Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle Arwin Rahman
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

Oleh: Arwin Rahman, S.H.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa

 

SULBARUPDATE.ID– Pendidikan kerap dipahami sebagai proses penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diukur secara kuantitatif. Indikatornya jelas dan mudah dihitung: nilai, kelulusan, dan ijazah. Namun, jika pendidikan hanya berhenti pada aspek tersebut, kita berisiko kehilangan makna yang lebih mendasar dari proses pendidikan itu sendiri—yakni pembentukan kesadaran manusia sebagai subjek yang berpikir.

Pendidikan sejati tidak semata-mata berbicara tentang seberapa banyak informasi yang dapat dihafal, melainkan sejauh mana seseorang dibangunkan daya nalarnya untuk memahami realitas secara mandiri. Menghafal memang penting, tetapi berpikir adalah inti dari kemanusiaan. Tanpa kemampuan berpikir kritis, pengetahuan justru dapat berubah menjadi beban, bukan alat pembebasan.

Dalam praktiknya, sistem pendidikan sering kali berjalan dalam pola satu arah. Pengetahuan ditransmisikan dari pengajar kepada peserta didik, sementara ruang untuk bertanya dan berdialog menjadi terbatas. Pola ini mungkin efisien secara administratif, tetapi tidak selalu sehat secara intelektual. Pendidikan yang terlalu menekankan kepatuhan berpotensi melahirkan generasi yang terbiasa menerima, bukan menilai.

Sejarah pemikiran sosial mengajarkan bahwa kekuasaan yang paling bertahan lama bukanlah yang bergantung pada kekuatan fisik, melainkan yang mampu mengendalikan cara manusia memahami dunia. Penguasaan atas pengetahuan, bahasa, dan makna sering kali menjadi fondasi utama dari berbagai bentuk dominasi. Dalam konteks ini, pendidikan memegang peran strategis—baik sebagai alat pembebasan maupun, tanpa disadari, sebagai sarana pelanggeng ketimpangan.

Individu yang dibesarkan dalam sistem pendidikan yang miskin dialog cenderung terampil secara teknis, namun kurang memiliki kesadaran reflektif. Mereka mampu menjalankan prosedur, tetapi kesulitan mempertanyakan tujuan. Mereka memahami aturan, tetapi tidak selalu peka terhadap keadilan yang seharusnya melandasi aturan tersebut.

Pendidikan yang tidak mendorong pemikiran kritis pada akhirnya menjauhkan manusia dari realitas sosialnya sendiri. Ketimpangan, ketidakadilan, dan praktik kekuasaan yang bermasalah dapat diterima sebagai sesuatu yang normal, bahkan tak terelakkan. Di sinilah pendidikan menghadapi ujian etis: apakah ia hadir untuk mempertajam kesadaran, atau justru menumpulkannya.

Sebaliknya, pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kesadaran kritis selalu berangkat dari keberanian untuk bertanya. Ia tidak memposisikan peserta didik sebagai penerima pasif, melainkan sebagai subjek yang memiliki pengalaman dan perspektif. Bertanya tidak dipandang sebagai pembangkangan, tetapi sebagai bagian dari proses memahami.

Dalam kerangka masyarakat demokratis, pendidikan semacam ini menjadi fondasi utama bagi kewargaan yang matang. Demokrasi tidak cukup ditopang oleh mekanisme elektoral dan prosedur hukum semata. Ia membutuhkan warga negara yang mampu menilai kebijakan secara rasional, memahami dampaknya, serta berpartisipasi secara sadar dalam ruang publik.

Tantangan pendidikan di era modern justru semakin kompleks. Arus informasi yang begitu deras tidak selalu berbanding lurus dengan kedalaman pemahaman. Tanpa kemampuan berpikir kritis, masyarakat mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan, narasi yang manipulatif, dan polarisasi yang merusak kohesi sosial. Pendidikan dituntut bukan hanya menyuplai informasi, tetapi membekali kemampuan untuk menyaring dan menafsirkan.

Dalam konteks ini, tanggung jawab negara menjadi sangat penting. Pendidikan tidak boleh dipersempit menjadi sekadar urusan administratif atau statistik pembangunan. Ia adalah proyek jangka panjang pembentukan manusia dan, pada akhirnya, pembentukan peradaban. Kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk membangun nalar, etika, dan kesadaran sosial.

