Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

Dianggap Rugikan Masyarakat, APDESI Mamasa Desak Menkeu Cabut PMK 81 2025

  • account_circle Tim Reporter Sulbarupdate
  • calendar_month Sab, 6 Des 2025
  • visibility 1.007
  • comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahman Tona, melayangkan desakan keras kepada Menteri Keuangan untuk segera menarik kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2025.

Ia berpendapat bahwa regulasi tersebut diterbitkan secara tergesa-gesa, mengabaikan realitas lapangan di desa, dan justru menjadi penghalang dalam pemenuhan hak-hak dasar warga desa di seluruh Indonesia.

Menurut Abdul Rahman, PMK 81 dirilis menjelang akhir tahun 2025, momen krusial ketika banyak program desa sedang dalam pelaksanaan dan pemerintah desa berjuang keras untuk mempercepat penyerapan anggaran serta menuntaskan program akhir tahun.

“Seluruh pemerintah desa di Sulawesi Barat, bahkan di seluruh Indonesia, mendesak pencabutan PMK 81 karena aturan ini sangat merugikan masyarakat desa,” tegasnya saat dimintai konfirmasi pada Sabtu 6 Desember 2025.

Ia menjelaskan bahwa sejak aturan baru ini berlaku, pencairan Dana Desa non-earmark terhenti di sebagian besar wilayah. Konsekuensi langsungnya adalah tertundanya pembayaran honor bagi kader, guru mengaji, dan berbagai layanan dasar lainnya yang vital bagi masyarakat.

“Kami sebagai pemerintah desa merasa iba sekaligus malu karena para kader dan guru mengaji yang sudah bertugas berbulan-bulan tidak dapat menerima hak honorarium mereka,” ungkapnya dengan prihatin.

Sebagai respons kolektif, APDESI telah melakukan konsolidasi nasional dan berencana menggelar aksi damai pada hari Senin, 8 Desember 2025, sebagai bentuk protes.

“Saat ini, kami sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk mempersiapkan aksi 8 Desember. Kami berharap Bapak Presiden dapat mendengar langsung aspirasi dari masyarakat desa dan memahami kondisi nyata yang kami hadapi di lapangan,” tuturnya.

Abdul Rahman menekankan bahwa aksi ini bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan upaya untuk menyuarakan harapan agar Presiden dapat memberikan solusi atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh regulasi tersebut.

“Kami sepenuhnya mendukung program-program Bapak Presiden. Akan tetapi, PMK 81 harus dicabut karena telah mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat luas,” pungkas Abdul Rahman.

Sebagai informasi, PMK 81 Tahun 2025 adalah perubahan atas PMK Nomor 108 Tahun 2024 tentang Dana Desa 2025.

Peraturan ini menyertakan kewajiban bagi setiap desa untuk mendukung pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu syarat wajib untuk pencairan Dana Desa Tahap II.

  • Penulis: Tim Reporter Sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Mamuju Tengah Berhasil Ungkap 20 Kasus Narkoba di Awal 2026

    Polres Mamuju Tengah Berhasil Ungkap 20 Kasus Narkoba di Awal 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Mamuju Tengah terus menunjukkan komitmen tinggi dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, aparat kepolisian berhasil membongkar puluhan kasus yang melibatkan jaringan pengedar hingga pengguna. ​Berdasarkan data periode Januari hingga April 2026, Satresnarkoba Polres Mamuju Tengah mencatat pengungkapan sebanyak 20 […]

  • Material Longsor Tutup Akses Jalan Mamasa-Mamuju, Puluhan Kendaraaan Terjebak

    Material Longsor Tutup Akses Jalan Mamasa-Mamuju, Puluhan Kendaraaan Terjebak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Akses jalan penghubung Mamasa – Mamuju kembali tertutup material tanah longsor di di Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Material longsor yang menutupi seluruh badan jalan dipicu oleh intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (30/4/2026). ​Titik longsor dilaporkan berada di wilayah Bambaam, tepatnya di sekitar area Warung Kejujuran. Akibatnya, […]

  • Polisi Buru Kebenaran Skandal Asusila Oknum Guru Madrasah di Polman

    Polisi Buru Kebenaran Skandal Asusila Oknum Guru Madrasah di Polman

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar) kini didera kabar memilukan yang mengusik ketenangan warga. Aroma tidak sedap menyeruak dari balik dinding salah satu madrasah di kecamatan di Polman, menyusul adanya dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang oknum guru berinisial A terhadap sejumlah siswanya sendiri. ​Kabar yang semula […]

  • Diduga di Majene Ada Mafia BBM, AMM Geruduk Kantor Bupati

    Diduga di Majene Ada Mafia BBM, AMM Geruduk Kantor Bupati

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  — Aliansi Mahasiswa Majene (AMM) menggeruduk Kantor Bupati Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (11/9/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Majene. Dalam aksi tersebut, AMM menyoroti kondisi masyarakat yang harus menghadapi antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum […]

  • Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pengembalian kerugian negara sebesar Rp81 miliar di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa hingga kini masih jalan di tempat. Mandeknya tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini memicu desakan luas agar aparat penegak hukum segera turun tangan. ​Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menyatakan bahwa polemik ini kini […]

  • Diduga Kumpul Kebo, Pasangan Bukan Pasutri di Mamuju Diamankan Polisi

    Diduga Kumpul Kebo, Pasangan Bukan Pasutri di Mamuju Diamankan Polisi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Patmor Satuan Samapta Polresta Mamuju mengamankan pasangan bukan suami istri yakni pria berinisial F (24) dan wanita H (23). Keduanya kedapatan tinggal bersama dalam satu kamar kost di wilayah Kabupaten Mamuju, Selasa (17/2/2026) dini hari. ​Penertiban ini dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga sekitar yang merasa resah dan keberatan […]

expand_less