Ratih Singkarru Ragukan Lonjakan Lulusan Langsung Kerja 63 Persen
- account_circle Whelson
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- visibility 145
- comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Ratih Megasari Singkarru, kritisi data capaian kinerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Ratih menilai lonjakan angka lulusan yang langsung terserap di dunia kerja pada tahun 2025 tidak realistis dan berbanding terbalik dengan kondisi lapangan.
Dalam rapat kerja di Gedung DPR RI, Ratih menyoroti data kementerian yang menunjukkan kenaikan drastis persentase lulusan langsung kerja, dari 37 persen pada 2024 menjadi hampir 63 persen pada 2025, Selasa (3/2/2026).
Legislator asal Sulawesi Barat ini secara blak-blakan sebut angka tersebut terlalu fantastis hingga sulit dipercaya. Menurutnya, ada diskoneksi antara statistik pemerintah dengan fenomena sosial yang terjadi saat ini.
”Terusik logika saya. Persentase lulus yang langsung bekerja melonjak tajam dari 37% ke hampir 63%. Ini too good to be true. Terlalu indah jika disandingkan dengan realitas di lapangan,” ujar Ratih di hadapan jajaran kementerian.
Ratih menambahkan, keluhan mengenai sulitnya cari lapangan kerja justru masih mendominasi perbincangan publik, terutama di media sosial.
Ia menilai, jika penyerapan tenaga kerja meningkat hampir dua kali lipat, seharusnya keresahan anak muda terkait pengangguran sudah mereda secara signifikan.
Guna memastikan validitas data tersebut, Ratih, desak pemerintah untuk transparan mengenai metodologi survei yang digunakan. Ia mencurigai adanya perubahan parameter penghitungan yang membuat angka tersebut terlihat melonjak tajam.
”Pertanyaan sederhana kami, dari mana angka lonjakan drastis ini didapat? Apakah memang ada ledakan lapangan pekerjaan, atau ada cara penghitungan yang diubah?” tegasnya.
Komisi X DPR RI minta Kemendiktisaintek segera berikan klarifikasi mendalam dan rincian data mentah. Hal ini bertujuan agar kebijakan pendidikan yang diambil ke depan benar-benar berpijak pada fakta objektif, bukan sekadar angka di atas kertas.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
