Sambut Tahun Baru 2026 dengan Cara Tak Biasa
- account_circle Sarman Sahuding
- calendar_month Rabu, 31 Des 2025
- visibility 394
- comment 0 komentar

Tampak Ketua Percasi Mamuju Tengah Hasri Salam (kiri, kemeja putih), dan di antara peserta pertandingan catur Mamuju Tengah, Topoyo, Rabu, 31 Desember 2025. (Foto: Sarman)
TOPOYO, Sulbarupdate.id – Beragam cara warga di Indonesia sambut pergantian tahun baru Masehi. Hari ini, Rabu, 31 Desember, penghujung tahun 2025.
Berbilang jam lagi pergantian tahun terjadi. Dan inilah cara Percasi Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.
Kumpul bareng keluarga atau komunitas sehari atau detik-detik pergantian tahun, itu hal lumrah terjadi. Untuk memeriahi pergantian tahun dengan cara sederhana tapi bermakna, Percasi Mateng adakan pertandingan catur.
Diikuti 14 atlet catur binaan Percasi Mateng. Dua di antaranya adalah atlet catur junior: Dafa Putera Ruli dan Farul. Keduanya masih duduk di bangku SLTP di Topoyo, Mateng.
Kedua anak lelaki remaja ini sudah sering juara di pelbagai level. Dafa misalnya, pada Porprov Sulbar yang lalu, ia menyabet beberapa medali untuk kontingen Mateng yang mengutusnya ke ajang pekan olahraga level Provinsi Sulawesi Barat itu.
Dafa tak menyesal tak juara pada Kejurnas Catur barusan yang diadakan di Hotel Matos Mamuju. “Saya kurang sehat, Om,” kata Dafa, singkat.
Terkini, Dafa juara keempat pada turnamen catur di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. “Dia baru pulang dari Mamasa main catur,” kata Ruli, ayah Dafa.
Farul Mahmud (14 tahun), rekan Dafa, juga mencatatkan namanya sebagai atlet junior catur berbakat. Ia juga mengikuti pertandingan catur di Mamasa, beberapa pekan lalu. Dia bawa trophy dan hadiah pembinaan sebagai juara satu di kelas yang diikuti.
Hasri Salam (30 tahun) setia memantau keasyikan atlet catur yang sedang bertanding pada Rabu siang, 31 Desember 2025.
“Baru selesai putaran pertama. Mungkin sebelum malam sudah bisa tuntas rangkaian pertandingan _mini_ ini,” ujar Hasri Salam di Topoyo.
Pertandingan masih berlangsung saat tulisan ini dibuat: pukul 16.13 Wita.
Ketua Percasi Mateng, Hasri Salam, penginisiatif kegiatan ini mengatakan, sebenarnya direncanakan pertandingan di malam hari (sebentar malam). “Tapi kan, masing-masing ada kesibukan di malam pergantian tahun. Jadi kita adakan siang,” ujar Hasri.
Pertandingan catur ini diselenggarakan di sebuah warkop dalam kota Topoyo. Meski tempat dan suasana pertandingan terkemas sederhana, oleh kami penonton tampak menarik.
Ini bagian dari silaturahmi. Penonton dan atlet bisa bercengkerama sebelum mulai duduk serius saling berhadapan di depan papan catur.
Meski pertandingan sederhana, Hasri sesumbar: “Hadiah bagi yang juara, lumayan _tebal_,” ujarnya pendek, sumringah.(*)
- Penulis: Sarman Sahuding
