Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle Arwin Rahman
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 398
  • comment 0 komentar

Oleh: Arwin Rahman, S.H.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa

 

SULBARUPDATE.ID– Pendidikan kerap dipahami sebagai proses penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diukur secara kuantitatif. Indikatornya jelas dan mudah dihitung: nilai, kelulusan, dan ijazah. Namun, jika pendidikan hanya berhenti pada aspek tersebut, kita berisiko kehilangan makna yang lebih mendasar dari proses pendidikan itu sendiri—yakni pembentukan kesadaran manusia sebagai subjek yang berpikir.

Pendidikan sejati tidak semata-mata berbicara tentang seberapa banyak informasi yang dapat dihafal, melainkan sejauh mana seseorang dibangunkan daya nalarnya untuk memahami realitas secara mandiri. Menghafal memang penting, tetapi berpikir adalah inti dari kemanusiaan. Tanpa kemampuan berpikir kritis, pengetahuan justru dapat berubah menjadi beban, bukan alat pembebasan.

Dalam praktiknya, sistem pendidikan sering kali berjalan dalam pola satu arah. Pengetahuan ditransmisikan dari pengajar kepada peserta didik, sementara ruang untuk bertanya dan berdialog menjadi terbatas. Pola ini mungkin efisien secara administratif, tetapi tidak selalu sehat secara intelektual. Pendidikan yang terlalu menekankan kepatuhan berpotensi melahirkan generasi yang terbiasa menerima, bukan menilai.

Sejarah pemikiran sosial mengajarkan bahwa kekuasaan yang paling bertahan lama bukanlah yang bergantung pada kekuatan fisik, melainkan yang mampu mengendalikan cara manusia memahami dunia. Penguasaan atas pengetahuan, bahasa, dan makna sering kali menjadi fondasi utama dari berbagai bentuk dominasi. Dalam konteks ini, pendidikan memegang peran strategis—baik sebagai alat pembebasan maupun, tanpa disadari, sebagai sarana pelanggeng ketimpangan.

Individu yang dibesarkan dalam sistem pendidikan yang miskin dialog cenderung terampil secara teknis, namun kurang memiliki kesadaran reflektif. Mereka mampu menjalankan prosedur, tetapi kesulitan mempertanyakan tujuan. Mereka memahami aturan, tetapi tidak selalu peka terhadap keadilan yang seharusnya melandasi aturan tersebut.

Pendidikan yang tidak mendorong pemikiran kritis pada akhirnya menjauhkan manusia dari realitas sosialnya sendiri. Ketimpangan, ketidakadilan, dan praktik kekuasaan yang bermasalah dapat diterima sebagai sesuatu yang normal, bahkan tak terelakkan. Di sinilah pendidikan menghadapi ujian etis: apakah ia hadir untuk mempertajam kesadaran, atau justru menumpulkannya.

Sebaliknya, pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kesadaran kritis selalu berangkat dari keberanian untuk bertanya. Ia tidak memposisikan peserta didik sebagai penerima pasif, melainkan sebagai subjek yang memiliki pengalaman dan perspektif. Bertanya tidak dipandang sebagai pembangkangan, tetapi sebagai bagian dari proses memahami.

Dalam kerangka masyarakat demokratis, pendidikan semacam ini menjadi fondasi utama bagi kewargaan yang matang. Demokrasi tidak cukup ditopang oleh mekanisme elektoral dan prosedur hukum semata. Ia membutuhkan warga negara yang mampu menilai kebijakan secara rasional, memahami dampaknya, serta berpartisipasi secara sadar dalam ruang publik.

Tantangan pendidikan di era modern justru semakin kompleks. Arus informasi yang begitu deras tidak selalu berbanding lurus dengan kedalaman pemahaman. Tanpa kemampuan berpikir kritis, masyarakat mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan, narasi yang manipulatif, dan polarisasi yang merusak kohesi sosial. Pendidikan dituntut bukan hanya menyuplai informasi, tetapi membekali kemampuan untuk menyaring dan menafsirkan.

Dalam konteks ini, tanggung jawab negara menjadi sangat penting. Pendidikan tidak boleh dipersempit menjadi sekadar urusan administratif atau statistik pembangunan. Ia adalah proyek jangka panjang pembentukan manusia dan, pada akhirnya, pembentukan peradaban. Kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk membangun nalar, etika, dan kesadaran sosial.

