PNM Hadir di Pelosok Mamasa, Topang Usaha Mikro dan Pendidikan Anak Nasabah
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 1 Jul 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Cabang Makassar terus memperluas akses permodalan serta pendampingan usaha bagi pelaku ekonomi ultra mikro perempuan di wilayah pelosok.
Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan keterbatasan modal dan akses keuangan yang kerap dihadapi masyarakat prasejahtera.
Salah satu dampaknya dirasakan oleh Lederika, seorang warga Mamasa yang menjadi nasabah PNM Mekaar Unit Mambi sejak Februari 2018. Sebelum mendapatkan pembiayaan, Lederika hanya mengelola warung sembako kecil dengan persediaan barang yang sangat terbatas.
“Dulu, kehidupan keluarga saya sangat sederhana. Warung saya hanya berisi beberapa barang karena modal terbatas. Saya sering sedih ketika ada pelanggan yang ingin membeli kebutuhan pokok, tetapi saya harus mengatakan barangnya belum ada,” kenang Lederika pada Selasa, 30 Juni 2026.
Setelah mendapatkan akses modal usaha secara bertahap hingga mencapai Rp11,5 juta, Lederika mampu mengerek volume usahanya.
Ia menambah jenis sembako di warungnya sekaligus merambah ke layanan transaksi digital, seperti penjualan pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, hingga pengisian saldo dompet digital.
Dampak Sosial dan Beasiswa Pendidikan
Manfaat program ini terbukti meluas hingga ke sektor domestik keluarga. Anak Lederika yang saat ini duduk di bangku kelas 5 SD mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan dari pihak PNM.
Menurut Lederika, PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga memberikan harapan baru. Lembaga ini diakui telah membantu keluarganya bangkit, mengembangkan usaha, memperbaiki ekonomi, serta memberi masa depan yang lebih cerah bagi pendidikan anaknya.
Cerita sukses serupa juga datang dari Kristina Imelda, nasabah Mekaar Unit Mamasa sekaligus Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe yang bergabung sejak 2017.
Berawal dari warung sederhana yang hanya menjual beberapa porsi nasi kuning, kini bisnis kuliner Kristina telah berkembang pesat dengan variasi menu siap saji seperti ayam geprek, nasi campur, dan ikan goreng.
Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menegaskan bahwa kehadiran PNM Mekaar dirancang untuk memastikan inklusi keuangan menyentuh masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Yazdi menjelaskan bahwa fokus utama program Mekaar adalah memastikan masyarakat di daerah terpencil dapat merasakan manfaat kehadiran PNM.
Pihaknya berharap program ini dapat membantu perempuan pelaku ekonomi agar skala usahanya semakin meningkat.
Selain menyalurkan pembiayaan, PNM menghadirkan program pelatihan berkelanjutan secara gratis.
Materi pendampingan yang diberikan mencakup pelatihan kepemimpinan, budaya menabung, inovasi desain kemasan produk, serta strategi pemasaran digital maupun konvensional.
Nasabah juga dibekali ilmu penentuan harga pokok produksi, edukasi penghitungan Angka Kecukupan Gizi, serta pencatatan keuangan sederhana.
Hingga saat ini, PNM Cabang Makassar telah mengoperasikan 116 kantor unit Mekaar dan 16 kantor unit ULaMM.
Jaringan tersebut kini tersebar luas di Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Papua guna mendorong kemandirian ekonomi perempuan ultra mikro.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
