Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 728
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Matahari di ufuk Mamasa seolah bersinar lebih redup dari biasanya pada Senin, 29 Desember 2015. Di antara ratusan derap langkah pegawai yang bersuka cita, ada sepasang kaki yang melangkah dengan berat namun penuh martabat.

Dialah Nenni, seorang wanita yang menghabiskan dua dekade usianya dalam sunyi pengabdian di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa.

Selama dua puluh tahun, Nenni adalah saksi bisu pasang surutnya roda pemerintahan. Ia adalah personifikasi dari kesabaran yang tak bertepi, bekerja tanpa keluh meski statusnya hanya bergantung pada selembar kertas kontrak yang kerap tak menentu.

Namun pagi ini, sebuah takdir unik sekaligus getir telah digariskan untuknya.

Langkah Nenni menuju panggung utama bukan sekadar langkah biasa. Itu adalah langkah menuju puncak penantian panjangnya untuk menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Sebuah pengakuan negara yang telah lama ia impikan dalam setiap sujud dan doa-doanya. Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip sebuah kenyataan yang mengiris kalbu. SK yang ia terima hari ini bukan sekadar gerbang menuju status baru, melainkan juga sebuah tanda perpisahan.

Di hari yang sama saat ia resmi menyandang status PPPK, di detik itu pula Nenni harus memasuki masa purnabakti (Pensiun).Ia diangkat untuk langsung dipensiunkan.

Saat namanya menggema di pengeras suara, suasana lapangan yang riuh seketika berubah hening. Nenni tidak sendiri namun ia melangkah bersama Nurdin, rekan seperjuangan dari PKM Mambi yang juga merasakan takdir serupa.

Keduanya berdiri di panggung, menjadi pusat gravitasi dari ribuan pasang mata yang mulai berkaca-kaca.

Isak tangis Nenni pecah seketika saat ia berdiri di panggung disaksikan puluhan ribu mata. Bukan tangis kesedihan karena kehilangan pekerjaan, melainkan tangis haru atas sebuah kehormatan yang akhirnya tiba di penghujung jalan.

Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, yang berdiri di hadapannya pun tak kuasa membendung air mata. Ketegaran seorang pemimpin luruh seketika melihat betapa besar cinta seorang abdi negara terhadap profesinya.

Tangan sang Wakil Bupati tampak bergetar saat menyerahkan bingkisan penghargaan kepada dua pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Bupati Mamasa yang berada di samping kedua pahlawan itu pun tertunduk, menyeka sudut matanya yang basah. Di atas panggung itu, bukan lagi tentang birokrasi atau angka-angka statistik, melainkan tentang penghargaan setinggi-tingginya terhadap kemanusiaan dan loyalitas yang melampaui logika.

“Jangan lihat nilainya. Ini adalah bentuk apresiasi terdalam dari Pemerintah Daerah Mamasa atas pengabdian tanpa pamrih yang telah kalian berikan selama puluhan tahun.” ungkap Sudirman.

Setiap kata yang terucap dari bibir sang Wakil Bupati seolah menjadi melodi melankolis yang menyayat hati siapa pun yang mendengar.

Ribuan pegawai yang hadir terdiam. Banyak di antaranya yang tertunduk lesu dengan air mata yang mengalir deras di pipi mereka.

Bagi Nenni, momen yang paling sakral bukanlah gaji atau tunjangan yang akan ia terima sebagai pensiunan, melainkan kain bermotif batik biru yang ia kenakan. Sebuah identitas yang selama dua puluh tahun hanya bisa ia pandang dari kejauhan dengan rasa rindu yang mendalam.

“Saya sangat senang, Pak. Meski harus langsung pensiun, keinginan saya untuk mengenakan baju Korpri ini akhirnya kesampaian juga. Saya ingin pulang dengan rasa bangga sebagai bagian resmi dari korps ini,” bisik Nenni di antara sisa isak tangisnya saat ditemui usai prosesi.

Ada sebuah keikhlasan yang luar biasa dalam senyum getirnya. Nenni membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu tentang berapa lama kita menjabat, tetapi tentang seberapa besar cinta yang kita berikan hingga garis finis ditentukan oleh waktu.

Senin itu, Lapangan Kondosapata menjadi saksi sebuah drama kehidupan yang paripurna. Nenni dan Nurdin pulang dengan seragam biru mereka, bukan menuju meja kerja, melainkan menuju masa tua yang penuh dengan kenangan manis tentang sebuah penantian yang berakhir indah, meski hanya sekejap mata.

Dua puluh tahun untuk satu hari yang abadi. Di Mamasa, sejarah mencatat bahwa kesetiaan adalah mata uang yang takkan pernah lekang oleh waktu, meski hanya dibayar dengan sebuah perpisahan di puncak pencapaian.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan

    Potret Buram Akses Jalan di Pelosok Mamasa, Lansia Sakit Harus Ditandu 8 Kilometer ke Fasilitas Kesehatan

    • 0Komentar

    MAMBI, Sulbarupdate.id — Perjuangan warga Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, bersama personil Polsek Mambi, evakuasi seorang lansia berusia 85 tahun sejauh kurang lebih 8 kilometer menjadi potret buram sulitnya akses pelayanan dasar bagi masyarakat pelosok. Sania, warga Dusun Sambaho, harus ditandu secara manual oleh warga setelah mengalami kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun […]

  • Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    Monitoring BMD 2025: BPKAD Sulbar dan Inspektorat Daerah Pastikan BMD Dikelola Optimal

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, menerima kedatangan Tim dari Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (9/2/2026). Kunjungan ini dalam rangka monitoring terkait Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2025. Pertemuan berlangsung di ruang Kepala BPKAD dan dilanjutkan secara teknis di ruang rapat Bidang Pengelolaan […]

  • Sulbar Matangkan Program MBG, Fokus Pemanfaatan Bahan Baku Lokal dan Berkelanjutan

    Sulbar Matangkan Program MBG, Fokus Pemanfaatan Bahan Baku Lokal dan Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar rapat koordinasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Sulbar yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, di Ruang Theater Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 10 Februari 2026. Rapat ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kesiapan dan optimalisasi pelaksanaan program MBG yang merupakan […]

  • SPPG Mehalaan Mamasa, Salurkan MBG ke 2.073 Penerima Manfaat

    SPPG Mehalaan Mamasa, Salurkan MBG ke 2.073 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sebanyak 2.073 penerima manfaat mendapatkan Pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan Yayasan Pallawa Lipu Grup melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, Selasa (8/9/2026). Penyaluran MBG menyasar anak sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, anak tidak sekolah, serta kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program MBG ini […]

  • Residivis Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Polman bersama 23,4 Gram Sabu

    Residivis Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Polman bersama 23,4 Gram Sabu

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id — Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar kembali menggagalkan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.  Seorang pria berinisial B yang berusia 29 tahun diringkus polisi karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dengan berat total 23,4 gram.  Tersangka merupakan warga Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. ​Kasus pengungkapan ini […]

  • Mateng Gencarkan Program ‘Genting’, Ajak Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

    Mateng Gencarkan Program ‘Genting’, Ajak Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh Anak Stunting

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, terus memacu percepatan penanganan stunting melalui inovasi Gerakan Melawan Stunting (Genting). Dalam upaya mencapai target nol kasus (zero stunting), pemerintah daerah kini memperluas kolaborasi dengan mengajak sektor swasta dan masyarakat mampu menjadi orang tua asuh. ​Ajakan tersebut ditegaskan oleh Asisten III Setda Mamuju Tengah, […]

expand_less