Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Menggali Potensi SDA Sulawesi Barat, Antara Kekayaan Alam dan Tantangan Pengelolaan : Ada Lirikan Investor Cina

Menggali Potensi SDA Sulawesi Barat, Antara Kekayaan Alam dan Tantangan Pengelolaan : Ada Lirikan Investor Cina

  • account_circle Sulbarupdate.id
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 585
  • comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id Provinsi Sulawesi Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di kawasan timur Indonesia. Potensi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan, hingga pertambangan, yang menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Sulawesi Barat tercatat sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia. Selain kakao, komoditas unggulan lainnya meliputi kelapa, kopi, padi, dan jagung yang tersebar di sejumlah kabupaten seperti Polewali Mandar, Majene, dan Mamasa. Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan juga menyimpan potensi besar. Dengan garis pantai yang panjang serta perairan yang kaya sumber daya ikan, Sulbar memiliki peluang signifikan dalam pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, termasuk komoditas rumput laut. Potensi ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil laut.

Tak kalah penting, Sulawesi Barat juga menyimpan potensi di sektor energi dan pertambangan. Sejumlah wilayah diketahui memiliki kandungan mineral seperti mangan, emas, serta batuan industri. Selain sektor minerba, potensi energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan energi surya mulai dilirik sebagai solusi kebutuhan energi jangka panjang.

Namun, perlu digaris bawahi serta jadi bahan evaluasi di awal, di balik besarnya potensi dan minat investasi, persoalan kepatuhan hukum dan perlindungan lingkungan kerap menjadi tantangan. Tidak sedikit investor di Indonesia yang dalam praktiknya dinilai abai terhadap regulasi, mulai dari perizinan, kewajiban reklamasi, hingga analisis dampak lingkungan. Kondisi ini berpotensi memicu kerusakan ekosistem, konflik dengan masyarakat, serta beban sosial jangka panjang bagi daerah.

Selain itu, persoalan tata kelola SDA juga masih menjadi pekerjaan rumah serius. Konflik lahan, tumpang tindih izin, serta lemahnya pengawasan di lapangan kerap mengiringi aktivitas eksploitasi sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan. Somoga hal demikian tidak terjadi Di Sulawesi Barat.

Keterangan Gambar : Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terima kunjungan investor asal cina

Investor Asal Cina Tertarik Mangan di Sulawesi Barat

Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan investor asal Cina. Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulbar memaparkan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor pertanian hingga energi dan sumber daya mineral. Dari sejumlah sektor yang ditawarkan, investor menunjukkan ketertarikan lebih besar pada sektor pertambangan, khususnya komoditas mangan.

“Dari potensi yang kami paparkan, baik pertanian maupun energi dan sumber daya mineral, kelihatannya investor ini lebih tertarik di sektor minerba. Lebih spesifik lagi pada kandungan mangan, meskipun saat ini mereka masih mempelajari data yang ada,” ujar Junda Maulana.

Menurut Junda, investor berharap pemerintah provinsi membuka ruang seluas-luasnya bagi masuknya investasi. Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar pemerintah daerah tidak menutup diri terhadap investasi yang dapat mendorong percepatan pembangunan.

“Prinsip kami sesuai petunjuk Pak Gubernur Suhardi Duka, Sulbar harus terbuka terhadap investasi. Kita membuka ruang selebar-lebarnya, sepanjang investasi itu berkesesuaian dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ia menekankan adanya sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi investor. Pertama, kegiatan investasi tidak boleh bertentangan dengan regulasi, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup. Kedua, investasi diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal serta mendorong hilirisasi agar bahan mentah dapat diolah di Sulbar dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kami ingin industri itu ada di Sulbar, bukan hanya mengirim bahan mentah ke luar. Paling tidak, tenaga kerja lokal terserap dan hasilnya bisa dinikmati daerah,” jelas Junda Maulana.

Selain itu, Gubernur Suhardi Duka juga menekankan pentingnya keseriusan investor. Menurut Junda, selama ini tidak sedikit pihak yang telah mengajukan izin, namun belum menunjukkan komitmen nyata dalam merealisasikan investasi.

