Bapperida Sulbar Sebut Akurasi Data Kunci Sukses Kebijakan Gizi Melalui Program MBG
- account_circle Ancha
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- visibility 214
- comment 0 komentar

Dok. Humas Pemprov Sulbar
Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan kembali pentingnya akurasi data sebagai fondasi kebijakan strategis gizi di daerah.
Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahap II yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar di Kantor BPS Sulbar pada Jumat 12 Desember 2025.
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, yang mendelegasikan Pamong Pemerintahan, Haykal Inayah Ramadhan, menekankan bahwa program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sulawesi Barat.
“Data yang akurat menjadi fondasi kebijakan yang tepat sasaran, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan penerima. Kami akan terus bersinergi dengan BPS dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan dampak positif MBG terhadap pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat,” ujar Darwis Damir, menegaskan komitmen Bapperida.
Sorotan Hasil Survei dan Tantangan Data
Program MBG, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan termasuk dalam 8 Program Quick Wins 2025 dengan target cakupan 100% (siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), menjadi fokus utama evaluasi.
Hasil survei Tahap II menunjukkan respons yang sangat tinggi dari Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG), sekolah, dan rumah tangga, yang masing-masing mencapai 100 persen.
Namun, terdapat catatan krusial, yakni rendahnya tingkat respons dari supplier, yang hanya mencapai 46,13 persen. Hal ini memerlukan perhatian khusus dan tindak lanjut segera untuk menjamin integritas data secara keseluruhan.
Haykal Inayah Ramadhan dari Bapperida menyoroti upaya data cleaning untuk mengatasi anomali yang muncul. Ia menekankan bahwa data survei harus memenuhi enam dimensi kualitas yang ketat, meliputi relevansi, akurasi, aktualitas, interoperabilitas, akuntabilitas, dan koherensi.
Dalam analisis dampak program, rapat menyepakati penggunaan metode canggih Difference in Difference (DID) dan tabel input-output untuk mengukur secara presisi pengaruh program MBG terhadap sektor gizi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal.
Rencana tindak lanjut strategis mencakup penyusunan booklet analisis dan laporan gabungan yang akan menjadi bahan kebijakan utama untuk pemerintah daerah.
Selain itu, rapat juga membahas evaluasi kegiatan 2025 dan perencanaan kerja 2026, yang seluruhnya diarahkan untuk mendukung program nasional pemerintah.
Penegasan kembali terhadap data akurat tidak hanya bertujuan mendukung kebijakan yang tepat sasaran, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani lokal serta upaya mendorong swasembada pangan.
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Pemprov Sulbar
