Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
  • visibility 333
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengungkap kekhawatirannya terhadap ancaman krisis fiskal yang membayangi daerah.

Hal ini dipicu pemberlakuan Pasal 146 UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen pada tahun 2027.

​Dalam audiensi bersama organisasi kepemudaan (OKP) dan perwakilan PPPK di Kantor Gubernur Sulbar, Suhardi memaparkan bahwa rata-rata belanja pegawai di kabupaten se-Sulbar telah menyentuh angka 40 persen, sementara tingkat provinsi mencapai 38 persen.

​”Pemprov Sulbar bahkan harus melakukan penyesuaian anggaran hingga Rp220 miliar. Kami mengusulkan relaksasi Pasal 146. Jika tidak ada kebijakan khusus dari pusat, ini bisa menjadi bencana bagi daerah, bahkan berpotensi menyebabkan shutdown,” tegas Suhardi didampingi Sekda Junda Maulana, Jumat (10/4/2026).

​Penerapan aturan ini dinilai dilematis. Di satu sisi, daerah wajib menekan belanja pegawai, namun di sisi lain terdapat ribuan tenaga PPPK, baik formasi waktu (FW) maupun paruh waktu (PW), yang menggantungkan nasib pada APBD. Tanpa relaksasi, gelombang PHK massal sulit dihindari.

​Merespons hal tersebut, perwakilan HMI MPO Mamuju, Aco Riswan, menilai kebijakan pusat ini kontraproduktif dan memicu kebingungan di akar rumput. Ia mendesak pemerintah pusat untuk menunda implementasi aturan tersebut.

​”Langkah cepat yang dibutuhkan adalah mendorong pusat menunda kebijakan ini, sekaligus memberikan ruang bagi daerah untuk menggenjot PAD dan menertibkan sektor pajak agar fiskal menguat,” ujar Aco.

​Diskusi ini menghasilkan kesepahaman untuk menyusun rekomendasi bersama. Gubernur berharap dukungan dari elemen mahasiswa dan OKP agar persoalan ini dilihat secara jernih oleh pemerintah pusat.

​Rekomendasi tersebut akan segera dikirim ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan agar kebijakan fiskal nasional lebih adaptif terhadap kondisi rill di daerah, khususnya daerah dengan kapasitas fiskal yang masih terbatas seperti Sulawesi Barat.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Ketiga Rekonsiliasi Keuangan Sulbar: Ali Chandra Tegaskan Transparansi Aset dan Persediaan  

    Hari Ketiga Rekonsiliasi Keuangan Sulbar: Ali Chandra Tegaskan Transparansi Aset dan Persediaan  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melanjutkan pelaksanaan rekonsiliasi laporan keuangan perangkat daerah yang berlangsung di Ruang Rapat Bidang Akuntansi dan Pelaporan Daerah BPKAD Sulbar, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini melibatkan para pengurus barang dan bendahara pengeluaran yang berkolaborasi melakukan penginputan jurnal persediaan serta jurnal aset. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan misi Gubernur […]

  • Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pengembalian kerugian negara sebesar Rp81 miliar di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa hingga kini masih jalan di tempat. Mandeknya tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini memicu desakan luas agar aparat penegak hukum segera turun tangan. ​Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menyatakan bahwa polemik ini kini […]

  • Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    Sektor Peternakan Babi di Mamasa Berpotensi Tinggi, DPRD Desak Intervensi Anggaran dan Kolaborasi Pusat

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.id — Potensi sektor peternakan, khususnya ternak babi di Kabupaten Mamasa, dinilai menjadi kunci strategis untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal ini mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih serius melakukan intervensi anggaran serta membangun kolaborasi lintas instansi hingga ke tingkat kementerian. Anggota DPRD Mamasa, Arwin Rahman, […]

  • Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

    Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Awal tahun 2026 diwarnai rentetan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah. Beberapa bupati dan wali kota di Indonesia terjerat OTT dengan modus yang beragam, mulai dari dugaan jual beli jabatan hingga suap proyek. 24/1/2026 Situasi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia birokrasi Daerah. Menyikapi hal […]

  • Dinas PUPR Sulbar Gelar Family Gathering, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi

    Dinas PUPR Sulbar Gelar Family Gathering, Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Organisasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Mengawali hari pertama masuk kerja di awal tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar kegiatan Family Gathering di Café Ruang Rindu, Mamuju, Jumat 2 Januari 2026. Kegiatan yang dihadiri pejabat dan staf dari seluruh bidang ini menjadi ruang silaturahmi nonformal untuk memperkuat kebersamaan dan kekompakan organisasi. […]

  • Harga Emas Pegadaian Melonjak Tajam, Produk UBS dan Galeri24 Kompak Naik

    Harga Emas Pegadaian Melonjak Tajam, Produk UBS dan Galeri24 Kompak Naik

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Tren kenaikan harga logam mulia kembali berlanjut. Berdasarkan data resmi dari laman Sahabat Pegadaian pada Selasa (6/1/2026), harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 terpantau mengalami kenaikan signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Emas produksi Galeri24 mencatatkan lonjakan sebesar Rp34.000, dari harga semula Rp2.522.000 menjadi Rp2.556.000 per gram. Sementara itu, emas batangan UBS mengalami […]

expand_less