Hari Kebebasan Pers Sedunia, Kadis Kominfo Mamasa: Pers Bebas Demokrasi Sehat
- account_circle Whelson
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- visibility 235
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa memberikan penghormatan khusus kepada seluruh insan pers dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada Minggu, 3 Mei 2026.
Momentum ini ditegaskan sebagai pengingat pentingnya peran jurnalisme independen dalam menjaga ekosistem demokrasi di daerah.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Mamasa, Ernesto Randan, menyatakan bahwa keberadaan pers yang bebas bukan sekadar pelengkap administrasi negara, melainkan cermin nurani bangsa.
Menurutnya, pers memiliki fungsi krusial sebagai pengawal kebijakan dan penyambung lidah masyarakat.
Pers Sebagai Cahaya di Ruang Gelap
Dalam pernyataan resminya, Ernesto menekankan bahwa integritas adalah harga mati bagi seorang jurnalis. Ia mengapresiasi dedikasi para kuli tinta yang tetap teguh menyuarakan kebenaran di tengah gempuran disinformasi.
“Pers bukan sekadar penyampai berita. Ia adalah cahaya di ruang gelap dan suara bagi mereka yang dibungkam. Tanpa pers yang bebas, kita akan buta terhadap realita. Kami sangat menghargai rekan-rekan jurnalis yang tidak lelah mengejar fakta di tengah tekanan dan maraknya hoaks,” ujar Ernesto, Minggu (3/5).
Ia juga menyisipkan pesan mendalam mengenai nilai kemuliaan dalam memperjuangkan fakta. “Il perdono è nobiltà (memaafkan adalah kemuliaan), namun menyuarakan kebenaran adalah sebuah kehormatan,” imbuhnya.
Selain memberikan apresiasi, Pemkab Mamasa mendorong para jurnalis untuk tetap menjaga independensi dan nalar kritis.
Ernesto berharap pers terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam melakukan pengawasan sosial demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Kadis Kominfo Mamasa itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghormati hak-hak jurnalis dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ernesto juga memberikan penghormatan bagi para jurnalis yang gugur atau mengalami kekerasan demi menjalankan tugas mulianya.
Ia juga membuka pintu bagi insan pers untuk bersinergi dalam mengawal program pembangunan demi Mamasa yang lebih sejahtera dan mandiri.
“Tetaplah kritis, tetap independen, dan tetap waras. Pemerintah butuh kontrol sosial dari pers untuk memastikan demokrasi kita tetap sehat. Semoga tinta kebenaran tidak pernah kering di bumi Mamasa. Pers beas demokrasi sehat,” pungkas Ernesto.
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia tahun 2026 di Mamasa menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjamin keterbukaan informasi publik dan perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik sesuai amanat undang-undang.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
