Refleksi Integritas di Jantung Tobadak, Estafet Kepemimpinan Bumi Lalla’ Tassisara
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
- visibility 300
- comment 0 komentar

TOBADAK,Sulbarupdate.id – Sebuah momentum krusial bagi keberlangsungan birokrasi di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kembali bergulir.
Bertempat di lantai dua Kantor Bupati Mateng, tepatnya di bilangan Jalan Tammauni Pue Ballung, prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, serta Pengawas berlangsung dengan khidmat, menandai babak baru pengabdian bagi para abdi negara, Rabu (18/2/2026).
Suasana di dalam aula terasa sakral saat Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, melangkah menuju podium. Di hadapannya, berderet para pejabat yang akan mengemban amanah baru, disaksikan oleh Wakil Bupati Dr. Askary Anwar, Sekretaris Daerah Litha Febriani, serta jajaran Forkopimda yang hadir dengan seragam kebesaran masing-masing.
Bupati Arsal Aras tidak sekadar memberikan ucapan selamat yang bersifat seremonial. Ia menyelipkan pesan filosofis yang mendalam mengenai hakikat seorang pemimpin.
Baginya, jabatan bukanlah sekadar posisi hierarkis, melainkan sebuah ujian moral yang berlandaskan pada integritas.
Diutarakan putra Atas Tammauni itu bahwa integritas adalah hulu dari segala tindakan. Apabila integritas telah terpatri kuat di dalam sanubari, maka loyalitas akan tumbuh secara organik.
“Sinergi dan harmonisasi kerja antar-OPD serta lembaga hanya dapat terwujud jika fondasi moral ini telah kokoh,” tutur Arsal dengan nada yang tenang namun sarat penekanan.
Ia mengimbau agar para pejabat yang baru dilantik segera melakukan akselerasi adaptasi di lingkungan kerja masing-masing.
Baginya, dinamika pemerintahan saat ini menuntut gerak cepat dan ketepatan dalam mengeksekusi kebijakan demi kemaslahatan masyarakat Mateng.
Langkah peremajaan birokrasi kali ini bukanlah sebuah proses yang bersifat subjektif.
Arsal menegaskan bahwa penunjukan empat pejabat Eselon II yang mengisi pos strategis merupakan kristalisasi dari hasil asesmen profesional yang dilakukan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
”Keputusan ini berpijak pada objektivitas. Hasil asesmen LAN menunjukkan bahwa figur-figur yang terpilih hari ini memiliki kompetensi dan kelayakan untuk memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing,” imbuhnya.
Namun, Bupati juga memberikan catatan tegas bagi pejabat Eselon III dan IV. Ia menyatakan bahwa pengawasan akan terus dilakukan secara berkala.
Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi celah-celah kelemahan dalam pelayanan publik serta memastikan bahwa setiap unit kerja berfungsi optimal tanpa adanya disfungsi birokrasi.
Sebanyak empat figur kini resmi menakhodai posisi strategis sebagai Pejabat Eselon II-B:
1. Marhuddin kini mengemban tanggung jawab atas masa depan generasi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Ir. Usman dipercaya menata infrastruktur wilayah sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
3. Hj. Dr. Nilma Wia menjadi garda terdepan dalam iklim investasi sebagai Kadis Penanaman Modal dan PTSP.
4. Muh. Nasri Achir diamanahkan untuk menggerakkan roda ekonomi rakyat melalui Dinas Koperindag.
Di barisan Eselon III, nama-nama seperti Irwan Ismail (Sekdis Dikbud), Erwiwin Atmajamaluddin (Sekdis PUPR), hingga Rusli Arif yang kini menjabat sebagai Camat Tobadak, diharapkan menjadi motor penggerak administrasi yang tangkas.
Begitu pula dengan belasan pejabat Eselon III-B dan IV-A lainnya yang mengisi pos-pos teknis di berbagai dinas, mulai dari kependudukan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Pelantikan ini bukan sekadar rotasi rutin, melainkan upaya sadar Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah untuk menyempurnakan struktur organisasi yang lebih responsif.
Kini, beban tanggung jawab beralih ke pundak para pejabat yang baru dilantik. Publik menanti, sejauh mana integrasi dan loyalitas yang digaungkan oleh Bupati Arsal mampu ditransformasikan menjadi aksi nyata di lapangan.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