“Pak Gubernur Sulbar tidak membatasi siapa yang masuk. Siapa yang paling serius, konsisten, dan siap, itu yang kita dukung. Karena tanpa investasi, sulit bagi daerah untuk bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, investor juga menyampaikan harapan adanya dukungan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan listrik dan fasilitas pelabuhan. Junda mengungkapkan, saat ini kondisi listrik di Sulbar masih surplus, namun berpotensi mengalami kekurangan jika industri skala besar mulai beroperasi.

“Kita punya potensi beberapa perusahaan besar yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga air. Ini membutuhkan pasar, sehingga bisa berjalan paralel dengan masuknya industri,” pungkas Junda Maulana.

Terkait infrastruktur pelabuhan, Junda menyebut Sulbar memiliki sejumlah pelabuhan dan lokasi yang layak untuk dikembangkan sebagai terminal khusus guna mendukung distribusi hasil industri ke luar daerah.

“Pada prinsipnya kita sepakat untuk menindaklanjuti. Investor akan mempelajari data yang ada, dan pada pertemuan berikutnya diharapkan mereka menyampaikan keseriusan. Pemerintah provinsi siap membuka ruang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

  • Penulis: Sulbarupdate.id
  • Editor: Am*

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa. Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, secara terbuka melayangkan kecaman terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah. ​Alim mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, ditemukan pola pengelolaan anggaran yang […]

  • Polemik SHM di Kawasan Hutan Mamasa, DPRD Desak Pemda dan BPN Segera Bertindak

    Polemik SHM di Kawasan Hutan Mamasa, DPRD Desak Pemda dan BPN Segera Bertindak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa, Arwin Rahman, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera melakukan inventarisasi lahan menyusul banyaknya laporan terkait Sertifikat Hak Milik (SHM) warga yang masuk dalam kawasan hutan lindung dan konservasi. ​Kondisi ini dinilai memicu ketimpangan sosial yang serius, lantaran warga kehilangan akses untuk mengelola […]

  • 4 Pelajar Sulbar Unjuk Gigi di Ajang Duta Siswa Indonesia 2026, 2 dari Mamasa

    4 Pelajar Sulbar Unjuk Gigi di Ajang Duta Siswa Indonesia 2026, 2 dari Mamasa

    • 0Komentar

    SURABAYA, Sulbarupdate.id – Empat delegasi pelajar terbaik asal Provinsi Sulawesi Barat sukses menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional dalam ajang pemilihan Duta Siswa Indonesia 2026. Kehadiran mereka menjadi representasi pemuda Bumi Manakarra yang berkarakter, inovatif, serta memiliki daya saing unggul di hadapan ratusan kontestan dari berbagai penjuru nusantara. ​Keempat pelajar yang terpilih membawa mandat daerah […]

  • Bupati Mamasa Lantik Karang Taruna Kabupaten Mamasa, Ini Harapannya

    Bupati Mamasa Lantik Karang Taruna Kabupaten Mamasa, Ini Harapannya

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id- Bupati Mamasa Welem Sambolangi secara resmi melantik jajaran pengurus Karang Taruna (KT) Kabupaten Mamasa Periode 2025-2030. Pelantikan tersebut dilaksanakan di objek wisata buntu kepa, Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, 15 Januari 2026. Dalam kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, Komandan Kodim 1428 Mamasa Arh Edwin Hermawan, Wakil Ketua DPRD […]

  • SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    SK 368 PPPK Nakes di Mamuju Tengah Resmi Diperpanjang Hingga 2028

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, secara resmi memperpanjang masa kerja ratusan tenaga kesehatan(Nakes) hingga tahun 2028 mendatang. Berjumlah 368 Nakes berstatus Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) resmi menerima surat keputusan (SK) perpanjangan kontrak di Kantor Bupati Mamuju Tengah, Kamis (7/5/2026). SK itu diserahkan langsung Bupati Mateng, H. Arsal […]

  • BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang. Belum diketahui penyebab peristiwa tersebut. ​Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, api pertama kali terlihat membumbung tinggi dari salah satu rumah penduduk. Kondisi bangunan […]

expand_less