Sebagai pembuat kebijakan di daerah, kami menyadari bahwa pembangunan manusia tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Daerah yang maju bukan hanya yang memiliki infrastruktur memadai, tetapi juga warga yang mampu berpikir mandiri, bersikap kritis, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerahnya sendiri.

Pendidikan yang membebaskan tidak melahirkan peniru, melainkan pencipta. Tidak mencetak kepatuhan tanpa refleksi, tetapi menumbuhkan tanggung jawab. Ia membantu manusia memahami bahwa setiap kebijakan dan struktur sosial adalah hasil pilihan manusia, dan karena itu selalu terbuka untuk diperbaiki.

Pada akhirnya, tujuan tertinggi pendidikan adalah menjaga dan mengembangkan martabat manusia. Pendidikan harus memampukan setiap individu untuk berpikir, menilai, dan bertindak dengan kesadaran penuh—sebagai manusia yang merdeka dan sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Di sanalah pendidikan menemukan makna terdalamnya: bukan sebagai alat penjinakan, melainkan sebagai jalan pembebasan. (*)

  • Penulis: Arwin Rahman
  • Editor: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serah Terimah Aset dan SK DPD NasDem Mamasa Kepada Pengurus Baru

    Serah Terimah Aset dan SK DPD NasDem Mamasa Kepada Pengurus Baru

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Mamasa resmi memulai babak baru kepengurusan. Prosesi serah terima Surat Keputusan (SK) dan aset partai dari pengurus lama kepada pengurus baru berlangsung khidmat di Sekretariat Partai NasDem, Turunan, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Minggu (01/02/2026). Penyerahan ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Ketua DPD NasDem sebelumnya, […]

  • Koalisi Mahasiswa Unsulbar Desak Kejelasan Aturan Ormawa dan Polemik Hasil MUBES BEM

    Koalisi Mahasiswa Unsulbar Desak Kejelasan Aturan Ormawa dan Polemik Hasil MUBES BEM

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Gelombang aspirasi mahasiswa kembali menggema di lingkungan Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR), Senin (11/5/2026). Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa UNSULBAR Menggugat, gelar aksi demonstrasi di halaman kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika organisasi kemahasiswaan terkait kejelasan aturan ORMAWA serta polemik hasil Musyawarah Besar (MUBES) BEM Universitas Sulawesi Barat. Aksi yang berlangsung […]

  • Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

    Bupati Mamasa Hadiri Penanaman Padi Serentak di Sindagamanik

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID– Bupati Mamasa Welem Sambolangi menghadiri kegiatan penanaman padi serentak bersama petani di Desa Sindagamanik, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Rabu 11 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa dalam mendukung peningkatan sektor pertanian dan mendorong swasembada pangan. Dalam kegiatan itu, Bupati Welem turun langsung ke sawah bersama masyarakat […]

  • Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Pangandaran–Burana Lumpuh Akibat Longsor

    Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Pangandaran–Burana Lumpuh Akibat Longsor

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik, tepatnya di jalur yang menghubungkan Desa Pangandaran dan Desa Burana. Akibatnya, akses transportasi warga lumpuh total lantaran material tanah menutup badan jalan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat lima titik longsor utama di sepanjang ruas jalan poros tersebut. […]

  • Perdalam Tata Kelola PAD, Pansus DPRD Mamasa Kunker ke Bapenda Makassar, Ini Harapan Dewan!

    Perdalam Tata Kelola PAD, Pansus DPRD Mamasa Kunker ke Bapenda Makassar, Ini Harapan Dewan!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Mamasa melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (12/5/2024). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka konsultasi terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Kunker dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD […]

  • DPRD Mamasa Desak Bupati Evaluasi Total BPKAD, Ini Alasannya!

    DPRD Mamasa Desak Bupati Evaluasi Total BPKAD, Ini Alasannya!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa secara resmi mengeluarkan rekomendasi keras kepada Bupati Mamasa untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap jajaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Langkah ini diambil menyusul ditemukannya berbagai indikasi penyimpangan prosedur yang dinilai menghambat tata kelola keuangan daerah. Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menegaskan bahwa […]

expand_less