Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

Seruan Gubernur Sulbar, Mitigasi Bencana dan Penjagaan Lingkungan Mendesak

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Rab, 3 Des 2025
  • visibility 778
  • comment 1 komentar

Mamuju, Sulbarupdate.id — Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka (SDK), menyampaikan penekanan serius terhadap urgensi penguatan mitigasi bencana di seluruh penjuru wilayah di Sulbar.

Seruan ini muncul menyikapi tren peningkatan insiden bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia belakangan ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Suhardi Duka ketika dimintai tanggapan mengenai kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana yang kian mengancam, Rabu, 3 Desember 2025.

SDK mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Sulbar telah mengambil langkah proaktif jauh sebelum rentetan bencana terjadi.

Pihaknya, kata SDK, telah menerbitkan surat edaran yang menggarisbawahi langkah-langkah mitigasi komprehensif di tingkat provinsi maupun kabupaten.

“Sebelum terjadi bencana di mana-mana, saya sudah keluarkan surat edaran untuk kita melakukan mitigasi,” jelasnya.

Secara khusus, SDK menyoroti akar permasalahan yang dinilai menjadi kontributor utama tingginya kerentanan bencana, yakni kerusakan lingkungan yang masif dan berkelanjutan.

Ia mengevaluasi bahwa selama ini, kepentingan kelestarian lingkungan acap kali dikalahkan saat berhadapan dengan kepentingan ekonomi.

“Memang lingkungan itu harus kita bersahabat. Kalau selalu dihadapkan antara kepentingan ekonomi dengan kepentingan lingkungan, maka kepentingan lingkungan selalu kalah,” tutur orang nomor satu di Sulbar itu.

Menurutnya, pola pikir yang menomorduakan lingkungan ini harus segera diubah. Bencana yang terjadi mutakhir ini, seyogyanya menjadi peringatan keras bahwa keseimbangan fundamental antara pembangunan ekonomi dan kelestarian ekologis adalah suatu keharusan yang tak terhindarkan.

“Kita harus sadar bahwa kita harus menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kepentingan lingkungan. Jangan ada yang kalah salah satunya, karena ekonomi penting, tapi lingkungan juga penting,” uangkapnya.

Lebih lanjut, Suhardi Duka menekankan bahwa pemerintah wajib menempatkan diri pada posisi yang seimbang, atau “fifty-fifty”, dalam menilai setiap aktivitas pembangunan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.

Ia dengan tegas menyatakan bahwa kegiatan ekonomi yang dampak kerusakannya lebih besar ketimbang pendapatan yang dihasilkan, tidak boleh dilanjutkan.

“Kalau kerusakan lingkungannya lebih berat ketimbang revenue yang kita dapat dari pembalakan dan lain sebagainya, saya kira itu tidak bisa kita lakukan,” jelasnya.

Melalui sikap yang tegas dan terukur ini, Pemerintah Provinsi Sulbar menaruh harapan besar agar seluruh pemangku kepentingan — mulai dari pemerintah daerah, para pelaku usaha, hingga masyarakat — dapat meningkatkan kehati-hatian, serta berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Hal ini dinilai krusial demi menekan risiko bencana yang mungkin terjadi di masa depan.(**)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lakalantas Maut di Mamuju Tengah, Dua Pemotor Tewas

    Lakalantas Maut di Mamuju Tengah, Dua Pemotor Tewas

    • 0Komentar

    MATENG, Sulbarupdate.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Poros Topoyo–Tumbu, tepatnya di Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat pada Rabu (29/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Peristiwa tragis yang melibatkan sebuah sepeda motor Yamaha RX-King dan truk tersebut mengakibatkan dua orang pemuda meninggal dunia di tempat. ​Bripda I Made Tresna, Personel […]

  • Akselerasi Pembangunan SDM, Bidang P2KB Resmi Bergabung dengan Dinkes Sulbar

    Akselerasi Pembangunan SDM, Bidang P2KB Resmi Bergabung dengan Dinkes Sulbar

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) secara resmi mulai berkantor di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (2/1/2026). Mulainya aktivitas kerja ini menandai implementasi Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) terbaru, yang menetapkan penggabungan urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ke dalam Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Penggabungan ini merupakan langkah strategis […]

  • Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

    Tuntut Transparansi Proyek ‘Sekolah Rakyat’, Mahasiswa Demo di Depan Kantor Gubernur Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Kamis (4/6/2026).  Massa menuntut transparansi terkait pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam aksinya, GMH menyoroti dua isu krusial: minimnya penyerapan tenaga kerja lokal […]

  • Ini Jadwal Lengkap Imsakiyah Ramadan 1447 H 2026 M untuk Wilayah Mamasa

    Ini Jadwal Lengkap Imsakiyah Ramadan 1447 H 2026 M untuk Wilayah Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat resmi merilis jadwal Imsakiyah untuk bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Jadwal ini dikhususkan bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Mamasa dan sekitarnya guna mempermudah pelaksanaan ibadah puasa. ​Kepala Kanwil Kemenag Sulbar, Dr. H. Adnan Nota, didampingi Kabid Bimas Islam, H. Haerul, mengimbau masyarakat untuk […]

  • Pengusulan 3 Besar Calon Kepala Kemenag Polman Disorot Aktivis, Riskul:”Ada Dugaan Nepotisme “

    Pengusulan 3 Besar Calon Kepala Kemenag Polman Disorot Aktivis, Riskul:”Ada Dugaan Nepotisme “

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Proses pengusulan tiga besar calon Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) disorot aktivis.  Proses penentuan nama-nama yang direkomendasikan oleh Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, dinilai belum sepenuhnya transparan dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Diduga terdapat nama calon yang memiliki hubungan keluarga dengan pimpinan Kanwil Kemenag Sulbar, serta adanya peserta yang […]

  • Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    Tersinggung Bahasa Daerah dan Mabuk, Motif Pria di Mamuju Tengah Tikam 2 Pengunjung Kafe

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kepolisian Resor (Polres) Mamuju Tengah (Mateng) akhirnya ungkap motif dan kronologi kasus penikaman yang terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.  Diketahui insiden berdarah ini terjadi di salah satu Caffe di Topoyo, pada Jumat (5/6/2026) lalu.  Akibatnya dua orang pria mengalami luka sabetan senjata tajam. Saat ini, terduga pelaku berinisial H […]

expand_less