Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Petani Mamuju Tengah Keluhkan Harga TBS Sawit Tak Sesuai Penetapan Dinas Perkebunan

Petani Mamuju Tengah Keluhkan Harga TBS Sawit Tak Sesuai Penetapan Dinas Perkebunan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 365
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mengeluhkan ketidaksesuaian harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) di lapangan.

Meski Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat telah menetapkan harga resmi sebesar Rp3.092,15 per kilogram, realita di tingkat pengepul atau timbangan justru jauh di bawah angka tersebut.

Bahri, salah seorang petani di Desa Salupangkang IV, Kecamatan Topoyo, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui pada Jumat (16/1/2026).

Ia menyebut harga beli di timbangan saat ini masih tertahan di angka Rp2.000-an.

“Di timbangan, harga beli TBS kami masih sekitar Rp2.000-an per kilogram. Ini jelas tidak sesuai harapan kami setelah ada pengumuman harga resmi,” ujar Bahri.

Hal senada disampaikan oleh Irfan Daeng Emba. Ia mengaku hanya menerima bayaran sebesar Rp2.320 per kilogram dari pihak pembeli. Menurutnya, keputusan harga yang ditetapkan pemerintah daerah seringkali tidak terealisasi hingga ke tangan petani kecil.

Sebelumnya, Dinas Perkebunan Sulbar telah menggelar Rapat Penetapan Harga TBS untuk periode Januari 2026 pada Selasa (13/1/2026).

Rapat yang dipimpin Kepala Dinas Perkebunan, Muh. Faizal Thamrin, menetapkan harga beli sebesar Rp3.092,15 per kilogram.

Penetapan harga tersebut didasarkan pada perhitungan indeks “K” dan merupakan bagian dari misi Gubernur Suhardi Duka serta Wakil Gubernur Salim S. Mengga untuk menjaga stabilitas ekonomi sektor perkebunan.

Berikut perbandingan harga berdasarkan data yang dihimpun:

-Harga Resmi Dinas Perkebunan Rp3.092,15
-Harga di Timbangan (Laporan Petani) Rp2.000 – Rp2.320
-Selisih/Kesenjangan kurang lebih Rp772 – Rp1.092.

Meski ada keluhan di tingkat petani, secara resmi harga TBS periode Januari 2026 memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan Desember 2025.

Pihak dinas menyebutkan hal ini dipengaruhi oleh melemahnya permintaan ekspor di pasar global dan stok Crude Palm Oil (CPO) yang masih relatif tinggi dan cenderung stabil.

Hingga saat ini, pihak terkait masih mengumpulkan data tambahan dari pihak pabrik maupun perusahaan kelapa sawit di wilayah Mateng untuk mencari tahu penyebab pasti terjadinya disparitas harga yang cukup mencolok antara ketetapan pemerintah dan harga di lapangan.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi membuka kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan bagi lembaga PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF). Kegiatan yang fokus pada optimalisasi aplikasi ARKAS, SIPlah, dan Dapodik ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (12-13 Mei 2026), bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Mamasa. ​Pelatihan […]

  • Hari Ibu ke-97, Ketua TP PKK Sulbar Serahkan Bantuan ke Lapas Perempuan

    Hari Ibu ke-97, Ketua TP PKK Sulbar Serahkan Bantuan ke Lapas Perempuan

    • 0Komentar

    MAMUJU – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Harsinah Suhardi, menyerahkan bantuan sosial sebanyak 50 paket kepada warga binaan di Lapas Perempuan Kelas III Mamuju, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 tingkat Provinsi Sulbar. Kunjungan bakti sosial tersebut dihadiri bersama organisasi-organisasi perempuan […]

  • Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meningkat Tajam, Infrastruktur SPKLU Terus Diperluas

    Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meningkat Tajam, Infrastruktur SPKLU Terus Diperluas

    • 0Komentar

    Nasional – Sulbarupdate.id – Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mengikuti tren global menuju kendaraan ramah lingkungan. Data resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa pada 2024, penjualan mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) mencapai 43.188 unit atau sekitar 5% dari total penjualan mobil nasional. Angka ini […]

  • Tersangka Pencurian DD Rp.388 Juta demi Gaya Hidup di Mamuju Segera Disidang

    Tersangka Pencurian DD Rp.388 Juta demi Gaya Hidup di Mamuju Segera Disidang

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Kasus pencurian Dana Desa Tapandullu yang sempat menghebohkan publik Sulawesi Barat memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulbar resmi melimpahkan tersangka AH (42) beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju pada Selasa (20/1/2026). Penyerahan Tahap II ini dilakukan setelah berkas perkara pria paruh baya tersebut dinyatakan lengkap […]

  • Dinkes Sulbar Evaluasi Kinerja Program 2025

    Dinkes Sulbar Evaluasi Kinerja Program 2025

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Evaluasi Program dan Indikator Kinerja Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Kamis, 18 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola program dan pengelola data lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai capaian kinerja program kesehatan […]

  • Diduga Dianiaya Mertua Saat Jemput Anak, Wanita di Mamasa Lapor Polisi

    Diduga Dianiaya Mertua Saat Jemput Anak, Wanita di Mamasa Lapor Polisi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan penganiayaan dalam lingkup keluarga terjadi di Dusun Tusan, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa. Seorang perempuan bernama Wahyuni Wulan Dari melaporkan mertuanya sendiri ke pihak berwajib atas dugaan tindak kekerasan fisik. Kronologi Kejadian Peristiwa tersebut bermula pada Rabu (24/4/2024), saat korban mendatangi kediaman mertuanya dengan maksud menjemput sang anak yang sebelumnya […]

expand_less