema di mana-mana, justru sebuah baliho bertuliskan penegasan klaim ahli waris terpampang di gerbang sekolah, memutus seketika hak konstitusional para siswa untuk mengenyam pendidikan.

Penyegelan ini bukan sekadar konflik agraria biasa tetap ia merupakan manifestasi dari rapuhnya perlindungan hukum terhadap aset pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majene yang kerap dijuluki kota pendidikan itu.

Pihak ahli waris menyatakan bahwa langkah drastis ini diambil sebagai kulminasi dari ketidakpastian penyelesaian status lahan yang telah ditempati selama berdekade.

Ironi visual terekam jelas saat para siswa berpakaian Pramuka hanya mampu berdiri di balik pagar besi, menatap nanar ke arah luar. Bagi mereka, sekolah bukan sekadar gedung tetapi ia adalah ruang aman untuk bertumbuh di tengah keterbatasan.

Namun, ruang aman itu kini tersandera oleh kelalaian administratif birokrasi yang membiarkan api sengketa tetap membara di bawah permukaan selama puluhan tahun.

Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kebijakan pendidikan di Kabupaten Majene.

Di saat narasi “Pendidikan Inklusif” dan “Merdeka Belajar” gencar dipromosikan, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa kelompok rentan—anak-anak berkebutuhan khusus—menjadi pihak pertama yang dikorbankan ketika benturan kepentingan properti terjadi.

Bagaimana mungkin sebuah institusi pendidikan publik dibiarkan beroperasi selama puluhan tahun tanpa legalitas lahan yang tuntas?

Kelambanan dalam merespons tuntutan ahli waris menunjukkan lemahnya mitigasi konflik terhadap aset-aset strategis negara.

Terhentinya aktivitas belajar mengajar secara mendadak adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga negara yang dijamin oleh UUD 1945.

Hardiknas yang seharusnya menjadi momentum refleksi atas kemajuan intelektual bangsa, justru diwarnai oleh drama penyegelan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Jika di tingkat fundamental seperti kepastian lahan saja pemerintah gagal memberikan jaminan, maka visi besar pendidikan nasional akan terus terganjal oleh persoalan-persoalan klasik yang bersifat struktural.

Pemerintah Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat kini dituntut untuk segera mengambil langkah taktis—bukan sekadar retorika janji—untuk memastikan para siswa SDLB Lutang tidak kehilangan masa depan mereka hanya karena urusan sengketa tanah yang tak kunjung usai.

Pendidikan adalah investasi peradaban, namun di Majene hari ini, investasi itu sedang digadaikan oleh sengketa lahan yang memilukan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    APDESI Demo Besar – Besaran Di Jakarta, Ini Kata Perwakilan Sulbar

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau biasa disebut APDESI adakan demo besar – besaran hari ini di Jakarta untuk menyikapi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025, Mamuju 8 Desember 2025. APDESI anggap PMK No.81 Tahun 2025 terlalu prematur untuk di sahkan dan sangat merugikan Pemerintah Desa sebagai ujung tombak penggerak roda […]

  • Lakalantas Maut di Mamuju Tengah, Dua Pemotor Tewas

    Lakalantas Maut di Mamuju Tengah, Dua Pemotor Tewas

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Poros Topoyo–Tumbu, tepatnya di Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat pada Rabu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Peristiwa tragis yang melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha RX-King dan truk tersebut mengakibatkan dua orang pemuda meninggal dunia di tempat. ​Bripda I Made Tresna, Personel […]

  • Jadwal Belajar Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Libur Awal Puasa

    Jadwal Belajar Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Libur Awal Puasa

    • 0Komentar

    ​JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pemerintah resmi menyepakati pengaturan kegiatan belajar mengajar (KBM) bagi siswa sekolah selama bulan Ramadan 2026. Keputusan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara pemenuhan hak belajar, penguatan nilai keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik. ​Kesepakatan tersebut diambil dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) […]

  • BREAKING NEWS:Kebakaran di Melahaan Barat, Api Mendekati Pemukiman Warga 

    BREAKING NEWS:Kebakaran di Melahaan Barat, Api Mendekati Pemukiman Warga 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kebakaran terjadi di wilayah Melahaan Barat, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (27/8/2026) sore. Hingga pukul 20.40 WITA, api masih terlihat menyala di lokasi kejadian. Pantauan Sulbarupdate.id, nampak kobaran api bahkan susah mendekati pemukiman warga. Warga setempat bersama personel Polsek Mambi masih berupaya melakukan pemadaman dan mencegah api agar tidak meluas […]

  • Bupati Mamuju Tengah Larang ASN Terima Gratifikasi Jelang Lebaran

    Bupati Mamuju Tengah Larang ASN Terima Gratifikasi Jelang Lebaran

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. H. Arsal Aras, mengeluarkan instruksi tegas bagi seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah. Menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Arsal mengimbau seluruh penyelenggara negara untuk menolak segala bentuk gratifikasi demi menjaga integritas birokrasi. ​Langkah preventif ini diambil guna […]

  • PSC Majene Olah Sampah RT Jadi BBM Ambulans Gratis

    PSC Majene Olah Sampah RT Jadi BBM Ambulans Gratis

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Program pengelolaan sampah yang digagas relawan PSC Kabupaten Majene kembali mendapat perhatian masyarakat. Pengumpulan berbagai jenis sampah Rumah Tangga (RT) berhasil dikumpulkan untuk diolah dan dijual sebagai sumber pendanaan operasional ambulans yang melayani masyarakat secara gratis. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Kamis (18/6/2026). Ketua PSC Majene, Aslan, mengatakan bahwa […]

expand_less