Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Petani Mamuju Tengah Keluhkan Harga TBS Sawit Tak Sesuai Penetapan Dinas Perkebunan

Petani Mamuju Tengah Keluhkan Harga TBS Sawit Tak Sesuai Penetapan Dinas Perkebunan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 249
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mengeluhkan ketidaksesuaian harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di lapangan.

Meski Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan harga resmi sebesar Rp3.092,15 per kilogram, realita di tingkat pengepul atau timbangan justru jauh di bawah angka tersebut.

Bahri, salah seorang petani di Desa Salupangkang IV, Kecamatan Topoyo, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui pada Jumat (16/1/2026).

Ia menyebut harga beli di timbangan saat ini masih tertahan di angka Rp2.000-an.

“Di timbangan, harga beli TBS kami masih sekitar Rp2.000-an per kilogram. Ini jelas tidak sesuai harapan kami setelah ada pengumuman harga resmi,” ujar Bahri.

Hal senada disampaikan oleh Irfan Daeng Emba. Ia mengaku hanya menerima bayaran sebesar Rp2.320 per kilogram dari pihak pembeli. Menurutnya, keputusan harga yang ditetapkan pemerintah daerah seringkali tidak terealisasi hingga ke tangan petani kecil.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan Sulbar telah menggelar Rapat Penetapan Harga TBS untuk periode Januari 2026 pada Selasa (13/1/2026).

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perkebunan, Muh. Faizal Thamrin, menetapkan harga beli sebesar Rp3.092,15 per kilogram.

Penetapan harga tersebut didasarkan pada perhitungan indeks “K” dan merupakan bagian dari misi Gubernur Suhardi Duka serta Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk menjaga stabilitas ekonomi sektor perkebunan.

Berikut perbandingan harga berdasarkan data yang dihimpun:

-Harga Resmi Dinas Perkebunan Rp3.092,15
-Harga di Timbangan (Laporan Petani) Rp2.000 – Rp2.320
-Selisih/Kesenjangan kurang lebih Rp772 – Rp1.092.

Meski ada keluhan di tingkat petani, secara resmi harga TBS periode Januari 2026 memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan Desember 2025.

Pihak dinas menyebutkan hal ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan ekspor di pasar global dan stok Crude Palm Oil (CPO) yang masih relatif tinggi dan cenderung stabil.

Hingga saat ini, pihak terkait masih mengumpulkan data tambahan dari pihak pabrik maupun perusahaan kelapa sawit di wilayah Mateng untuk mencari tahu penyebab pasti terjadinya disparitas harga yang cukup mencolok antara ketetapan pemerintah dan harga di lapangan.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Optimalkan PAD dan Layanan Publik, Bupati Mamasa Sidak di Tujuh Titik

    Optimalkan PAD dan Layanan Publik, Bupati Mamasa Sidak di Tujuh Titik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menanggapi keluhan masyarakat terkait kualitas pelayanan dan tata kelola daerah, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, lakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tujuh titik layanan publik dan sektor usaha pada Selasa (27/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan aparatur sipil negara (ASN) bekerja optimal sekaligus mengevaluasi kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi daerah. Sidak dimulai di Museum […]

  • Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun 2026. Ia menekankan agar seluruh proses penjaringan pejabat eselon II tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi. ​Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka kegiatan seleksi JPT yang berlangsung di Ruang Auditorium Lembaga […]

  • Ribuan PPPK Paruh Waktu Pemprov Sulbar, Resmi Terima SK

    Ribuan PPPK Paruh Waktu Pemprov Sulbar, Resmi Terima SK

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – PPPK paruh waktu Provinsi Sulawesi Barat resmi terima SK yang diserahkan langsung oleh Gubernur Dr. Suhardi Duka, Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam apel di Lapangan Kantor Gubernur Sulbar, Senin 22 Desember 2025. Sebanyak 4.179 orang tenaga PPPK paruh waktu terdiri dari 719 Guru, 102 tenaga kesehatan, dan 3.358 tenaga teknis. Gubernur […]

  • WASPADA! Uang Palsu Kembali Beredar di Kabupaten Mamasa

    WASPADA! Uang Palsu Kembali Beredar di Kabupaten Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Keresahan melanda warga Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menyusul kembali maraknya peredaran uang palsu di wilayah tersebut. Kasus terbaru dilaporkan terjadi di Dusun Salukona, Desa Minanga, Kecamatan Bambang, yang menyasar sejumlah pedagang kecil. ​Peristiwa tersebut menimpa dua toko kelontong sekaligus pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. Diduga pelaku diketahui melancarkan aksinya dengan […]

  • Kapolda Sulbar Tinjau Mamasa, Perkuat Keamanan dan Infrastruktur

    Kapolda Sulbar Tinjau Mamasa, Perkuat Keamanan dan Infrastruktur

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menerima kunjungan kerja resmi Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, di Rumah Jabatan Bupati pada Jumat malam (23/01/2026). Kunjungan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan institusi kepolisian guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah berjuluk “Bumi Kondosapata” tersebut. Dalam rombongan tersebut, Kapolda […]

  • Nestapa Arif Usman di Mamuju Tengah, Tinggal dalam Gubuk Sempit 2×3 Meter

    Nestapa Arif Usman di Mamuju Tengah, Tinggal dalam Gubuk Sempit 2×3 Meter

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Ketika senja perlahan tenggelam di cakrawala Mamuju Tengah, kegelapan tidak hanya menyelimuti bumi, tetapi juga menyergap sebuah gubuk ringkih berukuran 2×3 meter. Di sanalah, Arif Usman (58) dan putra kecilnya, RD (11), merajut hidup dalam kesunyian yang mencekam. ​Bagi Arif, rumah bukanlah bangunan kokoh dengan atap megah, melainkan sebuah ruang sempit […]

expand_less