Blangko E-KTP Habis, Warga Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Mamasa
- account_circle Whelson
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 34
- comment 0 komentar

Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mamasa. Foto/Whelson
MAMASA, Sulbarupdate.id — Ketersediaan blangko Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami kekosongan.
Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat yang telah datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus administrasi kependudukan.
Salah satunya Urbanus, warga Kecamatan Balla, yang mengaku kecewa setelah menempuh perjalanan dari wilayahnya untuk mengurus perubahan status kependudukan pada KTP miliknya.
Namun, proses tersebut belum dapat diselesaikan karena blangko KTP-el di Disdukcapil Mamasa sedang tidak tersedia.
“Menurut operatornya, blangko KTP habis. Katanya belum didistribusikan dari provinsi. Saya tanya sampai kapan, tapi dia bilang belum bisa dipastikan,” ujar Urbanus, Kamis (24/9/2026).
Urbanus berharap persoalan ketersediaan blangko dapat segera ditangani, mengingat masyarakat harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk datang ke kantor pelayanan administrasi kependudukan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdukcapil Kabupaten Mamasa, Lintje Arruan, membenarkan adanya kekosongan blangko tersebut.
“Betul, Pak. Blangko kosong karena biasanya provinsi yang jemput ke Jakarta dan didrop ke kabupaten,” kata Lintje melalui pesan WhatsApp.
Menurut Lintje, keterbatasan blangko berkaitan dengan jumlah distribusi dari pemerintah pusat yang belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan di daerah.
Ia menyebut kuota blangko yang dikirim pemerintah pusat secara nasional sekitar 1,5 juta keping, sementara kebutuhan pelayanan di Kabupaten Mamasa mencapai sekitar 100 hingga 200 keping setiap hari.
“Kuota blangko yang dikirim pihak pemerintah pusat hanya sekitar 1.500.000 keping. Sedangkan kebutuhan blangko di Mamasa mencapai 100 sampai 200 keping per hari,” jelasnya.
Lintje menambahkan, Disdukcapil Mamasa terkadang mengambil inisiatif untuk menjemput langsung blangko ke Jakarta guna memenuhi kebutuhan pelayanan.
Namun, langkah tersebut saat ini terkendala keterbatasan anggaran.
Kondisi kekosongan blangko ini membuat sebagian masyarakat yang membutuhkan pencetakan atau perubahan data KTP-el harus menunggu hingga pasokan blangko kembali tersedia.
Disdukcapil Mamasa menyatakan persoalan tersebut berkaitan dengan proses distribusi blangko dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi ke kabupaten.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Hamsah
