Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Dana Klaim Non Kapitasi Belum di Salurkan, LSM GERAK Desak APH Usut Tuntas Dugaan KKN

Dana Klaim Non Kapitasi Belum di Salurkan, LSM GERAK Desak APH Usut Tuntas Dugaan KKN

  • account_circle Amr
  • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
  • visibility 520
  • comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Skandal pengelolaan keuangan daerah kembali mencuat di Kabupaten Mamasa. Puluhan miliar rupiah dana Non Kapitasi (klaim) BPJS Kesehatan yang seharusnya dibayarkan kepada 18 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit hingga kini tidak kunjung disalurkan. Kondisi ini memantik reaksi keras dari LSM GERAK, yang mendesak Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh terhadap kas daerah (Kasda).

Berdasarkan temuan LSM GERAK DPC Mamasa, dana Non Kapitasi untuk 18 Puskesmas pada tahun 2024 tidak dibayarkan selama tiga bulan berturut-turut, yakni Oktober, November, dan Desember. Ironisnya, kondisi serupa kembali terjadi pada tahun 2025, di mana dana Non Kapitasi untuk periode Oktober hingga Desember kembali belum dibayarkan.

Total tunggakan dana Non Kapitasi tahun 2024–2025 (enam bulan) tersebut mencapai miliaran rupiah. Tidak hanya Puskesmas, Rumah Sakit Kondo Sapata juga mengalami nasib serupa. Pada tahun 2025, dana Non Kapitasi rumah sakit tersebut yang nilainya mencapai sekitar Rp4 miliar dilaporkan belum dibayarkan sama sekali.

Ketua LSM GERAK DPC Mamasa, Andi Waris Tala, dengan tegas mempertanyakan kinerja pengawasan pemerintah daerah.

“Inspektorat, kepolisian, dan kejaksaan jangan tinggal diam. Ini uang negara, uang pelayanan kesehatan rakyat. Harus segera diaudit dan dilidik, di mana sebenarnya dana ini tersangkut,” tegasnya.

Menurut Andi Waris, dana Non Kapitasi merupakan anggaran rutin yang setiap triwulan ditransfer langsung oleh BPJS Kesehatan ke Kasda. Oleh karena itu, alasan keterlambatan pembayaran dinilai tidak masuk akal dan patut diduga kuat terjadi pengalihan atau penyalahgunaan anggaran di lingkup Pemerintah Daerah Mamasa.

“Kalau uangnya sudah masuk ke Kasda, kok tidak sampai ke pengelola 18 Puskesmas dan 1 Rumah Sakit. Di mana nyangkutnya dana ini? Siapa yang bertanggung jawab,” ujar Andi Waris dengan nada geram.

LSM GERAK menilai, carut-marut pengelolaan dana kesehatan ini berpotensi menghancurkan kualitas layanan publik, merugikan tenaga medis, serta mengkhianati tujuan program nasional BPJS Kesehatan. Program pemerintah untuk pelayanan kesehatan yang maksimal, kata dia, mustahil terwujud jika anggaran kesehatan justru “dipermainkan.

“Ini bukan sekadar administrasi. Ini menyangkut hak tenaga medis dan hak masyarakat atas layanan kesehatan. APH harus segera mengungkap kejanggalan ini sampai terang benderang,” tutup Andi Waris Tala

HIngga berita ini diturunkan, pihak media melakukan upaya konfirmasi kepada BPKAD Kabupaten Mamasa, namun belum mendapatkan jawaban. (*)

  • Penulis: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Pelaku Penganiayaan dengan Parang Dibekuk Setelah Tiga Hari Diburu

    Terduga Pelaku Penganiayaan dengan Parang Dibekuk Setelah Tiga Hari Diburu

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Mamuju Tengah (Mateng) mengamankan seorang pria berinisial A alias I, warga Desa Lumu, Kecamatan Budong-budong, yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang. Setelah sempat dicari selama tiga hari, A alias I diamankan di Desa Kombiling, Kecamatan Pangale, Minggu (4/10/2026) sekitar pukul […]

  • Pudarnya Kearifan Lokal

    Pudarnya Kearifan Lokal

    • 0Komentar

    25 September 2026 Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Sulbarupdate.id – Sejak kecil duduk di bangku Sekolah Rakyat sampai menjadi mahasiswa, saya percaya bahwa tradisi lokal dari masing-masing suku bangsa Indonesia memiliki budaya luhur yang mengajarkan manusia untuk hidup bermartabat, sebagai modal sosial dan pilar budaya untuk membangun bangsa dan negara yang berkeadaban. Indonesia bukanlah […]

  • Berhasil Pangkas Utang Rp 62 Miliar, DPRD Apresiasi Pemda Mamasa

    Berhasil Pangkas Utang Rp 62 Miliar, DPRD Apresiasi Pemda Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mamasa, menunjukkan progres positif dalam penyehatan keuangan daerah. Sepanjang tahun anggaran 2025, Pemda Mamasa dilaporkan berhasil melunasi utang daerah sebesar Rp 62 miliar. Capaian tersebut mengemuka dalam rapat kerja evaluasi antara Komisi III DPRD Mamasa bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra di ruang rapat Komisi III, Rabu […]

  • Tabrakan Maut Dua Truk di Mamuju Tengah, 1 Sopir Tewas dan 1 Anak Balita Kritis

    Tabrakan Maut Dua Truk di Mamuju Tengah, 1 Sopir Tewas dan 1 Anak Balita Kritis

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID – Kecelakaan lalu lintas, melibatkan dua unit truk terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Kilometer 10, Desa Salogatta, Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.  Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang pengemudi tewas di lokasi kejadian dan seorang balita dalam kondisi kritis. Korban meninggal dunia […]

  • Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

    Kisah Nenni, 20 Tahun Menanti Seragam Korpri, Terima SK Langsung Pensiun

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Matahari di ufuk Mamasa seolah bersinar lebih redup dari biasanya pada Senin, 29 Desember 2015. Di antara ratusan derap langkah pegawai yang bersuka cita, ada sepasang kaki yang melangkah dengan berat namun penuh martabat. Dialah Nenni, seorang wanita yang menghabiskan dua dekade usianya dalam sunyi pengabdian di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa. Selama […]

  • Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Dijatuhi Sanksi PWI

    Perjuangkan Kesetaraan HPN, Firdaus Dijatuhi Sanksi PWI

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Pemberhentian Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, oleh Dewan Kehormatan PWI Pusat memunculkan sorotan terhadap tata kelola Hari Pers Nasional (HPN).  Sekretaris Jenderal SMSI Pusat, Makali Kumar, menilai polemik tersebut perlu menjadi momentum untuk membuka ruang dialog mengenai kesetaraan dan keterlibatan seluruh konstituen Dewan Pers dalam penyelenggaraan agenda nasional insan […]

expand_less