Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengungkap kekhawatirannya terhadap ancaman krisis fiskal yang membayangi daerah.

Hal ini dipicu pemberlakuan Pasal 146 UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen pada tahun 2027.

​Dalam audiensi bersama organisasi kepemudaan (OKP) dan perwakilan PPPK di Kantor Gubernur Sulbar, Suhardi memaparkan bahwa rata-rata belanja pegawai di kabupaten se-Sulbar telah menyentuh angka 40 persen, sementara tingkat provinsi mencapai 38 persen.

​”Pemprov Sulbar bahkan harus melakukan penyesuaian anggaran hingga Rp220 miliar. Kami mengusulkan relaksasi Pasal 146. Jika tidak ada kebijakan khusus dari pusat, ini bisa menjadi bencana bagi daerah, bahkan berpotensi menyebabkan shutdown,” tegas Suhardi didampingi Sekda Junda Maulana, Jumat (10/4/2026).

​Penerapan aturan ini dinilai dilematis. Di satu sisi, daerah wajib menekan belanja pegawai, namun di sisi lain terdapat ribuan tenaga PPPK, baik formasi waktu (FW) maupun paruh waktu (PW), yang menggantungkan nasib pada APBD. Tanpa relaksasi, gelombang PHK massal sulit dihindari.

​Merespons hal tersebut, perwakilan HMI MPO Mamuju, Aco Riswan, menilai kebijakan pusat ini kontraproduktif dan memicu kebingungan di akar rumput. Ia mendesak pemerintah pusat untuk menunda implementasi aturan tersebut.

​”Langkah cepat yang dibutuhkan adalah mendorong pusat menunda kebijakan ini, sekaligus memberikan ruang bagi daerah untuk menggenjot PAD dan menertibkan sektor pajak agar fiskal menguat,” ujar Aco.

​Diskusi ini menghasilkan kesepahaman untuk menyusun rekomendasi bersama. Gubernur berharap dukungan dari elemen mahasiswa dan OKP agar persoalan ini dilihat secara jernih oleh pemerintah pusat.

​Rekomendasi tersebut akan segera dikirim ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan agar kebijakan fiskal nasional lebih adaptif terhadap kondisi rill di daerah, khususnya daerah dengan kapasitas fiskal yang masih terbatas seperti Sulawesi Barat.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    DPRD Mamasa Kritik Keseriusan Pemerintah Urusi MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arwin menilai pemerintah tidak serius dalam menangani pemenuhan gizi pelajar. ​Arwin menuturkan, berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sedikitnya 31 titik wilayah di Mamasa yang hingga saat ini […]

  • Satu Suara, Komisi XI DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

    Satu Suara, Komisi XI DPR Pilih Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Komisi XI DPR RI resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih dalam rapat pengambilan keputusan yang digelar hari ini. Thomas akan menggantikan Juda Agung untuk memperkuat jajaran pimpinan bank sentral. Keputusan ini diambil setelah Thomas, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan II, menjalani uji kelayakan dan […]

  • Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Berdasarkan data terbaru capaian tingkat provinsi, Mamuju Tengah sukses menempati posisi puncak di antara kabupaten lainnya di Sulawesi Barat dengan raihan skor 63,82. Angka tersebut menempatkan Mamuju Tengah dalam kategori “Inovatif” dan menjadikannya satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut […]

  • Sengketa Lahan di Tobadak Mateng, Kesaksian Saling Jegal Antara Kelompok Tani dan Pemkab

    Sengketa Lahan di Tobadak Mateng, Kesaksian Saling Jegal Antara Kelompok Tani dan Pemkab

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Persidangan kasus sengketa lahan seluas 115 hektare di wilayah Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, antara kelompok tani Pak Balo melawan PT Wahana Karya Sejahtera Mandiri (WKSM) terus menyita perhatian publik. ​Dalam rangkaian persidangan yang berlangsung sejak April hingga Juni 2026 di Pengadilan Negeri Mamuju, majelis hakim dihadapkan pada rentetan kesaksian yang saling […]

  • Ribuan PPPK Paruh Waktu Pemprov Sulbar, Resmi Terima SK

    Ribuan PPPK Paruh Waktu Pemprov Sulbar, Resmi Terima SK

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – PPPK paruh waktu Provinsi Sulawesi Barat resmi terima SK yang diserahkan langsung oleh Gubernur Dr. Suhardi Duka, Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam apel di Lapangan Kantor Gubernur Sulbar, Senin 22 Desember 2025. Sebanyak 4.179 orang tenaga PPPK paruh waktu terdiri dari 719 Guru, 102 tenaga kesehatan, dan 3.358 tenaga teknis. Gubernur […]

  • Kejar Target Program MBG, Satgas Sulbar Akselerasi Sertifikasi Higiene Sanitasi

    Kejar Target Program MBG, Satgas Sulbar Akselerasi Sertifikasi Higiene Sanitasi

    • 1Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Sulawesi Barat bergerak cepat memacu penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna menjamin standar keamanan pangan dalam menyukseskan program nasional tersebut di wilayah Sulawesi Barat. Dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar secara daring itu, […]

expand_less