Mateng Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak? Sekda Desak Kolaborasi Nyata Antar-Instansi
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar

Mamuju Tengah – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DP3P2KB) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat gelar forum kerja sama lintas sektor terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Forum ini di gelar di aula Hotel Fadilah Topoyo, Jln. Abdul Majid Pattaro pura, Kamis, 11 Juni 2026, dan di buka secara resmi oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Mateng, Litha Febriani.
Kepada wartawan Litha mengungkapkan dengan melihat data yang ada, dimana persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak lumayan tinggi, olehnya itu harus ada kolaborasi dan kerjasama antar semua pihak dengan melahirkan program yang kongkrit untuk kemudian dapat mengatasi permasalahan yang ada.
“Berangkat dari data, ini menjadi kegelisahan bagi kami bagimana caranya tidak ada lagi kasus -kasus berikutnya sehingga diharapkan seluruh perangkat daerah dapat berkolaborasi kerjasama, dan melahirkan program yang benar-benar kongkrit untuk kemudian dapat mencegah dan menangani kasus kekerasan dan anak di Mamuju Tengah,” Harap Litha.
olehnya itu sambung nya, pihak nya berharap dengan kegiatan hari ini, tidak ada lagi permasalahan terhadap perempuan dan anak di kabupaten Mamuju Tengah, kalaupun itu ada kita menginginkan agar kasus yang ada itu ditangani dengan baik, tutupnya.
Untuk informasi tambahan, terkait data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak 2026, di Kabupaten Mamuju Tengah untuk periode Januari hingga Mei sebanyak 18 kasus.
Forum lintas sektor ini turut membahas sejumlah isu penting, mulai dari pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), anak berhadapan dengan hukum, hingga fenomena perkawinan anak yang masih menjadi perhatian bersama.
Forum ini diikuti puluhan peserta dari berbagai instansi yang memiliki peran dalam perlindungan perempuan dan anak termasuk dari kepolisian di Mateng.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
