Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Polisi » HMI Cabang Mamuju Desak Mabes Polri Audit Dugaan Manipulasi Identitas dalam Seleksi Akpol Polda Sulbar

HMI Cabang Mamuju Desak Mabes Polri Audit Dugaan Manipulasi Identitas dalam Seleksi Akpol Polda Sulbar

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi dengan mendesak Mabes Polri melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap dugaan manipulasi identitas dalam proses seleksi Akademi Kepolisian (Akpol) di Polda Sulawesi Barat.

Dalam aksi tersebut, HMI menyoroti dugaan adanya peserta seleksi Akpol yang merupakan anak pejabat tinggi kepolisian yang mengikuti seleksi di wilayah Polda Sulawesi Barat dengan menggunakan identitas kependudukan yang diduga dimanipulasi, termasuk perubahan domisili yang dinilai tidak wajar.

Ketua Umum HMI Cabang Mamuju, Dahril, menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu merupakan persoalan serius yang berpotensi mencederai prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan sistem merit dalam proses rekrutmen anggota Polri.

“Rekrutmen Polri harus menjadi ruang kompetisi yang jujur bagi seluruh putra-putri bangsa, bukan ruang yang membuka peluang adanya perlakuan istimewa karena latar belakang keluarga, jabatan, maupun kedekatan dengan pihak tertentu,” tegas Dahril.

Menurutnya, dugaan perubahan identitas kependudukan atau perpindahan domisili secara kilat demi memenuhi persyaratan administrasi seleksi tidak hanya merugikan peserta yang mengikuti proses secara jujur, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap integritas institusi Polri.

HMI Cabang Mamuju mendesak agar dilakukan audit secara profesional, objektif, dan independen terhadap seluruh dokumen administrasi peserta yang diduga bermasalah, termasuk verifikasi Kartu Keluarga, KTP, riwayat domisili, serta dasar hukum perpindahan kependudukan yang digunakan dalam proses seleksi.

Selain itu, HMI meminta agar apabila ditemukan adanya manipulasi data, pemalsuan administrasi, penyalahgunaan kewenangan, maupun pelanggaran prosedur, seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum tanpa pandang bulu.

Atas dasar itu, HMI Cabang Mamuju mendesak Mabes Polri melalui satuan yang berwenang untuk melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap proses seleksi Akpol di wilayah Polda Sulawesi Barat, termasuk terhadap pelaksanaan tugas Karo SDM Polda Sulawesi Barat, panitia seleksi, serta Kapolda Sulawesi Barat sebagai penanggung jawab penyelenggaraan seleksi di wilayah tersebut.

Dalam aksi tersebut, massa HMI juga menyampaikan kekecewaannya karena tidak ada satu pun pejabat Polda Sulawesi Barat yang menemui peserta aksi. Massa berharap setidaknya Kapolda Sulawesi Barat atau perwakilan yang diberi kewenangan hadir untuk menerima aspirasi mereka.

Koordinator Lapangan, Andi Anwar, menyatakan kekecewaan atas sikap tersebut.

“Kami sudah cukup lama menyampaikan aspirasi di depan Polda Sulawesi Barat. Minimal jika Kapolda tidak dapat hadir, seharusnya ada perwakilan yang dipercaya untuk menemui massa aksi. Namun hingga aksi berakhir tidak ada satu pun yang datang menemui kami,” ujar Andi Anwar.

Ia menegaskan, HMI Cabang Mamuju akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tetap tidak mendapatkan respons dari pihak berwenang.

“Kami akan kembali turun dengan jumlah massa yang lebih banyak sampai tuntutan kami direspon. Persoalan ini menyangkut keadilan dan integritas rekrutmen Polri, sehingga tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan,” pungkasnya.(*) 

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

    Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

    • 0Komentar

    Oleh: Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers Sulbarupdate.id — Dua tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menghakimi sebuah pemerintahan yang belum sampai setengah periode memegang kekuasaan, tetapi sudah cukup untuk membaca watak seorang presiden. Dalam dua tahun, seorang presiden biasanya sudah memperlihatkan apa yang menjadi obsesinya, bagaimana ia menggunakan kekuasaan, siapa orang-orang yang dipercayainya, dan […]

  • BREAKING NEWS: Kejati Sulbar Tetapkan Bendahara Perumda Majene Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

    BREAKING NEWS: Kejati Sulbar Tetapkan Bendahara Perumda Majene Sebagai Tersangka Kasus Korupsi

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar), kembali menetapkan satu orang tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Perumda Aneka Usaha Majene. Tersangka berinisial HM, yang menjabat sebagai Bendahara pada perusahaan daerah tersebut, resmi ditahan pada Rabu, 1 April 2026. ​Dalam keterangan resmi Kejati Sulbar, penetapan […]

  • Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id– Jelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sebanyak 1.435 botol minuman keras (miras) pabrikan dan 200 liter minuman tradisional jenis ballo dimusnahkan di halaman Mapolsek Mamuju, Selasa (24/2/2026). ​Barang bukti yang dihancurkan tersebut merupakan hasil sitaan dari Operasi Pekat Marano 2026. Operasi ini difokuskan […]

  • Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

    Wanita di Majene Diduga Korban Kekerasan Mantan Pacar

    • 0Komentar

    MAJENE, SULBARUPDATE.ID — Seorang wanita asal Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berinisial SW, diduga menjadi korban kekerasan oleh mantan pacarnya di sebuah rumah kos di lingkungan Tunda, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Minggu malam (23/8/2026). Peristiwa itu sontak mengundang perhatian warga sekitar setelah terdengar suara teriakan dari lokasi kejadian. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya berada […]

  • Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

    Mulai 2026 Makian Sebut nama Fauna “Anjing” dan “Babi” Dipidana, Ini Penjelasannya!

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Praktik verbal berupa makian dengan menyebut nama fauna, seperti “anjing” atau “babi”, kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai degradasi etika sosial. Dilansir dari laman, Wartabanjar.com, menyebut pakar hukum pidana menegaskan bahwa tindakan tersebut memiliki implikasi yuridis yang serius dan dapat dikualifikasikan sebagai tindak pidana penghinaan ringan di bawah payung hukum Indonesia. Landasan […]

  • PERMAHI DPC Mamuju Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Kapolres Pasangkayu ke Divisi Propam Polri

    PERMAHI DPC Mamuju Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Kapolres Pasangkayu ke Divisi Propam Polri

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Mamuju secara resmi menyampaikan pengaduan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri melalui Subbid Paminal Polda Sulawesi Barat terkait dugaan pelanggaran kode etik yang menjadi perhatian publik di lingkungan Polres Pasangkayu, 6 Juli 2026. Pengaduan tersebut dilatarbelakangi oleh pemberitaan mengenai dugaan kekerasan yang […]

expand_less