Sebagai pembuat kebijakan di daerah, kami menyadari bahwa pembangunan manusia tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Daerah yang maju bukan hanya yang memiliki infrastruktur memadai, tetapi juga warga yang mampu berpikir mandiri, bersikap kritis, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerahnya sendiri.

Pendidikan yang membebaskan tidak melahirkan peniru, melainkan pencipta. Tidak mencetak kepatuhan tanpa refleksi, tetapi menumbuhkan tanggung jawab. Ia membantu manusia memahami bahwa setiap kebijakan dan struktur sosial adalah hasil pilihan manusia, dan karena itu selalu terbuka untuk diperbaiki.

Pada akhirnya, tujuan tertinggi pendidikan adalah menjaga dan mengembangkan martabat manusia. Pendidikan harus memampukan setiap individu untuk berpikir, menilai, dan bertindak dengan kesadaran penuh—sebagai manusia yang merdeka dan sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Di sanalah pendidikan menemukan makna terdalamnya: bukan sebagai alat penjinakan, melainkan sebagai jalan pembebasan. (*)

  • Penulis: Arwin Rahman
  • Editor: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilantik Gubernur SDK, Kain Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi Internal DPMPTSP

    Dilantik Gubernur SDK, Kain Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi Internal DPMPTSP

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Barat, Kain Lotong, menegaskan akan memulai tugasnya dengan melakukan konsolidasi internal bersama seluruh pejabat dan staf di lingkup dinas yang dipimpinnya. Hal tersebut disampaikan Kain Lotong usai dilantik oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, di Mamuju, Senin, 9 Maret 2026. […]

  • Napas Baru SMSI Sulbar, Dari Vakum Menuju Karya Nyata

    Napas Baru SMSI Sulbar, Dari Vakum Menuju Karya Nyata

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Babak baru bagi ekosistem media siber di Sulawesi Barat (Sulbar) terpancar jelas saat puluhan pemilik media berkumpul untuk menyatukan visi dalam rapat perdana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulbar. Rapat sakral ini dilaksanakan menyusul terbitnya mandat resmi dari DPP SMSI, yang memberikan kepercayaan kepada Sarman Sahuding sebagai Ketua Pelaksana Tugas (Plt) SMSI […]

  • Akses Jalan di Aralle Makin Buruk, Warga Sakit Ditandu Sejauh 10 KM

    Akses Jalan di Aralle Makin Buruk, Warga Sakit Ditandu Sejauh 10 KM

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kondisi infrastruktur jalan penghubung Desa Pamoseang Pangga menuju Desa Uhaidao, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, kian mencapai titik nadir. Minimnya atensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat memicu kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat. ​Kondisi jalan yang dinilai sudah tidak layak lalui tersebut baru-baru ini memicu keprihatinan publik […]

  • Longsor Terjang Desa Salualo Mamasa, Polsek Mambi Gerak Cepat Salurkan Bantuan

    Longsor Terjang Desa Salualo Mamasa, Polsek Mambi Gerak Cepat Salurkan Bantuan

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bencana alam tanah longsor melanda wilayah Desa Salualo, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Merespons kondisi tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Mambi bersama sejumlah instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi warga sekaligus menyalurkan paket bantuan kemanusiaan, Jumat (24/4/2026). Langkah proaktif ini dilakukan melalui Bhabinkamtibmas Polsek Mambi yang menjalankan program Sambang […]

  • Tindaklanjuti Keputusan Gubernur, Bupati Mamasa Imbau Camat, Desa dan Lurah

    Tindaklanjuti Keputusan Gubernur, Bupati Mamasa Imbau Camat, Desa dan Lurah

    • 0Komentar

    Mamasa – Sulbarupdate.id – Dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat nomor 789 Tahun 2025 tentang Program Keringanan Pajak Daerah Tahun 2025, yang meliputi : Pembebasan 100% denda administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pemberian diskon 50% tunggakan (pokok) Pajak Kendaraan Bermotor (Jatuh tempo 2024 kebawah). Welem Sambolangi selaku Bupati Kabupaten Mamasa menyampaikan kepada […]

  • Polemik Penghargaan Pengangguran Sulbar, Mari Melihat Data Secara Utuh

    Polemik Penghargaan Pengangguran Sulbar, Mari Melihat Data Secara Utuh

    • 0Komentar

    Opini – Sulbarupdate.id – Penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagai Provinsi Terbaik I kategori Penurunan Tingkat Pengangguran di Regional Sulawesi memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Ada yang menyambut positif, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut karena masih banyak warga Sulbar yang memilih merantau […]

expand_less